Telset.id – Pengguna tablet Android dari berbagai merek, terutama Samsung, melaporkan bug kritis pada browser Google Chrome yang membuat aplikasi tersebut tidak bisa dijalankan sama sekali. Masalah ini pertama kali mencuat di forum Reddit dan telah dikonfirmasi oleh perwakilan resmi Google yang sedang menyelidiki penyebabnya.
Menurut laporan yang dikutip dari PhoneArena pada 28 Mei 2026, pengguna dengan nama Reddit ExplodedSpaceToast melaporkan bahwa Samsung Galaxy Tab A11+ miliknya menolak membuka Chrome dan menampilkan pesan error bertuliskan, “You can have up to 5 windows.” Berbagai upaya seperti membersihkan cache, memaksa berhenti aplikasi (force stop), hingga melakukan restart paksa tidak berhasil mengatasi masalah tersebut.
Keluhan serupa kemudian dikonfirmasi oleh lebih banyak pengguna di kolom komentar unggahan Reddit tersebut. Menariknya, seorang perwakilan Google, yaitu Reesha yang menjabat sebagai Chrome Support Manager, ikut masuk ke dalam diskusi dan memberikan pernyataan resmi.
“Hey all, thanks for taking the time to help bring this to our attention. Our team is investigating reports of this behavior, and we need additional information to help find the cause,” tulis Reesha dalam forum tersebut.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Google sudah mengetahui masalah tersebut dan sedang berupaya mencari solusi. Namun, hingga saat ini belum ada perbaikan resmi (official fix) yang dirilis. Sebagai solusi sementara, pengguna tablet Android disarankan untuk beralih menggunakan browser lain.
Tidak Terbatas pada Tablet Samsung Saja
Meskipun sebagian besar laporan datang dari pengguna Galaxy Tab, bug ini ternyata tidak eksklusif terjadi pada perangkat Samsung. Bug serupa juga telah terdeteksi pada tablet dari merek Xiaomi dan Lenovo. Hal ini mengindikasikan bahwa akar permasalahan tidak terkait dengan versi spesifik dari sistem operasi Android atau build Chrome tertentu, melainkan merupakan masalah yang lebih besar dan mendasar.

Bagi pengguna yang tidak sabar menunggu pembaruan resmi, ada kabar baik. Beberapa pengguna melaporkan bahwa melakukan uninstall Chrome lalu menginstalnya kembali berhasil mengatasi masalah tersebut. Metode ini layak dicoba sebagai langkah awal sebelum Google merilis patch perbaikan. Sementara itu, penggunaan browser alternatif menjadi rekomendasi utama.
Rekomendasi Browser Alternatif
Ada banyak alternatif browser yang bisa digunakan, dan sebagian besar menggunakan mesin Chromium sehingga pengalaman menjelajahnya hampir sama dengan Chrome. Beberapa opsi populer termasuk Opera dan Mozilla Firefox. Bagi yang mengutamakan privasi, ada browser seperti Brave dan Tor. Sementara itu, pengguna yang menginginkan browser ringan bisa mencoba Vivaldi dan Chromite.

Meskipun menjengkelkan, bug ini bisa menjadi kesempatan bagi pengguna untuk mencoba browser baru yang mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan. Bagi yang penasaran dengan perkembangan teknologi lain, Anda bisa membaca artikel tentang Tesla Akui HW3 yang juga mengalami masalah serupa dengan pembaruan sistem.
Di luar dunia browser, industri game juga tak kalah menarik. Pendaftaran turnamen CODM Major Series Season 5 telah dibuka dengan total hadiah fantastis. Sementara itu, pengembang game juga mulai memikirkan ulang arah teknologi, seperti yang dibahas dalam artikel tentang Unreal Engine 6 yang memprioritaskan evolusi sistem.
Dari sisi keamanan digital, ada pula kekhawatiran tentang Bahaya Pola Bahasa AI yang bisa memengaruhi cara manusia berkomunikasi. Semua ini menunjukkan bahwa dunia teknologi selalu penuh dengan perubahan dan tantangan.
Baca Juga:
Kembali ke masalah Chrome, yang jelas Google sedang mengerjakan perbaikan. Namun, tidak ada kepastian kapan update tersebut akan dirilis. Sampai saat itu tiba, pengguna tablet Android disarankan untuk bersabar dan menggunakan browser alternatif. Setidaknya, ada sisi positif dari kejadian ini: kesempatan untuk mencoba sesuatu yang baru.





Komentar
Belum ada komentar.