Telset.id – Biaya berlangganan layanan streaming kini tercatat lebih mahal dibandingkan TV kabel. Temuan ini muncul dari laporan terbaru yang membandingkan harga sembilan layanan streaming paling populer saat ini dengan harga lima tahun lalu, di mana total biaya bulanan melonjak dari USD 95,91 menjadi USD 154,41.
Kenaikan ini membuat streaming yang dulu dianggap sebagai alternatif murah dari TV kabel justru berbalik arah. Menurut laporan The Hollywood Reporter, kenaikan harga layanan streaming telah melampaui laju inflasi, sementara harga TV kabel dan satelit hanya naik 3,9 persen pada periode yang sama.
Data dari HonestlyRanked yang dikutip TechRadar menunjukkan total biaya berlangganan sembilan layanan streaming meningkat 61 persen dalam lima tahun terakhir. Secara tahunan, pengguna kini harus merogoh kocek USD 1.852,92, atau naik sekitar USD 702 dibandingkan periode 2021-2023 yang berada di angka USD 1.150,92 per tahun.

Disney+, Apple TV+, dan Peacock Pimpin Kenaikan
Meski hampir semua platform menaikkan harga, tiga layanan mencatat kenaikan persentase tertinggi. Apple TV+ memimpin dengan kenaikan 200 persen, dari USD 4,99 menjadi USD 14,99 per bulan. Posisi kedua ditempati Disney+ dengan kenaikan 138 persen, dari USD 7,99 menjadi USD 18,99, disusul Peacock Premium Plus yang naik 100 persen, dari USD 9,99 menjadi USD 19,99.
Menariknya, Netflix dan Spotify yang kerap mendapat sorotan saat menaikkan harga justru tidak sekaku ketiga platform tersebut. Netflix Standard naik dari USD 13,99 menjadi USD 19,99, sementara Spotify Premium naik dari USD 9,99 menjadi USD 12,99. Spotify menaikkan harga pada awal tahun ini, disusul Netflix pada Maret.
Platform lain yang turut mengalami kenaikan meliputi Hulu No Ads dari USD 11,99 menjadi USD 18,99, HBO Max Standard dari USD 14,99 menjadi USD 18,49, Paramount+ dari USD 9,99 menjadi USD 13,99, dan YouTube Premium dari USD 11,99 menjadi USD 15,99.
Baca Juga:
Kenaikan Melampaui Inflasi
Selama 12 bulan terakhir, layanan streaming menaikkan harga sebesar 11,8 persen. The Hollywood Reporter mencatat kenaikan tahunan tertinggi terjadi pada 2023, ketika tarif naik 17,7 persen, sementara harga TV kabel dan satelit hanya naik 3,9 persen sebagai perbandingan.
Laporan tersebut juga menyebut bahwa layanan streaming telah “jauh melampaui inflasi”. Fakta ini menjadi perhatian tersendiri di tengah laju inflasi yang terus meningkat. Alasan yang kerap dilontarkan platform saat menaikkan harga adalah investasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna, namun kritik muncul ketika investasi tersebut justru diarahkan pada fitur seperti vertical video feed alih-alih peningkatan kualitas film dan acara.

Perbandingan harga ini menjadi relevan bagi pengguna yang tengah mempertimbangkan pindah dari TV kabel ke streaming. Berdasarkan data yang ada, tetap bertahan pada layanan TV kabel disebut sebagai pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan beralih ke streaming.
Bagi pengguna yang ingin memantau perkembangan harga perangkat dan layanan digital lainnya, informasi seputar produksi chip AI dan perangkat terbaru juga dapat menjadi pertimbangan dalam mengatur pengeluaran teknologi. Selain itu, kenaikan harga perangkat seperti Redmagic 8S Pro menunjukkan tren biaya teknologi secara keseluruhan yang terus bergerak naik.





Komentar
Belum ada komentar.