Telset.id – Jika Anda berpikir aplikasi “burung hijau” ini hanya tempat untuk belajar bahasa asing sambil menghindari notifikasi pasif-agresif, Anda perlu memikirkan ulang strategi Anda. Duolingo, platform edukasi yang telah menjadi fenomena global, baru saja melakukan langkah besar di ekosistem Android yang pastinya akan mengubah cara kita memandang papan catur digital.
Tepat pada 12 Februari 2026, Duolingo secara resmi memboyong mode Chess Player-vs-Player (PvP) ke perangkat Android. Langkah ini diambil setelah debut sukses fitur serupa di iOS pada akhir tahun 2025 lalu. Bagi pengguna di Indonesia, ini bukan sekadar pembaruan aplikasi biasa, melainkan sebuah undangan terbuka untuk mengasah otak dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.
Kehadiran fitur ini di Android menjadi sangat strategis mengingat dominasi perangkat tersebut di tanah air. Duolingo tampaknya sangat paham bahwa untuk menjangkau pasar Indonesia secara masif, Android adalah kunci utamanya. Kini, jutaan pengguna dapat langsung menjajal kemampuan berpikir kritis mereka melawan pemain nyata, bukan lagi sekadar melawan komputer yang terkadang terasa kaku.
Gamifikasi: Kunci Mengubah Catur Menjadi Candu
Mengapa catur? Dan mengapa sekarang? Jawabannya terletak pada data perilaku pengguna. Sebuah studi yang melibatkan siswa di Indonesia mengungkapkan fakta menarik: 75 persen responden merasa jauh lebih termotivasi dan terlibat ketika materi pembelajaran disajikan melalui pendekatan gamifikasi. Angka ini mencerminkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap format edukasi yang interaktif, meninggalkan metode konvensional yang kerap membosankan.
Duolingo tidak sekadar memindahkan papan catur fisik ke layar ponsel. Mereka menyuntikkan “Metode Duolingo” yang ikonik ke dalam permainan strategi tertua di dunia ini. Alih-alih memaksa pengguna menghafal teori pembukaan yang rumit, aplikasi ini menekankan pembelajaran melalui praktik langsung. Ini adalah pendekatan yang membuat kursus catur mereka terasa lebih ramah, bahkan bagi mereka yang belum pernah menyentuh bidak kuda sekalipun.

Dalam kursus ini, pengguna akan dipandu oleh Oscar, salah satu karakter pelatih catur di dalam aplikasi. Sekitar 75 persen materi disajikan dalam bentuk teka-teki cerdas yang dirancang untuk melatih penguasaan taktik dasar secara instan. Sisanya? Anda akan disuguhi permainan mini dan simulasi permainan penuh untuk menerapkan strategi yang baru saja dipelajari. Kurikulum ini disusun dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap, membimbing pemain dari sekadar tahu cara memindahkan bidak hingga mampu melakukan skakmat secara mandiri.
Baca Juga:
Menghapus Rasa Intimidasi dalam Kompetisi
Salah satu hambatan terbesar bagi pemula dalam bermain catur adalah rasa intimidasi saat harus berhadapan dengan lawan manusia. Irene Tong, Regional Marketing Manager Duolingo untuk Asia Tenggara, menyoroti hal ini sebagai fokus utama pengembangan fitur mereka. Menurutnya, temuan tim Duolingo menunjukkan bahwa bermain melawan orang lain kerap menjadi momok bagi sebagian pengguna.
“Kami melihat keterlibatan yang kuat dari para pembelajar yang mencoba mode Chess PvP di iOS. Dengan menghadirkannya ke Android, kami dapat menjangkau lebih banyak pengguna, terutama di pasar yang mengutamakan perangkat seluler seperti Indonesia,” ujar Irene Tong. Ia menegaskan bahwa ke depannya, timnya tengah menyiapkan pembaruan agar pengalaman PvP terasa lebih inklusif dan tidak menakutkan.
Untuk mengakses mode ini, caranya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka tab Matches dan memilih opsi “Play a Person”. Di sinilah kecerdasan sistem bekerja. Sistem akan memasangkan Anda dengan lawan yang memiliki tingkat kemampuan setara. Fitur ini memastikan bahwa Anda tidak akan “dibantai” oleh Grandmaster saat baru belajar melangkahkan bidak pion. Ini adalah penerapan teknologi yang mirip dengan bagaimana kualitas belajar dijaga agar tetap seimbang dan kompetitif.
Tong juga menambahkan konsep menarik mengenai “likuiditas” pertandingan. Dengan masuknya pengguna Android, kolam pemain akan menjadi jauh lebih besar. Hal ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tunggu (matchmaking) secara global, terutama bagi pemain yang nantinya mencapai peringkat ELO tinggi. Semakin banyak pemain, semakin cepat Anda mendapatkan lawan yang seimbang.
Ekspansi Besar dan Aktivasi di Jakarta
Duolingo tidak berhenti pada peluncuran fitur semata. Mereka telah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang ambisius untuk kursus Catur ini. Beberapa pembaruan yang tengah disiapkan meliputi fitur bermain bersama teman, ulasan permainan (game review) untuk menganalisis kesalahan, ekspansi ke platform web, serta pengembangan konten tingkat lanjut. Tujuannya jelas: menjadikan kursus Catur ini relevan bagi semua tingkat kemampuan, dari pemula hingga mahir.
Sebagai bentuk perayaan peluncuran ini, Jakarta dipilih sebagai lokasi aktivasi spesial. Bertempat di Taman Literasi Blok M pada 6–13 Februari, Duolingo menggelar pop-up Catur yang unik. Area ini disulap menjadi zona pembelajaran interaktif lengkap dengan papan catur raksasa. Pengunjung bahkan bisa bertemu langsung dengan King Duo, maskot burung hantu hijau versi catur, serta mengikuti tantangan teka-teki berhadiah.
Saat ini, kursus Catur Duolingo dapat diakses secara gratis di perangkat Android. Materi tersedia dalam enam bahasa utama dunia, yakni Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, dan Portugis. Bagi Anda yang ingin mengasah otak sambil bersosialisasi secara global, tampaknya sudah saatnya mengunduh pembaruan terbaru ini dan mulai meneriakkan “Skakmat!”.

