šŸ“‘ Daftar Isi

One UI 2

Cerita di Balik Pengembangan One UI 2

Penulis:Bayu Sadewo
Terbit:
Diperbarui:14 Juni 2020
ā±ļø6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id, Jakarta – Samsung telah mengembangkan User Interface (UI) lebih lanjut menjadi ā€˜One UI 2’, yang diresmikan pada akhir tahun lalu. Ada banyak cerita dibalik pengembangannya, yang diungkap oleh para desainer Samsung.

User Interface atau UI berperan memberikan pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan perangkat smartphone-nya. Samsung pada tahun 2018 memperkenalkan sebuah versi yang ditingkatkan dari standar antarmuka yang disebut ā€˜One UI’.

Selain berupaya menjadikannya intuitif, konsisten, dan efektif, perancang UI mencoba merancang berdasarkan interaksi pengguna dalam menggunakan objek fisik sehari-hari agar UI lebih familiar.

{Baca juga: Rincian One UI 2.0 Bocor, Ungkap Konfigurasi Kamera 108MP}

Misalnya, pengguna mengubah halaman digital dalam e-book seperti halnya halaman fisik, atau menggeser kartu mereka ke atas pada aplikasi Samsung Pay dengan meniru cara mereka mengeluarkan kartu dari dompet mereka.

Ada banyal yang diperhatikan para desainer Samsung saat mengembangkan One UI 2. Kami akan menuliskan cerita hal-hal yang desainer perhatikan dalam menghadirkan UI terbaik.

Konsep One UI dimulai dengan ide untuk membantu pengguna yang sibuk saat ini agar tetap fokus dengan menyederhanakan interaksi di smartphone mereka. Salah satu desainer One UI Soyeon Lim menjelaskan bahwa proses mendesain antarmuka dilakukan berdasarkan konsep ā€˜kesederhanaan sehari-hari’.

ā€œOne UI dirancang untuk membantu pengguna fokus pada tugas-tugas penting dengan menghilangkan gangguan,ā€ ujar Soyeon Lim.

Sekarang, One UI telah dikembangkan lebih lanjut menjadi One UI 2, yang diresmikan pada akhir tahun lalu. Antarmuka yang ditingkatkan ini menggabungkan ikon-ikon dari One UI dalam gaya dan konfigurasi baru, termasuk warna dan gerakan yang diubah.

Selain itu, menurut Lim, One UI 2 membuat ikon lebih mencolok dengan nada warna dan gerakan yang berbeda, misalnya ketika ikon ā€˜pengaturan’ bergetar untuk memberi tahu pengguna bahwa pembaruan sedang berlangsung.

Kesederhanaan jadi prioritas utama

One UI 2

Kesederhanaan adalah prioritas utama bagi para desainer ketika mengembangkan One UI 2. Untuk itu, layar pop-up di bagian atas dan bawah layar dibuat lebih ringkas dan sederhana agar pengguna tidak terganggu ketika menggunakan fitur.

Aplikasi kamera juga telah disederhanakan untuk memastikan fungsi kamera tidak terhambat, dan mencegah pengguna terganggu ketika mereka sedang mengambil gambar.

Taehee Hwang, perancang UI untuk aplikasi kamera, menceritakan bagaimana membuat pengalaman pengguna lebih mudah.

ā€œMode standar untuk foto dan video dapat diakses di bagian bawah layar, sedangkan mode khusus seperti makanan dan pemandangan malam hari dapat diakses dengan menekan perlihatkan lebih banyak,ā€ jelas Taehee Hwang.

{Baca juga: Update One UI 2 Segera Dirilis, Apa yang Baru?}

ā€œIni menyederhanakan apa yang ditampilkan di layar sehingga pengguna dapat berkonsentrasi mengambil gambar mereka,ā€ sambungnya.

HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

Nyaman di mata, jari bisa santai

One UI 2

Membuat interaksi pengguna lebih nyaman dan memfasilitasi penggunaan satu tangan juga menjadi langkah awal pengembangan One UI 2. Sedangkan One UI menetapkan bagian atas dan bawah layar sebagai area ā€˜melihat’ dan ā€˜interaksi’ secara berurutan.

Penempatan ikon disesuaikan di One UI 2 sehingga sebagian besar tugas dapat diselesaikan di area bawah layar. Selain itu, untuk tindakan yang memerlukan interaksi di bagian atas layar, gerakan jari yang tidak perlu diminimalisir untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan.

{Baca Juga:Ā Yeayy! Samsung Segera Rilis Galaxy S20 BTS Edition}

Prinsip yang sama diterapkan pada keyboard, sehingga memungkinkan bagi pengguna untuk melakukan tugas-tugas lain sambil menjaga jari-jari mereka di dalam area keyboard.

Misalnya, pengguna dapat mencapai bilah spasi lebih mudah dan menyentuh-gulir tanpa menggunakan kursor. Selain itu, pengguna dapat menggeser ke kiri atau ke kanan dengan dua jari untuk menghapus atau mengembalikan kata-kata.

Pengguna dapat menyesuaikan ukuran keyboard sesuai dengan ukuran tangan mereka dan mengklik panjang bilah spasi untuk menggerakkan kursor.

Fitur ā€˜mode gelap’ telah terbukti mengurangi ketegangan pada mata pengguna, dan One UI 2 telah memperluas jumlah aplikasi di mana aplikasi itu dapat diterapkan.

ā€œUntuk membuatnya lebih nyaman saat menggunakan perangkat dalam gelap, kami juga menerapkan filter gelap pada tampilan wallpaper latar belakang,ā€ ujar Lim.

{Baca juga:Ā Review Samsung Galaxy S20 Ultra: Smartphone Terbaik Tahun Ini}

Lim juga berbicara tentang upaya perancang untuk meredakan kelelahan mata. Terkait hal itu, sebuah algoritma telah digabungkan yang menganalisis gambar latar belakang pada layar kunci dan secara otomatis menunjukkan waktu dalam warna yang paling nyaman sebagai latar belakang.

HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

Lebih ringkas dan praktis

Fitur ā€˜Single Take’ hadir dalam One UI 2 pada Galaxy S20 untuk kemampuan menggunakan fitur ultra wide, Live Focus, dan video pendek untuk menghadirkan beragam jenis foto dan video, semuanya dengan sekali pemotretan.

ā€œKami mulai dengan mengajukan dua pertanyaan pada diri kami sendiri. Pertama, bagaimana kita bisa memastikan pengguna menikmati saat ini? Dan kedua, bagaimana kita bisa memberikan berbagai hasil hanya dengan sekali ambil?,ā€ jelas Hwang.

Sambil menjelaskan apa yang terjadi dalam pengembangan fitur, Hwang menjelaskan bahwa, karena fitur ini akan diperkenalkan pada Galaxy S20, Samsung memutuskan bahwa pesan bantuan harus ditampilkan ketika pengguna memasuki mode Single Take.

ā€œSelain itu, untuk memungkinkan pengguna melihat berbagai hasil secara bersamaan di layar yang sama, kami memperkenalkan jenis tampilan baru,ā€ sebutnya.

Fitur panggilan video juga semakin ditingkatkan dengan integrasi ā€˜Google Duo,’ aplikasi panggilan video Google. Suyeon Lee, perancang yang bertanggung jawab atas proses integrasi, menguraikan upaya perancang untuk meningkatkan kegunaan.

ā€œTujuan kami adalah agar tidak ada perbedaan nyata dalam kualitas suara antara panggilan video HD dan panggilan telepon biasa yang dilakukan pada perangkat Galaxy,ā€ ujar Suyeon Lee.

