📑 Daftar Isi

Review Xiaomi Mi A1

Review Xiaomi Mi A1: Smooth, “Nyaris Tanpa Beban”

Penulis:Muhammad Faisal Hadi Putra
Terbit:
Diperbarui:7 Februari 2019
⏱️9 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Xiaomi mulai melihat pasar Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi mereka. Terbukti dengan patuhnya Xiaomi untuk mematuhi aturan TKDN, dan juga merilis seri Mi pertama di Indonesia. Ya, perusahaan asal China ini baru saja memperkenalkan Xiaomi Mi A1 di Tanah Air.

Xiaomi Mi A1 boleh dibilang spesial, karena smartphone ini merupakan perangkat yang menjalankan program Android One dari Google. Itu artinya, Mi A1 menjadi smartphone Xiaomi pertama yang berjalan di atas Android Stock, bukan dengan MIUI seperti yang selama ini kita kenal.

Selain itu, Mi A1 juga telah mengubah “stempel” smartphone entry-level atau mid-end yang selama ini disematkan pada perangkat Android One, berkat hadirnya fitur dual camera yang memang selama ini lebih banyak hadir di smartphone kelas flagship.

Well, tentu akan menarik jika kami mengulas secara detil Xiaomi Mi A1 dari berbagai sisi seperti desain, kinerja, kamera, dan lainnya. Untuk itu, tim Telset.id akan mengulasnya lewat review Xiaomi Mi A1. Yuk simak baik-baik!

Desain

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Jika Anda menginginkan Google Pixel ataupun iPhone 7 Plus, namun “kondisi kantong” tidak mendukung, maka Xiaomi Mi A1 mungkin bisa menjadi jawabannya. Mengapa? Ya, karena smartphone ini memiliki perpaduan desain dari kedua smartphone flagship tersebut.

Tengok saja di bagian depannya, Mi A1 memiliki tampang dan bentuk yang mirip seperti Google Pixel seri pertama. Yang paling kelihatan berbeda dari kedua smartphone ini adalah, pada bagian depan Mi A1 terdapat tiga tombol kapasitif, sedangkan pada Google Pixel tidak ada.

Sementara untuk desain belakangnya, desain Xiaomi Mi A1 cukup terlihat seperti desain belakang iPhone 7 Plus. Misalnya saja garis antenanya serta penempatan kamera yang sama-sama di pojok kiri atas body. Yang menjadi pembeda adalah adanya sensor fingerprint di bagian tengah body.

Meski terlihat mirip, namun menurut kami yang dilakukan Xiaomi adalah wajar-wajar saja sebagai bagian dari strategi marketing mereka. Maksudnya, Xiaomi ingin membuat tampilan Mi A1 hampir mirip dengan desain smartphone flagship yang laris di pasaran.

Dengan begitu, Xiaomi ingin membidik konsumen yang memiliki “kantong kurang tebal” yang selama ini sangat menginginkan membeli smartphone flagship seperti Google Pixel ataupun iPhone 7 Plus.

Strategi ini sebenarnya juga banyak dijalankan para vendor asal China lainnya, yang membuat perangkat mirip seperti smartphone kelas atas, tapi dijual dengan harga terjangkau. Sebut saja seperti Oppo dan Vivo yang juga membuat smartphone mirip seperti iPhone atau seri Galaxy dari Samsung.

Terlepas dari hal tersebut, build quality dari desain Mi A1 patut untuk diacungi jempol. Ada beberapa alasan kenapa kami memberikan penilain itu. Pertama, karena penggunaan bahan dasar metal dengan desain unibody yang cukup membuatnya terlihat premium. Kedua, Mi A1 bisa dibilang ramping atau tipis, yang tentu meningkatkan kenyamanan saat menggenggam perangkat ini.

Di bagian atas Mi A1, Xiaomi masih mempertahankan kehadiran IR Blaster yang memungkinkan smartphone ini menjadi remote dari berbagai perangkat elektronik seperti TV, AC, dan lainnya.

Sedangkan di bagian bawah, jika Anda familiar dengan desain bagian bawah iPhone 6, maka itulah desain bagian bawah Mi A1. Seperti adanya jack audio 3,5mm di sebelah kiri, kemudian port USB-C di bagian tengah, dan lubang speaker yang ditempatkan di sisi kanannya.

Sementara itu di sisi kiri, terdapat slot SIM hybrid yang memungkinkan penggunanya untuk memilih konfigurasi SIM 1 + SIM 2 atau SIM 1 + microSD. Sedangkan di sisi kanan hanya terdapat tombol Volume dan juga tombol Power saja.

Layar

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Mi A1 memiliki layar LTPS IPS berukuran 5,5 inch dengan resolusi Full HD yang sudah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 3, dan juga dilapisi oleh panel kaca 2,5D. Kualitas layar Mi A1 masih sama pengalamannya seperti saat kami menggunakan Xiaomi Redmi Note 4.

