📑 Daftar Isi

Logo Google Play dengan tombol play segitiga warna-warni di samping tulisan Google Play, dengan latar belakang putih polos.

Google Ubah Sistem Bayar Play Store, Bisa Lebih Murah?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Google mengumumkan perubahan sistem pembayaran di Play Store mulai 30 Juni 2026
  • Pengembang kini bisa mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran sendiri
  • Biaya layanan dipisah: service fee mulai 10% dan billing fee 5%
  • Perubahan ini hasil dari gugatan Epic Games terhadap Google
  • Pengguna perlu waspada karena pembayaran di luar Play Store tidak dilindungi refund Google
  • Belum ada jaminan harga akan lebih murah bagi konsumen

Telset.id – Google secara resmi mengumumkan perubahan besar pada sistem pembayaran di Google Play Store. Mulai 30 Juni 2026, pengguna di Amerika Serikat akan melihat opsi baru saat checkout: pengembang aplikasi kini dapat mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran mereka sendiri atau situs web mereka, berdampingan dengan sistem pembayaran bawaan Google.

Perubahan ini berpotensi menurunkan biaya yang harus dibayar pengguna untuk pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) di ponsel Android, seperti Google Pixel 10 Pro. Namun, apakah penghematan itu benar-benar akan sampai ke kantong pengguna? Artikel ini akan mengulas secara detail perubahan kebijakan Google Play Store tersebut.

Struktur Biaya Baru Google Play Store

Dalam pengumuman di Android Developers Blog pada 24 Juni 2026, Google memaparkan bahwa mereka memisahkan komisi lama menjadi dua bagian. Pertama, biaya layanan (service fee) yang dimulai dari 10% untuk pendapatan pertama pengembang sebesar $1 juta per tahun. Kedua, biaya penagihan (billing fee) sebesar 5% yang berlaku di AS, Inggris, dan EEA.

Yang penting dipahami, biaya penagihan 5% itu hanya berlaku jika pembelian menggunakan sistem Google Play Billing. Jika pengembang mengarahkan pengguna ke sistem pembayaran lain, biaya tersebut tidak perlu dibayarkan. Paul Feng, Wakil Presiden Google Play, menyatakan dalam posting blog tersebut, “Kami memisahkan biaya layanan dari biaya penagihan.”

Ini adalah langkah signifikan yang memberikan lebih banyak kelonggaran bagi pengembang. Namun, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah penghematan biaya dari pengembang akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih murah?

Latar Belakang Hukum di Balik Perubahan Ini

Perubahan kebijakan ini tidak terjadi begitu saja. Ini adalah hasil dari tekanan hukum yang panjang, terutama dari gugatan Epic Games. Seperti yang telah kami laporkan sebelumnya, seorang hakim memerintahkan Google untuk membuka akses Play Store dan mengizinkan pengembang mengarahkan pengguna ke metode pembayaran yang lebih murah di luar ekosistem Google.

Bagi pengguna iPhone, perubahan ini belum berlaku. Namun, regulator dan tekanan yang sama dari Epic Games juga sudah mulai mengincar App Store milik Apple. Langkah Google ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam industri aplikasi seluler global.

Dampak Langsung ke Dompet Pengguna

Meskipun perubahan ini terlihat positif, kenyataannya belum tentu semulus yang dibayangkan. Setelah putusan pengadilan tahun lalu yang memberikan hak kepada pengembang untuk menawarkan harga lebih murah di luar Play Store, sebagian besar harga aplikasi dan pembelian dalam aplikasi tidak berubah secara signifikan.

Ada satu hal yang perlu diwaspadai: ketika pengguna memilih untuk membayar di situs pengembang, mereka akan keluar dari sistem perlindungan Google. Artinya, mereka tidak lagi mendapatkan akses ke sistem refund Google Play Protect untuk pembelian tersebut. Google Play sendiri akan menampilkan layar peringatan sebelum pengguna diarahkan ke situs eksternal.

Dengan tanggal implementasi yang sudah dekat, yaitu 30 Juni 2026, dan pemotongan biaya yang nyata, perubahan ini terasa lebih seperti sistem yang benar-benar melonggar, bukan sekadar kepatuhan hukum. Harapannya, penghematan ini benar-benar sampai ke pengguna, bukan hanya ke spreadsheet perusahaan aplikasi besar.

Bagi pengguna yang penasaran, mereka bisa mulai memeriksa layar checkout di aplikasi favorit mereka setelah perubahan ini berlaku. Ini adalah perkembangan yang patut diikuti, terutama bagi mereka yang sering melakukan pembelian dalam aplikasi. Anda juga bisa melihat Diskon Google Pixel terbaru atau membandingkan dengan Chrome Isi Form Travel untuk pengalaman digital yang lebih baik.

Logo Google Play dengan tombol play segitiga warna-warni di samping tulisan Google Play, dengan latar belakang putih polos.

Sebagai kesimpulan, perubahan kebijakan Google Play Store ini adalah langkah maju yang signifikan dalam memberikan lebih banyak pilihan kepada pengguna. Namun, efektivitasnya dalam menekan harga akan sangat tergantung pada keputusan masing-masing pengembang aplikasi. Pengguna disarankan untuk tetap waspada dan membandingkan harga sebelum melakukan pembelian.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan teknologi terkini, Anda bisa membaca artikel tentang Investasi Google di A24 yang mungkin menarik bagi penggemar industri kreatif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.