Telset.id – Pengguna Instapaper kini mendapatkan pembaruan masif yang mencakup website yang dibangun ulang dari awal, desain iOS yang direnovasi total, dan fitur AI Voices yang akhirnya hadir di Android. Pembaruan ini menjadi angin segar bagi pengguna setia yang mengandalkan aplikasi read-it-later ini untuk menyimpan artikel.
Setelah layanan Pocket mengalami penurunan, Instapaper menjadi alternatif utama yang banyak dipilih pengguna. Kini, perusahaan tersebut memberikan update besar yang patut disyukuri oleh para penggunanya. Instapaper membangun ulang situs webnya dari nol, mendesain ulang aplikasi iOS dengan tampilan Liquid Glass milik Apple, dan akhirnya menghadirkan AI Voices ke Android.
Mari kita uraikan apa saja yang baru dari pembaruan ini.
Website Instapaper yang Dibangun Ulang
Ini adalah kali kedua Instapaper menulis ulang situs webnya secara penuh sejak tahun 2008, jadi ini adalah masalah besar. Situs baru ini menambahkan tampilan membaca 3 kolom pada layar yang lebih besar, memungkinkan Anda menjelajahi dan membaca secara bersamaan. Jika itu bukan preferensi Anda, Anda dapat mematikannya dari menu profil.
Fitur multi-select Instapaper juga mendapatkan peningkatan serius. Anda sekarang dapat shift+klik untuk memilih rentang artikel, dan fitur Pilih Semua benar-benar memilih semuanya, bukan hanya yang terlihat. Ditambah dengan serangkaian pintasan keyboard untuk mengarsipkan, memberi tag, memindahkan, dan menghapus artikel, pengguna power akan sangat dimanjakan.
Instapaper juga mengklaim bahwa situs baru ini memuat lebih dari 60% lebih cepat, yang akan Anda rasakan begitu membukanya. Bagi yang khawatir dengan tata letak lama, Instapaper tetap mempertahankan versi sebelumnya di old.instapaper.com hingga akhir tahun 2026, sehingga tidak ada yang hilang dalam semalam.
Bagi Anda yang ingin menyimpan halaman website dengan mudah, Anda bisa mempelajari cara mudah simpan halaman website di smartphone.
Baca Juga:

Instapaper 10 untuk iPhone dan Android
Instapaper 10 mungkin merupakan desain ulang iOS terbesar aplikasi ini dalam lebih dari satu dekade. Aplikasi ini mengadopsi desain Liquid Glass milik Apple, menambahkan jumlah artikel ke setiap bagian, dan memungkinkan Anda mengurutkan folder dan tag sesuai keinginan.
Pembaruan ini juga menambahkan empat font bacaan baru, tampilan daftar artikel yang lebih ringkas, dan widget layar utama yang menampilkan bacaan saat ini dan penyimpanan terbaru Anda.
Pengguna Instapaper Android juga tidak ditinggalkan. Instapaper membangun ulang sistem text-to-speech dari dasar untuk akhirnya menghadirkan AI Voices ke Android, menyamai fitur yang telah dinikmati pengguna iOS selama beberapa waktu.
Hadirnya fitur AI di berbagai platform juga menjadi sorotan, mirip dengan bagaimana investasi AI Google yang melonjakkan laba namun membuat investor khawatir.

Antara situs web yang lebih cepat, aplikasi iOS yang didesain ulang, dan Android yang akhirnya mendapatkan AI Voices, pembaruan ini menyentuh setiap sudut Instapaper. Jika selama ini Anda menyimpan artikel untuk dibaca nanti tetapi tidak pernah membacanya, sekarang mungkin saatnya untuk benar-benar membuka aplikasi itu lagi.





Komentar
Belum ada komentar.