📑 Daftar Isi

3 Kekurangan Browser Safari yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih

3 Kekurangan Browser Safari yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Browser Safari memang dikenal karena hemat daya, terintegrasi baik dengan ekosistem Apple, serta proteksi privasi yang ketat. Namun, sebelum memutuskan beralih, ada tiga kekurangan browser Safari yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi alur kerja harian kamu.

Kekurangan utama yang paling mendasar adalah Safari hanya tersedia di produk Apple, sehingga tidak bisa melakukan sinkronisasi jika kamu memiliki perangkat non-Apple. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pengguna yang menggunakan perangkat dari berbagai merek secara bersamaan.

Dilansir dari BGR pada Minggu (9/8/2026), berikut tiga kekurangan browser Safari yang perlu kamu ketahui sebelum beralih dari browser lain.

1. Ekstensi Terbatas

Meskipun Safari mendukung ekstensi di berbagai perangkat Apple, pilihannya terbatas jika dibandingkan dengan Chrome dan Firefox. Selain itu, tidak ada cara untuk melihat versi lengkap dari ekstensi yang tersedia.

Permasalahan lain muncul karena ekstensi Safari tercampur di App Store umum. Saat mencari, kamu akan menemukan banyak aplikasi lain yang bermunculan kecuali mengetik kata kunci yang lebih spesifik di kolom pencarian. Hal ini tentu menyulitkan pengguna yang ingin menemukan ekstensi tertentu dengan cepat.

Namun, ada sisi positifnya. Karena ekstensi Safari tersedia melalui App Store, Apple sudah menyaring ekstensi yang mencurigakan. Meskipun demikian, jika kamu menggunakan ekstensi tertentu, ada baiknya cek terlebih dahulu apakah ekstensi tersebut tersedia di Safari guna menghindari hal-hal tak terduga.

2. Pembaruan Safari Terbatas

Berbeda dengan browser lain yang diperbarui secara mandiri dari platform-nya, perilisan dan pembaruan Safari jadi satu dengan pembaruan macOS. Hal ini juga berlaku pada Safari untuk Mac, iPad, atau vision Pro. Akibatnya, Safari seringkali terlambat mendapatkan fitur baru.

Keterbatasan lain yang perlu diperhatikan adalah kamu tidak bisa menyesuaikan tampilan sesuai gaya kamu. Opsi kustomisasi pada Safari di Mac sangat terbatas. Sebagai contoh, Safari tidak memberikan tema khusus dan hanya mengikuti tema bawaan dari sistem yaitu mode terang atau gelap.

Fitur lain seperti vertical tab atau split view juga tidak ada di Safari. Ini tentu menjadi kekurangan bagi pengguna yang terbiasa dengan fleksibilitas tampilan dari browser lain.

3. Minim Kompatibilitas

Sebagai web browser terdepan, Chrome menjadi standar utama bagi para pengembang untuk menguji kompatibilitas situs web dan aplikasi web. Hal ini membuat Safari seringkali mengalami masalah kompatibilitas dengan berbagai situs.

Situs web perusahaan internal, alat B2B lama, atau web kecil kadang mengalami masalah ketika dibuka di Safari. Bahkan, kerap muncul saran untuk menggunakan Chrome demi penggunaan yang lebih lancar. Ini menjadi pertimbangan penting terutama bagi pengguna profesional yang bergantung pada aplikasi web tertentu dalam pekerjaan sehari-hari.

Walaupun Safari memiliki fitur Web Inspector bawaan, kemampuannya masih terbilang terbatas jika dibandingkan dengan Chrome. Selain itu, Safari juga membatasi standar web tertentu demi keamanan dan privasi, khususnya terkait akses ke perangkat keras lokal.

Bagi kamu yang masih menggunakan browser lain dan ingin membandingkan, perlu diketahui bahwa setiap browser memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keamanan browser menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan, namun kompatibilitas juga tidak kalah penting untuk mendukung produktivitas harian.

Jika kamu aktif menggunakan perangkat Apple secara penuh, kekurangan browser Safari mungkin tidak terlalu terasa. Namun, bagi pengguna yang sering berpindah antara perangkat Apple dan non-Apple, keterbatasan sinkronisasi dan kompatibilitas bisa menjadi hambatan yang signifikan.

Sebelum beralih ke Safari, pastikan kamu sudah mempertimbangkan ketiga kekurangan di atas. Evaluasi kebutuhan dan alur kerja kamu sehari-hari untuk menentukan apakah Safari adalah pilihan yang tepat atau kamu lebih cocok tetap menggunakan browser lain.

Perlu diingat juga bahwa fitur iOS terbaru terus berkembang dan dapat memengaruhi pengalaman browsing secara keseluruhan. Namun, untuk saat ini, ketiga kekurangan browser Safari tersebut tetap menjadi pertimbangan utama sebelum kamu memutuskan untuk beralih.

Pada akhirnya, pilihan browser sangat bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna. Safari menawarkan integrasi yang mulus dengan ekosistem Apple dan privasi yang kuat, tetapi keterbatasan ekstensi, pembaruan, dan kompatibilitas menjadi harga yang harus dibayar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.