Telset.id, Jakarta – Oppo Reno3 Pro resmi melenggang di Indonesia. Berbeda dengan Oppo Reno3 Pro 5G yang meluncur di China beberapa waktu lalu, smartphone ini tampil dengan prosesor MediaTek Helio P95 yang diklaim mampu memberikan performa yang mumpuni.
Tim Telset.id sendiri telah mencoba langsung smartphone tersebut sebelum acara launching terjadi. Oleh karenanya, kami pun berkesempatan untuk melakukan berbagai pengujian, salah satu di antaranya adalah uji performa Oppo Reno3 Pro.
Dalam uji performa ini, kami menggunakan beberapa aplikasi bantuan, seperti seperti AnTuTu Benchmark, 3DMark, PCMark, dan Battery Log. Berikut ulasan lengkapnya.
{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}
Spesifikasi Oppo Reno3 Pro

Sebelum masuk ke uji performa, mari kita bahas soal spesifikasi yang diusung oleh Oppo Reno3 Pro di Indonesia. Smartphone ini hadir dengan spesifikasi mumpuni, mulai dari layar sampai dapur pacu.
Reno3 Pro menggunakan panel AMOLED E3 Screen dengan resolusi maksimal Full HD+. Layar ini didukung dengan teknologi OSIE Vision Effect yang mampu meningkatkan kualitas berbagai konten visual yang ditampilkan pada layar.
OSIE atau Oppo Screen Image Engine merupakan teknologi optimisasi visual yang dikembangkan secara independen oleh Oppo. OSIE dapat mewujudkan optimasi visual berbasis perangkat lunak pertama di industri untuk video pendek.
Fitur ini akan membantu aplikasi pihak ketiga, seperti Instagram, TikTok, Vmate, Vigo, dan Likee dalam meningkatkan kualitas gambar dan efek visualnya. Dalam hal ini dengan meningkatkan saturasi dan kontras gambar serta mengurangi noise.
Di sektor dapur pacu, Oppo menanamkan prosesor baru yang diluncurkan MediaTek beberapa waktu lalu, yakni Helio P95. Konfigurasi SoC yang digunakannya antara lain, 2-core 2.2 GHz Cortex-A75 dan 6-core 2.0 GHz Cortex-A55.
Prosesor Helio P95 sendiri merupakan suksesor dari Helio P90. MediaTek mengklaim, Helio P95 menjanjikan peningkatan kinerja hingga 10 persen lebih baik dibanding seri sebelumnya, beserta beragam kelebihan lainnya.
Salah satu fitur menarik yang dibenamkan MediaTek pada Helio P95 adalah HyperEngine. Fitur ini akan mampu “menggenjot” performa smartphone saat digunakan untuk bermain game.
{Baca juga: Oppo Reno3 Pro, Berdesain Cantik dengan Spesifikasi Gahar}
MediaTek Helio P95 juga punya performa artificial intelligence atau AI yang tinggi. Berdasarkan pengujian AI benchmark yang dilakukan MediaTek, Helio P95 jauh lebih baik dibandingkan Snapdragon 845 dan Kirin 980.
Dipadukan dengan GPU PowerVR GM9446, RAM 8GB LPDDR4X, storage 256GB, serta baterai berkapasitas 4,025 mAh dengan dukungan fast charging VOOC 4.0 30W. Spesifikasi tersebut, menopang seluruh proses yang berjalan di atas ColorOS 7 berbasis Android 10.
Berikutnya: Uji Performa
Performa Oppo Reno3 Pro

