Telset.id, Jakarta ā Amazon punya dua asisten virtual bernama Echo Dot dan Alexa. Bahkan, khusus Alexa, ada yang versi untuk anak-anak bernama FreeTime. Pertanyaannya, bagaimana keduanya bisa membatasi diri dengan privasi para bocah?
Dilansir Engadget, Senator Edward J Markey asal Massachusetts dan Rep Joe Barton asal Texas ingin tahu kebijakan apa yang diterapkanĀ raksasa e-commerce itu untuk memastikan privasi anak-anak tak terganggu pembicara dan asisten suara tersebut.
Para pembuat undang-undang telah menulis surat kepada perusahaan elektronik yang berbasis di Seattle itu, menanyakan apakah interaksi anak-anak dengan dua peranti itu disimpan dan dibagikan dengan pihak ketiga. Mereka juga ingin tahu apakah raksasa jual beli online itu bekerja dengan ahli perkembangan anak ketika merancang perangkat.
AmazonĀ menjawab beberapa kekhawatiran anggota parlemen dalam sebuah pernyataan, āAmazon sangat memperhatikan privasi dan keamanan. Orangtua punya jangkauan untuk menghapus rekaman anak-anak tidak hanya dari perangkat, tetapi juga server.ā
āTidak ada pengembang di luar perusahaan yang dapat mengaksesnya. Juga, pembicara hanya akan merekam suara ketika mendengar kata ābangunā. Kami mematuhi Undang-undang Perlindungan Privasi Online Anak-Anak,ā imbuh Amazon.
Sang Direktur Eksekutif, Josh Golin, mengatakan, āKami ingin anak-anak bergantung kepada perangkat Amazon sejak bangun pagi sampai tidur padaĀ malam hari. Echo Dot Kids, bagi kami, merupakan gadget yang wajib dimiliki,ā ujarnya.
Kasus kebocoran data pengguna telah membuat regulator bertindak tegas terkait keberadaan perangkat maupun aplikasi. Setelah Facebook dipaksa duduk di kursi pesakitan, kini giliran Amazon dicecar oleh senator untuk menjamin keamanan pemakaian FreeTime dan Echo Dot Kids. [SN/IF]