Layarnya bisa kami katakan nyaman, karena hal itulah yang kami rasakan saat menggunakannya untuk bermain game, menonton YouTube atau film, hingga berselancar di dunia maya. Makanya cukup adil jika kami memberikan penilaian bagus untuk layar Mi A1.

Selain itu, layar smartphone ini pun sudah disematkan teknologi Adaptive Brightness yang membuat layar mampu menyesuaikan kondisi pencahayaan di dalam ataupun luar ruangan. Detail yang ditampilkan oleh layar ini pun cukup memanjakan mata. Tampilan yang diperlihatkan tampak smooth berkat penggunaan Android Stock buatan Google yang disematkan dalam Mi A1.

Suara

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Punya desain yang mirip seperti iPhone 6, menurut kami tidak menjamin soal kualitas suara yang dihasilkan Mi A1. Terbukti ketika kami mencoba mendengarkan lagu ‘Wake Me Up When Septembers End’ dari Green Day dengan intensitas volume yang normal atau menengah, suara yang dihasilkan biasa-biasa saja.

Pun sama halnya ketika kami mencoba menaikkan volume menjadi maksimal. Bukannya terdengar lebih baik, malah suara yang terdengar ‘cempreng’ dan juga cukup pecah. Tapi hal ini wajar, karena smartphone mid-end lainnya yang setara atau berada di bawah Mi A1 – misalnya Xiaomi Redmi Note 4 atau Redmi 4X – juga mengeluarkan suara yang sama cemprengnya.

Jadi kami sarankan, sebaiknya Anda menggunakan earphone ketika mendengarkan musik saat memakai Mi A1. Ya meski earphone tidak termasuk dalam paket pembelian, toh di luar sana banyak yang menjual earphone merek Xiaomi atau lainnya, bukan?

Kamera

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Nah, ini dia salah satu sisi paling menonjol dari Mi A1. Membawa kamera ganda beresolusi masing-masing 12MP aperture f/2.2 focal-length 26mm dengan lensa wide-angle dan 12MP aperture f/2.6 focal-length 50mm dengan lensa telephoto 2x optical-zoom yang telah didukung dengan adanya LED Flash. Konfigurasi yang digunakan Mi A1 ini mirip seperti konfigurasi iPhone 7 Plus dan juga Xiaomi Mi 6. Pertanyaannya sekarang, bagaimana hasil jepretannya?

Saat kami mencoba mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang mencukupi, patut diakui gambar yang dihasilkan sangat baik. Gambar terlihat detail dengan warna yang akurat. Optical-zoom yang kami gunakan pun sangat membantu untuk mengambil foto macro, yang tentu saja hasilnya pun juga cukup dibanggakan. Sama halnya ketika kami mencoba menggunakan Potrait Mode yang memungkinkan mengambil foto dengan efek bokeh.

Efek bokeh boleh dibilang rapih, meski terkadang ada beberapa objek yang seharusnya di-bokeh-kan, namun tidak ter-bokeh. Tapi secara overall, kamera Mi A1 patut untuk diacungi jempol ketika mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang mencukupi.

Tapi sayangnya, ketika kami mencoba mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang kurang atau redup, kamera Mi A1 mirip seperti kamera smartphone mid-end lainnya, yakni standar dengan cukup banyaknya noise yang mengurangi kualitas dari foto yang diambil.

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Kekurangan kamera Xiaomi Mi A1 di kondisi kurang cahaya bisa tertutupi dengan kemampuan kamera ini yang bisa merekam video berkualitas 4K (2160@30fps). Yang namanya juga kualitas gambar 4K, tentu hasilnya pun cukup membanggakan bukan? Tapi hati-hati ketika mengambil video dengan kualitas tersebut, bisa jadi kapasitas memori Anda akan terkuras habis karena ukuran video akan membengkak.

Selanjutnya adalah kamera depan Mi A1 yang hanya beresolusi 5MP saja, dan juga tidak dilengkapi dengan LED Flash secara hardware ataupun secara software (seperti Samsung Galaxy J7 Pro atau smartphone lainnya yang akan memunculkan layar berwarna putih terang sebagai pengganti LED Flash). Hasilnya?

Standar! Kamera depan Mi A1 menghasilkan foto dengan kualitas biasa-biasa saja. Namun menurut kami, bagi Anda yang tidak terlalu senang mengambil foto selfie atau tidak terlalu sering melakukan selfie, kamera depan Xiaomi Mi A1 cukup untuk menjadi pilihan. Asal dengan syarat, cahaya yang cukup dan juga gaya yang kece jika harus mengunggahnya di Instagram, Facebook, atau media sosial lainnya.

Berikut hasil jepretan yang diambil menggunakan kamera Xiaomi Mi A1:

User Interface

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, Mi A1 merupakan smartphone Xiaomi dengan program Android One dari Google. Hal itu tentu membuatnya berbeda dibandingkan smartphone Xiaomi lainnya.

