Tampilan antarmuka aplikasi benchmark Geekbench 7

Geekbench 7 Resmi Rilis, Hadirkan Pengukuran Performa Lebih Realistis

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Primate Labs merilis Geekbench 7 dengan pembaruan signifikan pada metode pengujian.
  • Benchmark multi-core kini meniru perilaku aplikasi nyata, tidak memaksa semua inti CPU bekerja.
  • Menambahkan beban kerja media baru seperti encoding AV1, kompresi audio Opus, dan live captions AI.
  • Benchmark Game Physics baru berdasarkan Jolt Physics Engine untuk akurasi gaming.
  • GPU benchmark direvitalisasi dengan fokus pada machine learning dan content creation.
  • Dukungan untuk API CUDA Nvidia ditambahkan.
  • Dataset benchmark diperbarui dengan file yang lebih besar dan kompleks.
  • Geekbench 7 Pro tersedia dengan diskon 20% hingga 6 Agustus.

Telset.id – Primate Labs resmi merilis Geekbench 7, versi terbaru dari aplikasi benchmark lintas platform yang populer. Pembaruan ini menghadirkan berbagai peningkatan signifikan pada metode pengujian, menjanjikan hasil yang lebih akurat dan relevan dengan penggunaan sehari-hari di perangkat modern.

Versi terbaru ini memperkenalkan beban kerja (workload) baru dan yang telah ditingkatkan untuk merepresentasikan performa CPU dan GPU terkini di berbagai platform utama, termasuk Android, iOS, Windows, macOS, dan Linux. Sama seperti versi sebelumnya, Geekbench 7 tersedia gratis untuk penggunaan pribadi.

Salah satu perubahan terbesar ada pada pengujian multi-core. Kini, benchmark multi-core tidak lagi memaksa setiap beban kerja untuk menggunakan semua inti CPU yang tersedia. Sebaliknya, pengujian akan meniru perilaku aplikasi di dunia nyata. Sebagai contoh, tes browser HTML5 dikecualikan dari paket multi-core karena browser web umumnya menggunakan satu atau sedikit thread. Geekbench 7 hanya akan menjalankan benchmark dalam mode multi-threaded jika aplikasi nyata yang dimodelkan juga menggunakan banyak thread.

Pendekatan baru ini memungkinkan Geekbench 7 memberikan indikasi performa sistem keseluruhan yang lebih realistis. Pengguna tidak lagi melihat skor multi-core yang tinggi secara artifisial dari beban kerja yang sebenarnya tidak memanfaatkan banyak inti secara efisien.

Selain itu, Geekbench 7 menghadirkan serangkaian beban kerja media baru yang dirancang untuk mengevaluasi bagaimana CPU modern menangani tugas multimedia sehari-hari. Tugas-tugas tersebut meliputi encoding video AV1 untuk berbagi layar selama panggilan video, mengompresi audio menggunakan codec Opus untuk aplikasi seperti perekam suara dan podcast, serta mendekode audio dan video sambil menghasilkan teks langsung (live captions) menggunakan model pengenalan suara OpenAI Whisper.

Beban kerja ini diklaim lebih baik dalam merepresentasikan tugas-tugas seperti konferensi video, streaming konten, dan konsumsi media. Ini menjadi kabar baik bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas tersebut di perangkat mereka.

Benchmark Game Physics baru juga ditambahkan, yang didasarkan pada mesin Jolt Physics yang digunakan dalam game modern. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengukuran performa CPU yang lebih akurat dalam skenario game berat secara fisika.

Pembaruan ini juga meningkatkan beban kerja Photo Editor dengan operasi editing yang lebih kompleks dan memperluas tes Photo Library untuk mendukung format gambar yang lebih baru seperti JPEG XL dan DNG.

Di sisi GPU, benchmark telah direvitalisasi untuk tidak hanya fokus pada gaming, tetapi juga memberikan penekanan lebih besar pada beban kerja machine learning dan content creation. Tes baru akan mengukur tugas-tugas seperti pelacakan wajah real-time dan efek filter untuk aplikasi media sosial, peningkatan skala gambar menggunakan AI, serta pemburaman latar belakang selama konferensi video. Selain itu, pembaruan ini menambahkan beban kerja GPU baru untuk pemrosesan gambar RAW, grading warna video berbasis LUT, path tracing, dan simulasi fluida.

Geekbench 7 juga akan mendukung API CUDA milik Nvidia, selain OpenCL, Vulkan, dan Metal. Dukungan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan benchmark GPU Nvidia menggunakan API yang sama yang digunakan dalam berbagai aplikasi profesional dan AI.

Terakhir, untuk mengimbangi beban kerja modern yang semakin berat, dataset benchmark telah diperbarui untuk mencerminkan file yang lebih besar dan kompleks yang biasa digunakan pengguna saat ini. Misalnya, tes File Compression kini menyertakan campuran arsip yang lebih luas berisi source code, object code, dan dokumen teks, sementara beban kerja PDF Viewer memproses berbagai file yang lebih luas, mulai dari peta taman hingga dokumentasi teknis dan makalah akademis.

Bagi penggemar teknologi yang ingin menguji perangkat terbaru, kehadiran Geekbench 7 menjadi tolok ukur yang lebih relevan. Informasi bocoran performa chipset seperti yang terlihat pada Xiaomi 17T atau Redmi K90 Max yang muncul di Geekbench sebelumnya, kini akan diuji dengan standar yang lebih baru dan ketat.

Geekbench 7 Pro, yang ditujukan bagi para antusias dan profesional IT, juga tersedia dengan diskon 20% hingga 6 Agustus mendatang.

Dengan berbagai pembaruan ini, Geekbench 7 menawarkan cara yang lebih akurat dan relevan untuk mengukur performa perangkat, mencerminkan bagaimana pengguna benar-benar menggunakan komputer dan ponsel mereka sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.