Telset.id, Jakarta ā China berencana mencabut sebagian sensor internet di pulau tropis selatan Hainan untuk mempromosikan pariwisata di Kawasan tersebut. Para wisatawan di salah satu kawasan itu akan dapat mengakses Facebook, Twitter dan YouTube.
Menurut The Verge, pencabutan sensor itu merupakan bagian dari rencana baru otoritas setempat untuk mengubah provinsi ini menjadi pelabuhan perdagangan bebas pada 2020. Namun belum jelas apakah platform terlarang lainnya akan dicabut juga sensornya.
Rencana program tiga tahun tersebut dipublikasikan pada Kamis lalu, tetapi telah dihapus dari situs web pemerintah lokal sehari kemudian, seperti yang terlihat oleh harian South China Morning Post.
Meskipun rencana itu ditarik, media cetak plat merah itu masih melaporkannya seolah-olah rencana itu sedang berjalan. Hingga berita ini ditulis tidak jelas mengapa rencana itu dihapus.
China akan mencabut sebagian dari sistem sensornya, atau yang dikenal sebagai Great Firewall, yang memblokir akses ke sebagian besar situs media sosial dan berita asing.
Wisatawan akan dapat memasuki zona yang ditentukan di dua kota besar Hainan untuk mengakses Twitter, Facebook dan YouTube.
Sedangkan platform media sosial asing terlarang lainnya, seperti Google, Instagram atau WhatsApp, tidak masuk dalam daftar publikasi tersebut.
Ironisnya, China tampaknya menyensor reaksi orang-orang terhadap berita terkait pencabutan sebagian sensor itu. Satu pengguna di Weibo berkomentar bahwa orang-orang tidak diizinkan memberi umpan balik tentang rencana pariwisata yang baru.
Baca juga: Bikin Ngeri, Tiongkok āBerondongā 13 Ribu Situs Dalam 3 Tahun
āRibuan komentar telah dihapus. Seolah-olah menyensor orang memecahkan masalahā kata dia.
Dalam beberapa hal, langkah untuk mencabut sebagian sensor di Hainan tidak sepenuhnya mengejutkan, mengingat lokasi pulau itu tidak menonjol di ujung paling selatan China.
Secara umum, wilayah Selatan, seperti Hong Kong dan Makau, cenderung memiliki peraturan yang lebih longgar dan kurang mendapat sorotan dari Beijing.
Seperti diketahui, baik Hong Kong, Macau, dan Taiwan yang berdekatan, menikmati pemerintahan mereka sendiri yang terpisah, meskipun kadang-kadang mereka menerima tekanan atau peringatan dari Beijing.
Baca juga: āGreat Firewallā China akan Bendung Akses VPN
Hainan sendiri, meski masih dikuasai oleh pemerintah China, berkurangnya sebagian sensor memungkinkannya lebih dekat dengan negara tetangganya yang dapat mengakses Facebook dan YouTube. [WS/IF]
Sumber: Theverge