Perbedaan yang paling besar adalah penggunaan Android Stock versi 7.1.1 Nougat (perangkat yang kami review sudah di-update ke Android 7.1.2 Nougat) yang dijanjikan akan mendapatkan update hingga Android P di 2019 mendatang, bukan lagi menggunakan MIUI.

Rasanya? Ada satu kata yang mewakili rasa pengalaman kami saat menggunakan Android Stock, yakni smooth. Ya, UI Mi A1 terlihat halus saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Terlihat seperti “nyaris tidak ada beban” yang dipikul oleh Mi A1.

Tentu dengan adanya rasa smooth tadi, penggunanya akan memiliki pengalaman yang sangat baik saat pertama kali menjajal Mi A1. Berkat penggunaan Android Stock pun, beban RAM tidak terlalu berat.

Rata-rata dalam satu hari pemakaian, Mi A1 yang kami gunakan hanya menghabiskan total RAM sebesar 2,4GB saja dari total RAM 4GB yang disematkan di dalam Mi A1. Dari total pemakaian tersebut, kontribusi yang paling besar adalah dari sistem operasinya yang menghabiskan sekitar 0,9GB.

Kinerja

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Mi A1 sebenarnya adalah Xiaomi Mi 5X dengan sistem operasi Android Stock. Ya, spesifikasi keduanya bak pinang dibelah dua. Sebut saja seperti prosesor octa-core 2GHz Snapdragon 625, GPU Adreno 506, RAM 4GB, ROM 64GB dan baterai berkapasitas 3.080 mAh.

Tentu beberapa dari Anda akan mengernyitkan dahi jika melihat kapasitas baterai yang terbilang kecil, disaat merek smartphone lain seperti berlomba-lomba menghadirkan baterai berkapasitas 3.500 mAh ke atas.

Tapi Anda jangan khawatir, karena kapasitas baterai yang kecil itu seolah “terselamatkan” berkat adanya prosesor Snapdragon 625. Karena prosesor itu dibangun dengan arsitektur 14nm, maka konsumsi daya yang dibutuhkan pun kecil. Hal ini tentu membuat baterai tidak terlalu diperas habis dan membuatnya menjadi boros.

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Terbukti, baterainya benar-benar baru butuh di-charge kembali saat kami menggunakan Mi A1 hampir seharian penuh. Sayangnya, Mi A1 tidak didukung dengan teknologi fast charging, padahal smartphone ini sudah menggunakan port USB-C.

Pindah dari baterai, kinerja Mi A1 memang bisa diandalkan untuk sekelas smartphone mid-end. Berhasil mencetak skor 63.392 poin di AnTuTu menjadi salah satu bukti jika smartphone ini memang bisa diandalkan.

Saat kami mencobanya untuk melakukan berbagai pekerjaan seperti mengetik misalnya, Mi A1 bisa membantu kami dengan baik. Apalagi dengan adanya fitur split screen ala Android Nougat yang memungkinkan kami untuk mengetik sambil menonton YouTube atau membuka aplikasi lainnya.

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Bermain game yang hingga kini masih menjadi salah satu kebutuhan utama juga bisa diaplikasikan dengan baik oleh Mi A1. Kami mencoba menjajal game Real Racing 3, PES 2017 dan sedikit mencoba game Arena of Valor (AOV). Hasilnya, Mi A1 mampu melahap ketiga game tersebut dengan baik tanpa ada rasa lag sekalipun.

Selain bermain game, kegiatan yang mutlak dilakukan di sebuah smartphone adalah berselancar di dunia internet atau media sosial. Kami mencoba mengakses Instagram, Facebook, Twitter, hingga berbagai aplikasi messaging seperti BBM, Line hingga WhatsApp secara bergantian, Mi A1 tidak mengalami kendala sedikit pun. Good job!

Kesimpulan

Foto: Muhammad Faisal/Telset.id

Satu kata yang bisa kami ungkapkan untuk menggambarkan pengalaman kami saat menggunakan Android Stock di Mi A1, yakni smooth. Ya, user interface Mi A1 terlihat halus saat berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Terlihat seperti “nyaris tidak ada beban” yang dipikul oleh Mi A1.

Xiaomi Mi A1 yang dilepas dengan harga Rp 3.099.000 juta memang bisa dibilang sebagai smartphone “perusak harga” yang nyaris sempurna. Bagaimana tidak, smartphone ini membawa “emblem flagship” dengan dual-camera dan juga spesifikasi jempolan untuk smartphone di kelas mid-end. 

Hal itu tentu dirasa “terlalu worth-it” ketika smartphone merek lainnya dengan spesifikasi sama atau bahkan berada di bawahnya dilepas dengan harga Rp 3,5 jutaan ke atas. So, Xiaomi Mi A1 bisa jadi jawaban bagi Anda yang menginginkan smartphone middle-level “kelas atas”, dengan harga yang terjangkau. (FHP/HBS)