📑 Daftar Isi

Tampilan fitur kustomisasi wallpaper Google Messages yang akan datang

Google Messages Tambah Fitur Kustomisasi Wallpaper

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Google Messages sedang mengembangkan fitur kustomisasi wallpaper dan tema obrolan
  • Fitur "Chat themes" akan menggantikan opsi "Change colors" yang sudah ada
  • Pengguna bisa memilih wallpaper dari galeri bawaan atau foto pribadi
  • Fitur ini bertujuan memudahkan transisi pengguna Samsung Messages yang akan ditutup Juli 2026
  • Masih ada kendala pada latar belakang gelap (dark mode)
  • Diperkirakan akan dirilis untuk pengguna beta dalam waktu dekat

Telset.id – Google Messages bersiap menambahkan fitur kustomisasi wallpaper dan tema obrolan, sebuah langkah untuk memudahkan transisi pengguna setia Samsung Messages yang akan resmi ditutup di AS pada Juli 2026. Langkah ini diambil setelah Samsung mengesampingkan aplikasi pesan bawaannya sejak 2021.

Menurut laporan Android Authority yang dikutip oleh PhoneArena, Google sedang mengerjakan beberapa fitur personalisasi untuk aplikasi pesan default Android tersebut. Salah satu yang paling dinantikan adalah kemampuan untuk mengatur wallpaper kustom di setiap jendela obrolan.

Fitur ini diyakini akan menjadi jawaban atas keluhan pengguna yang selama ini menganggap tampilan Google Messages terlalu monoton. Dengan adanya opsi kustomisasi yang lebih luas, Google berharap dapat menyaingi tingkat personalisasi yang sebelumnya ditawarkan oleh Samsung Messages.

Fitur Kustomisasi yang Akan Hadir

Berdasarkan bocoran yang beredar, opsi “Change colors” yang sudah ada saat ini akan digantikan dengan menu baru bernama “Chat themes.” Melalui menu ini, pengguna dapat memilih palet warna unik untuk setiap percakapan, lengkap dengan wallpaper yang sesuai.

google messages customization

Pengguna nantinya bisa memilih wallpaper dari galeri bawaan yang disediakan Google, atau menggunakan foto pribadi sebagai latar belakang obrolan. Jika dirasa kurang cocok, pengguna dapat dengan mudah mengembalikan tampilan ke setelan default hanya dengan satu sentuhan.

Meskipun fitur ini dilaporkan sudah berfungsi dengan baik, masih ada kendala kecil saat diterapkan pada latar belakang gelap (dark mode). Google kemungkinan akan menyempurnakan aspek ini sebelum merilisnya secara luas ke pengguna beta.

Dampak bagi Pengguna Samsung Messages

Samsung Messages secara resmi akan berhenti beroperasi di Amerika Serikat pada Juli 2026. Keputusan ini sudah diantisipasi sejak Samsung mulai mengesampingkan aplikasi tersebut pada tahun 2021. Meskipun pengguna setia sempat protes, keputusan ini sudah tidak bisa dihindari.

Bagi para loyalis Samsung Messages, kehadiran fitur kustomisasi di Google Messages diharapkan dapat sedikit menghibur. Meskipun sulit untuk mereplikasi sepenuhnya “keajaiban” yang ditawarkan Samsung Messages, langkah Google membawa fitur serupa dinilai sebagai upaya yang tepat untuk memperlancar transisi.

Google Messages kini menjadi aplikasi pesan default bagi sebagian besar pengguna Android. Dengan posisi strategis ini, daftar fitur yang diinginkan pengguna tentu masih panjang. Namun, melihat kecepatan Google dalam merilis fitur-fitur baru, bukan tidak mungkin perusahaan akan segera beralih ke permintaan populer lainnya.

Beberapa fitur yang masih dinantikan pengguna antara lain opsi kustomisasi yang lebih ekstensif, mode pure black untuk hemat baterai pada layar OLED, serta pengingat untuk pesan yang belum dibaca. Google telah mengadakan polling untuk menjaring aspirasi pengguna mengenai fitur apa yang paling mereka inginkan selanjutnya.

google messages customization

Strategi Google Memperkuat Ekosistem

Langkah Google menambahkan fitur kustomisasi ini merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ekosistem aplikasi bawaannya. Seperti yang terlihat pada Googlebooks Murah Dijanjikan, perusahaan terus berinovasi untuk mempertahankan pengguna setia platformnya.

Dengan menjadikan Google Messages lebih menarik, Google berharap dapat mengurangi ketergantungan pengguna pada aplikasi pesan pihak ketiga. Terlebih lagi, dengan ditutupnya Samsung Messages, akan ada jutaan pengguna yang mencari alternatif aplikasi pesan.

Fitur kustomisasi wallpaper dan tema obrolan ini diperkirakan akan mulai dirilis untuk pengguna beta dalam waktu dekat. Belum ada informasi pasti mengenai jadwal rilis versi stabilnya, namun biasanya tidak akan memakan waktu terlalu lama setelah pengujian beta selesai.

Pengguna yang tidak sabar menunggu bisa mulai mempersiapkan koleksi foto pribadi mereka untuk dijadikan wallpaper obrolan. Atau, mereka bisa menunggu gallery wallpaper bawaan yang kemungkinan akan menampilkan berbagai pilihan desain menarik dari Google.

Bagi pengguna yang selama ini merasa bosan dengan tampilan Google Messages yang itu-itu saja, kabar ini tentu menjadi angin segar. Dalam waktu dekat, setiap percakapan bisa memiliki tampilan yang unik dan personal sesuai dengan karakter atau hubungan dengan lawan bicara.

Perlu dicatat bahwa fitur ini masih dalam tahap pengembangan. Ada kemungkinan perubahan sebelum dirilis secara resmi. Namun, melihat progres yang sudah mencapai tahap akhir, besar kemungkinan fitur ini akan segera hadir dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan lain dari Google, bisa menyimak berita tentang Insider Trading Polymarket yang melibatkan seorang insinyur Google.

Dengan tambahan fitur ini, Google Messages semakin siap menjadi aplikasi pesan all-in-one yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan secara visual. Pengguna kini punya lebih banyak alasan untuk beralih dan menjadikan Google Messages sebagai aplikasi pesan utama mereka.

Ke depannya, Google diprediksi akan terus menambahkan fitur-fitur baru untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Mulai dari peningkatan privasi, integrasi dengan layanan Google lain, hingga fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan yang semakin canggih.

Satu hal yang pasti, persaingan di dunia aplikasi pesan instan semakin ketat. Dengan langkah ini, Google menunjukkan keseriusannya untuk tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga pemimpin di segmen ini.

Bagi pengguna setia Samsung Messages yang masih merasa kehilangan, mungkin ini saatnya untuk mulai membuka hati dan memberikan kesempatan pada Google Messages. Dengan fitur kustomisasi yang semakin baik, transisi mungkin tidak akan serumit yang dibayangkan.

Terakhir, penting untuk selalu memperbarui aplikasi Google Messages ke versi terbaru agar tidak ketinggalan fitur-fitur anyar. Pastikan juga untuk memberikan masukan kepada Google melalui kanal feedback resmi agar fitur yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Bagi yang tertarik dengan isu keamanan dan privasi terkait aplikasi Google, bisa membaca laporan tentang Karyawan Google Didakwa dalam kasus insider trading.

Komentar

Belum ada komentar.