{Baca juga:Ā Samsung DeX di Galaxy S20 Ultra untuk #KerjaDirumah, Ini Caranya!}

Sementara Galaxy Z Flip mewakili gaya perangkat yang benar-benar baru dengan format revolusioner. Dengan demikian, pertanyaan tentang bagaimana memberikan kegunaan dan kenyamanan terbaik pada smartphone baru mengharuskan para desainer untuk berpikir ā€œout of the boxā€.

Hyungwoo Shin, perancang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan UI Galaxy Z Flip, menguraikan proses pengembangan UI pada smartphone layar lipat tersebut.

ā€œIni adalah jenis perangkat yang benar-benar baru. Kami tidak memiliki akses ke perangkat sampel mana pun yang dapat kami terapkan UI baru,ā€ papar Shin.

ā€œJadi kami harus mencetak layar, melampirkannya ke produk contoh serta melipat dan membuka lipatan perangkat untuk mengetahui cara terbaik untuk menerapkan One UI,ā€ sambungnya.

Ia menyebutkan, bahwa dalam mendesain UI khusus ini, para desainer memasukkan aspek ā€˜penutup layar’, yang memperluas antarmuka ke layar kecil di bagian luar ponsel yang memungkinkan pengguna untuk memeriksa waktu, membaca notifikasi dan mengambil foto selfie saat ponsel dilipat.

{Baca juga:Ā Samsung Galaxy Z Flip Review: Desain Futuristik, Performa Ciamik}

Upaya khusus dilakukan untuk mengembangkan UI untuk ā€˜Flex Mode’ Galaxy Z Flip, fitur yang membagi layar menjadi dua bagian ketika ponsel setengah dilipat dan diatur pada sudut 90 derajat. Shin menjelaskan bagaimana tim desain memenuhi faktor bentuk unik ini.

ā€œMerancang UI yang cocok untuk ponsel yang digunakan dalam Flex Mode menghadirkan tantangan nyata. Kami akhirnya menciptakan tata letak baru seperti UI yang terlihat pada ponsel lipat sebelumnya,ā€ ungkap Shin.

HALAMAN SELANJUTNYA ⇒

Mudah Diakses

Aksesibilitas berarti seberapa mudah digunakan dan tersedianya fitur-fitur perangkat bagi berbagai pengguna. Desainer One UI 2 bekerja untuk memberikan pengalaman yang sama-sama dapat diakses oleh semua orang – tanpa memandang usia atau disabilitas.

Dengan fitur seperti tema kontras tinggi, para desainer Samsung ingin meningkatkan kegunaan bagi pengguna yang memiliki keterbatasan penglihatan. Samsung juga berkonsultasi dengan pengguna yang memiliki kemampuan berbeda untuk menerima masukan tentang aksesibilitas.

Sebagai hasilnya, penyesuaian warna dan fitur kontras tinggi diimplementasikan dalam UI untuk memperluas kegunaan untuk pengguna yang memiliki kemampuan berbeda.

{Baca juga:Ā Samsung Galaxy Z Flip Unboxing: Inovasinya Keren, Pantes Mahal!!}

Perubahan ini juga mempermudah pengguna untuk mengakses fitur-fitur khusus dalam UI seperti Light Sensing, yang mendeteksi lampu terdekat dan getaran. Begitu juga Live Transcribe, yang menggunakan Bixby untuk mencatat pesan audio dan suara di sekitarnya.

Memuaskan pengguna

Karena kehadiran pertama dan kedua dari One UI adalah tentang membangun fondasi antarmuka, langkah-langkah selanjutnya akan lebih fokus dalam melayani pengguna individu.

ā€œKe depannya, One UI akan menawarkan lebih banyak konten yang disesuaika. Kustomisasi aktif akan dihadirkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna,ā€ ujar Lim.

Saat mereka melanjutkan pekerjaan pengembangan mereka, desainer One UI akan terus bekerja untuk menyediakan pengalaman yang sebaik mungkin bagi pengguna Galaxy. [HBS]