Telset.id – Adobe meluncurkan pembaruan besar untuk Firefly AI Studio, menghadirkan antarmuka yang “direimajinasikan” serta dua fitur baru bernama Elements dan Projects untuk meningkatkan konsistensi desain dan organisasi proyek. Pembaruan ini mulai tersedia dalam versi beta privat hari ini.
Firefly AI Studio yang pertama kali dirilis pada September 2023 ini kini mendapatkan pengalaman baru yang dirancang untuk memberikan “konteks persisten, aset yang dapat digunakan kembali, dan alur kerja yang terorganisir” di seluruh proyek pengguna. Tujuannya, memudahkan transisi dari tahap ide hingga desain siap produksi tanpa perlu berpindah aplikasi.
Dua fitur utama yang diperkenalkan adalah Elements dan Projects. Elements memungkinkan pengguna menyimpan karakter, lokasi, dan objek yang sudah dibuat agar dapat digunakan kembali di Firefly dan Firefly Boards. Pengguna bisa mengunggah gambar referensi karakter atau lingkungan, memberinya nama, lalu memerintahkan Firefly untuk menghasilkan adegan di “kamar Charlie” tanpa harus mengetik deskripsi panjang setiap kali.
Sementara itu, Projects berfungsi sebagai wadah yang menyimpan aset, hasil generasi, dan konteks kreatif dalam satu tempat. Fitur ini memudahkan pengguna mengatur pekerjaan dan melanjutkan proyek dari titik terakhir yang ditinggalkan.
Firefly AI Assistant Dapatkan Kemampuan Video dan Brand Kit
Asisten AI Firefly yang diluncurkan dalam versi beta awal tahun ini juga mendapat sejumlah alat dan fitur baru. Asisten ini kini dapat menghasilkan brand kit, termasuk logo dan palet warna, berdasarkan deskripsi nama perusahaan dan gaya yang diberikan pengguna.
Di sisi pengeditan video, hadir kemampuan baru seperti Quick Cut untuk merangkai klip menjadi draf pertama yang siap disempurnakan. Fitur ini sudah tersedia di aplikasi Firefly sejak Februari lalu. Asisten AI Firefly juga bisa menghasilkan storyboard untuk membantu memvisualisasikan proyek video, serta mengubah gambar menjadi konten video pendek.
Kemampuan pengeditan berbasis percakapan ini diharapkan membantu kreator memangkas tugas-tugas editing dan desain yang monoton, tanpa mengorbankan kendali kreatif. Pengguna bisa memulai proyek dengan asisten AI Firefly, lalu melakukan penyesuaian manual di Firefly atau aplikasi Creative Cloud lainnya.
Baca Juga:
Menurut Forest Key, wakil presiden Adobe untuk agentic AI bidang kreativitas dan produktivitas, Adobe bertujuan menjadikan Firefly sebagai “mitra kerja” yang lebih kolaboratif daripada alat yang menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia. “Apakah semua ini berujung pada orang yang hanya berbicara dalam bahasa Inggris ke perangkat? Bagi sebagian pengguna, tentu saja. Bagi pengguna lain, sama sekali tidak,” ujar Key kepada The Verge. “Kreativitas memiliki banyak jalur, dan idenya adalah agen dapat menyesuaikan diri dengan cara pengguna ingin bekerja.”
Pembaruan ini menjadi yang terbaru dari beberapa perubahan besar pada hub AI Firefly all-in-one milik Adobe sejak pertama kali diluncurkan. Dengan pendekatan baru ini, Adobe ingin memastikan Firefly dapat digunakan oleh berbagai tipe kreator, baik yang mengandalkan percakapan penuh maupun yang lebih suka kendali manual.
Bagi pengguna yang tertarik dengan ekosistem kreatif berbasis AI, persaingan semakin ketat. Beberapa kompetitor seperti DaVinci Resolve 21 juga menghadirkan fitur AI canggih. Adobe sendiri terus memperkuat posisinya dengan inovasi berkelanjutan di Firefly.
Kehadiran fitur Elements dan Projects menunjukkan pergeseran fokus Adobe dari sekadar alat generasi gambar menjadi platform manajemen kreatif yang lebih terintegrasi. Ini bisa menjadi nilai tambah bagi tim desain yang membutuhkan konsistensi aset di berbagai proyek.





Komentar
Belum ada komentar.