Telset.id – Google Maps resmi memperluas kemampuan fitur Ask Maps dengan serangkaian pembaruan besar. Pembaruan paling utama adalah kemampuan untuk memesan makanan langsung dari aplikasi, sebuah langkah yang mengubah cara pengguna berinteraksi dengan layanan navigasi tersebut.
Fitur Ask Maps yang ditenagai Gemini ini pertama kali diluncurkan pada bulan Maret lalu. Kini, pengguna dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menemukan restoran yang buka di sepanjang rute perjalanan dan langsung memesan menu yang diinginkan.
Dengan hanya memberi tahu Ask Maps apa yang ingin dimakan, fitur ini akan mencari restoran yang masih buka dan menyajikan hidangan yang sesuai dengan keinginan pengguna. Setelah memilih restoran, Ask Maps dapat menambahkan hidangan yang dipilih langsung ke keranjang belanja sehingga pengguna tinggal meninjau dan menyelesaikan pemesanan.
Fitur pemesanan makanan ini diluncurkan dengan menggandeng mitra seperti Square dan Toast, sementara Uber Eats akan menyusul dalam waktu dekat. Hal ini diungkapkan dalam blog resmi perusahaan mengenai pembaruan tersebut.
Selain pemesanan makanan, Ask Maps juga kini dapat membantu pengguna menemukan informasi tentang hotel dan acara lokal. Fitur ini mampu membandingkan harga secara real-time dan memeriksa ketersediaan kamar atau tiket, lengkap dengan tautan untuk memesan hotel atau membeli tiket acara.
Pengguna juga dapat menghubungkan Ask Maps ke Gmail secara aman melalui fitur Personal Intelligence. Jika terhubung, Ask Maps akan mengetahui jadwal penerbangan atau reservasi makan malam yang akan datang dari email pengguna. Informasi ini memungkinkan Ask Maps memberikan rekomendasi tempat di sekitar berdasarkan reservasi hotel yang dimiliki pengguna.
Perlu dicatat, koneksi ke Gmail ini tidak aktif secara default. Pengguna harus mengaktifkannya secara manual melalui pengaturan.
Fitur Transit dan Kontribusi Komunitas
Ask Maps kini juga mendukung pembaruan langsung untuk transportasi umum. Widget transit baru akan memberi tahu pengguna tentang keterlambatan terkini untuk bus, kereta, kereta bawah tanah, atau feri yang mereka tumpangi.
Fitur ini menjadi sangat berguna bagi pengguna harian transportasi umum yang membutuhkan informasi akurat dan real-time tentang jadwal keberangkatan.
Selain itu, pengguna kini dapat memberikan saran pengeditan Maps dalam bentuk percakapan dengan Ask Maps. Misalnya, pengguna dapat mengunggah foto papan nama toko untuk mengubah jam operasional bisnis tersebut. Pengguna juga bisa memberikan tips seperti “parkir lebih banyak tersedia di belakang bangunan” dan Maps akan menampilkan informasi ini kepada pengguna lain.
Kemampuan ini membuka peluang bagi pengguna untuk berkontribusi secara lebih aktif dalam menjaga akurasi data Maps, termasuk mengatasi masalah storage yang sering dikeluhkan.
Baca Juga:
Jika pengguna mengaktifkan riwayat percakapan, Ask Maps akan mengingat percakapan sebelumnya dengan pengguna. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melanjutkan percakapan dari titik terakhir kali mereka berhenti.
Fitur widget transit langsung, respons yang dipersonalisasi, dan memori percakapan sebelumnya sudah mulai diluncurkan di semua wilayah tempat Ask Maps tersedia.
Sementara itu, pemesanan makanan, penemuan hotel dan acara, serta kontribusi percakapan baru tersedia di Amerika Serikat saja, dengan rencana perluasan ke lebih banyak negara seiring waktu.
Pembaruan ini menandai langkah signifikan Google dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam layanan peta mereka. Dengan kemampuan memesan makanan, menemukan hotel, hingga berkontribusi pada data peta, Ask Maps bertransformasi menjadi asisten perjalanan yang lebih komprehensif.
Bagi pengguna yang sering bepergian, fitur-fitur baru ini dapat menghemat waktu dalam mencari restoran atau tempat menginap. Sementara bagi pengguna transportasi umum, widget transit langsung memberikan informasi keterlambatan yang sangat berharga.
Google tampaknya serius mengembangkan Ask Maps sebagai pusat layanan berbasis lokasi yang tidak hanya membantu navigasi, tetapi juga memfasilitasi transaksi dan interaksi pengguna dengan lingkungan sekitar.
Ke depannya, dengan perluasan ketersediaan ke lebih banyak negara, fitur-fitur ini berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna global. Namun, belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran di Indonesia atau negara Asia Tenggara lainnya.
Integrasi dengan Gmail melalui Personal Intelligence juga menunjukkan arah pengembangan AI yang lebih personal dan kontekstual. Dengan memahami jadwal penerbangan dan reservasi pengguna, Ask Maps dapat memberikan rekomendasi yang jauh lebih relevan dengan kebutuhan spesifik pengguna.
Pembaruan Ask Maps ini juga memperlihatkan bagaimana Google terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi AI generatif untuk meningkatkan pengalaman pengguna layanan peta mereka. Sebelumnya, Google juga telah menghadirkan berbagai fitur navigasi imersif untuk Android Auto.
Dengan semua pembaruan ini, Ask Maps semakin memperkuat posisinya sebagai fitur andalan Google Maps yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan pengalaman navigasi yang lebih cerdas dan personal.
Pengguna di Indonesia yang ingin mencoba fitur-fitur ini masih harus menunggu, karena peluncuran saat ini baru mencakup wilayah Amerika Serikat untuk fitur pemesanan makanan, penemuan hotel, dan kontribusi komunitas. Namun, fitur widget transit dan memori percakapan sudah tersedia di semua wilayah.
Google belum memberikan jadwal pasti kapan fitur-fitur ini akan hadir di pasar lain. Yang jelas, arah pengembangan Ask Maps menunjukkan komitmen Google untuk terus menghadirkan inovasi berbasis AI di layanan peta mereka.
Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan fitur Google Maps, pembaruan ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kemampuan untuk memesan makanan langsung dari aplikasi peta merupakan langkah besar dalam integrasi layanan.





Komentar
Belum ada komentar.