Telset.id – Google mulai mengubah sistem backup Android secara signifikan. Pembaruan ini memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas data apa saja yang diunggah ke cloud, sekaligus menambahkan opsi baru untuk menyimpan file lokal.
Perubahan utama mencakup dua arah yang berlawanan. Di satu sisi, Google menyediakan sakelar baru yang memungkinkan pengguna menghentikan unggahan beberapa jenis data ponsel secara individual. Di sisi lain, fitur Documents yang terpisah akan menyimpan file lokal ke Google Drive.
Kebijakan baru ini memungkinkan pengguna untuk mematikan backup untuk pesan, riwayat panggilan, dan pengaturan perangkat secara terpisah. Sebelumnya, kategori-kategori tersebut dicadangkan secara otomatis tanpa opsi untuk dipilih satu per satu.
Sakelar baru ini bergabung dengan sakelar per aplikasi yang sudah mulai muncul melalui layanan Google Play. Dengan adanya perubahan ini, pengguna tidak perlu lagi menonaktifkan seluruh sistem backup Android hanya untuk mencegah data tertentu diunggah.
Kontrol Backup yang Lebih Spesifik
Sakelar untuk pesan mencakup SMS, MMS, dan RCS, meskipun label yang ditampilkan hanya menyebutkan dua jenis pertama. Riwayat panggilan dan pengaturan perangkat juga mendapatkan kontrolnya masing-masing.
Ketiga kategori tersebut sebelumnya selalu dicadangkan secara otomatis. Menu baru ini memberikan pilihan yang lebih jelas kepada pengguna tentang data apa saja yang meninggalkan perangkat mereka.
Peluncuran fitur ini telah dimulai melalui Google Play services versi 26.25. Oleh karena itu, mungkin perlu waktu sebelum muncul di setiap ponsel yang kompatibel.
Cara Kerja Backup Dokumen
Sementara itu, opsi Documents bekerja dengan cara yang berbeda. Fitur ini mengunggah file lokal yang didukung ke Google Drive sesuai jadwal harian Android yang biasa.
Pengguna juga dapat memulai backup secara manual kapan pun mereka menginginkan salinan terbaru segera tersimpan. File-file tersebut akan muncul di Google Drive di dalam folder yang diberi nama sesuai perangkat.
Format yang didukung mencakup PDF dan dokumen Office umum, bersama dengan dokumen lain yang tersimpan di ponsel. Fitur ini tidak bekerja seperti sinkronisasi cloud langsung.
Perubahan yang dilakukan di Drive tidak akan memperbarui salinan di ponsel, dan pengeditan lokal tidak akan secara otomatis mengalir kembali ke versi yang tersimpan. Ini berarti pengguna harus menyadari bahwa Documents backup berfungsi sebagai cadangan satu arah, bukan sinkronisasi dua arah.
Dampak pada Penyimpanan Google Account
Semua data backup Android kini terhitung terhadap kuota penyimpanan Google Account. Google memperkirakan perubahan kebijakan ini akan menambah sekitar 40MB untuk rata-rata pengguna.
Namun, Documents backup dapat memakan lebih banyak ruang tergantung pada file yang disimpan secara lokal. File-file dienkripsi saat berpindah antara perangkat dan sistem Google.
Penting untuk dicatat bahwa mematikan Documents backup tidak akan menghapus apa pun yang sudah tersimpan di Drive. Pengguna yang ingin menghapus salinan tersebut masih harus melakukannya secara manual.
Bagi pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang keamanan data, informasi mengenai audit VPN gratis Android dapat menjadi referensi tambahan.
Implikasi bagi Pengguna Android
Perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengguna dalam mengelola data pribadi mereka. Dengan kontrol per kategori, pengguna dapat memilih untuk hanya mencadangkan data yang dianggap penting.
Fitur Documents backup juga memberikan solusi bagi pengguna yang ingin memiliki salinan file lokal di cloud tanpa harus bergantung pada sinkronisasi langsung. Ini sangat berguna untuk dokumen-dokumen penting yang jarang berubah.
Namun, pengguna perlu waspada terhadap penggunaan kuota penyimpanan. Dengan semua data backup kini terhitung, pengguna dengan kapasitas penyimpanan terbatas harus lebih selektif.
Google juga terus memperbarui berbagai layanan Android lainnya. Salah satu pembaruan terbaru adalah fitur Eclipsa Video Android 17 yang meningkatkan pengalaman menonton HDR.
Selain itu, perubahan pada aturan layanan Google juga memungkinkan data seluler Android berjalan di background, memberikan fleksibilitas lebih dalam penggunaan data.
Dengan peluncuran yang bertahap, pengguna disarankan untuk memeriksa pembaruan Google Play services secara berkala. Fitur-fitur baru ini akan memberikan kontrol yang lebih baik atas data pribadi dan penyimpanan cloud.





Komentar
Belum ada komentar.