Dalam uji performa, kami menggunakan tiga aplikasi benchmark, yakni AnTuTu Benchmark (termasuk AITUTU), 3DMark, dan PCMark. Sedangkan untuk pengukuran kecepatan charging dan daya tahan baterai, kami dibantu oleh aplikasi Battery Log dan PCMark
AnTuTu Benchmark
AnTuTu Benchmark merupakan aplikasi standar yang biasa digunakan para reviewer ketika menguji smartphone maupun tablet. Skor benchmark yang dihasilkannya bahkan biasa digunakan vendor sebagai “alat marketing” kepada konsumen.
Aplikasi ini memberikan simulasi performa dari empat aspek utama, yakni CPU, GPU, RAM, dan user experience atau UX. Nah, dalam uji performa yang kami lakukan, Oppo Reno3 Pro sukses meraih skor 214.547 poin.
Selain menggunakan AnTuTu Benchmark, kami juga memanfaatkan AITUTU Benchmark untuk menghitung performa AI yang dimilikinya. Berdasarkan aplikasi tersebut, Reno3 Pro memperoleh skor 159.790 poin. Skor ini terbagi atas pengujian Image Classification sebesar 87.733 poin dan Object Detection sebesar 72.057 poin.
3DMark
3DMark merupakan benchmark yang fokus pada performa pemrosesan grafis atau GPU dari smartphone, dalam hal ini adalah PowerVR GM9446.
Ada beberapa pengujian, seperti Sling Shot dan Sling Shot Extreme yang biasa digunakan untuk menjajal kemampuan smartphone flagship dengan tolak ukur OpenGL ES 3.0 (Sling Shot) dan OpenGL ES 3.2 (Sling Shot Extreme).

Berdasarkan uji performa, Oppo Reno3 Pro mencatatkan skor 2.339 poin untuk Sling Shot dan 1.241 poin untuk Sling Shot Extreme OpenGL ES 3.1 serta 1.525 poin untuk Sling Shot Extreme Vulkan.
PCMark
PCMark merupakan benchmark yang menyimulasikan tugas umum yang biasa diterima oleh smartphone. Sebut saja seperti mengolah data, multitasking, dan lainnya.

Oppo Reno3 pro memperoleh skor 6.145 poin untuk PCMark Work 2.0 Performance. Perolehan skor tersebut tergolong bagus. Smartphone ini berarti memiliki kemampuan yang baik dalam hal mendukung berbagai aktivitas normal pengguna, termasuk multi-tasking.
Baterai
Oppo memberikan peningkatan signifikan pada baterai Reno3 Pro dibandingkan model standarnya. Smartphone ini kini ditopang baterai 4,025 mAh dengan dukungan VOOC 4.0 bertenaga 30W. Lantas, bagaimana daya tahan dan kecepatan charging-nya?
Untuk daya tahan, kami menggunakan aplikasi PCMark Work 2.0 battery Life. Dalam pengujian ini, smartphone memperoleh catatan waktu 13 jam 28 menit dengan baterai tersisa 19%.

Waktu yang diperoleh bisa diartikan sebagai screen on-time yang didapat smartphone. Bisa dibayangkan, apabila screen on-time sekitar 6 jam saja, bisa jadi Oppo Reno3 Pro bisa bertahan hampir seharian penuh.
{Baca juga: Oppo A52 Resmi Meluncur, Bawa 4 Kamera dan Baterai Besar}
Sementara untuk kecepatan charging, kami sengaja menghabiskan baterainya sampai 2%. Dari 2% sampai penuh, VOOC 4.0 30W bisa mengisi baterai 4,025 mAh selama sekitar 60 menit.
Bila dihitung, dalam waktu 10 menit, baterai telah terisi sekitar 20%. Sementara dalam waktu setengah jam, baterai telah terisi sebesar 60%. Kecepatan charging mulai menurun dari 90% ke 100%, karena dibutuhkan waktu sekitar 16 menit.
Secara overall, dalam uji performa Oppo Reno3 Pro kali ini, kami menilai bahwa smartphone memiliki kinerja yang mumpuni untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.
Reno3 Pro memiliki dapur pacu yang bertenaga untuk diajak multi-tasking sampai tugas yang berat. Selain itu, cepatnya VOOC 4.0 dalam mengisi baterai juga membantu pengguna untuk kerja secara efisien setiap harinya. Well done! (MF)









