Telset.id – iTunes masih eksis hingga 2026, namun perannya sebagai pusat kendali media Apple telah berubah drastis. Aplikasi yang diumumkan Steve Jobs lebih dari seperempat abad lalu ini kini hanya tersisa dalam beberapa fungsi tambahan, sementara tugas utamanya telah terpecah ke berbagai aplikasi terpisah.
Di masa kejayaannya, iTunes menguasai sekitar 63% pasar unduhan musik digital berbayar di Amerika Serikat. Namun, kemunculan layanan berlangganan seperti Apple Music dan Spotify menjadi awal kemundurannya. Ironisnya, iTunes juga tumbuh menjadi aplikasi yang membengkak dan terlalu rumit dengan antarmuka tab yang sarat fitur.
Alih-alih hilang sepenuhnya, iTunes justru terfragmentasi. Musik berpindah ke aplikasi Music, film ke Apple TV, dan podcast ke Apple Podcasts. Yang lebih penting, sinkronisasi perangkat tidak lagi dilakukan melalui iTunes. Jika pengguna menghubungkan iPad atau iPhone ke Mac untuk backup atau restore, proses tersebut kini berlangsung di Finder, bukan iTunes.
Perpustakaan dan Pembelian Lama Masih Tersimpan
Kabar baiknya, pengguna tidak perlu akun iTunes terpisah untuk mengakses pembelian lama. Apple Account (sebelumnya Apple ID) terhubung dengan semua musik, film, musim TV, audiobook, dan konten lain yang pernah dibeli. Selama transisi dari iTunes account menjadi Apple ID dan kemudian Apple Account, perpustakaan pengguna tetap utuh selama kredensial login diingat.
Bagi pengguna Apple, aplikasi Music adalah penerus terdekat iTunes klasik. Aplikasi ini dapat memutar dan mengorganisasi trek yang dibeli, file bebas DRM, CD yang di-rip, serta musik lain yang diimpor selama bertahun-tahun. Perlu dicatat, langganan Apple Music tidak wajib untuk terus mendengarkan file yang sudah dimiliki. Langganan tersebut hanya menambahkan katalog streaming dan fitur cloud-library, terpisah dari pembelian musik atau penyimpanan file MP3, AAC, dan ALAC lokal.
Apple masih menyediakan iTunes untuk Windows dan pengguna dapat memakainya untuk media jika belum menginstal aplikasi Windows terbaru dari Apple. Setelah aplikasi Apple Music atau Apple TV dipasang di PC, aplikasi-aplikasi tersebut mengambil alih musik, film, dan acara TV. Sementara itu, Apple Devices App menangani sinkronisasi dan perangkat, dan iTunes tetap menjadi tempat untuk audiobook dan podcast gratis.
Baca Juga:
Di Mana iTunes Masih Berguna Saat Ini
Meski mengalami penyusutan fungsi, iTunes tetap eksis. Hanya saja, ia bukan lagi pusat komando universal untuk media dan kontrol perangkat Apple. Pengguna Windows masih dapat mengunduh aplikasi iTunes tradisional, mengelola media yang kompatibel, dan mengakses iTunes Store, seperti di masa lalu.
Pengguna iPhone dan iPad kini memiliki aplikasi iTunes Store sendiri. Berbeda dengan aplikasi Music, aplikasi ini menjadi pilihan utama untuk membeli musik, film, dan acara TV bagi mereka yang lebih suka memiliki unduhan daripada membayar langganan bulanan. Sementara itu, pengguna Mac masih bisa membeli musik dari iTunes Store melalui aplikasi Music, dan pembelian TV serta film kini berada di aplikasi TV.

Menariknya, album yang dibeli di 2026 dapat berdampingan di perpustakaan Music bersama file hasil rip CD dari tahun 2004. Tidak diperlukan langganan Apple untuk mengunduh pembelian agar lebih mudah didengarkan saat bepergian atau di area tanpa sinyal.
Dalam hal manajemen perangkat, iTunes hanyalah perangkat lunak legasi saat ini, setidaknya bagi pengguna macOS versi post-Mojave. Aplikasi Finder menangani manajemen perangkat dalam hal sinkronisasi kabel, backup, restore, dan pembaruan perangkat lunak. Di Windows, Apple Devices App memiliki fungsi yang sama.

Nama iTunes bertahan karena kebanyakan orang masih mengasosiasikannya dengan toko dan perpustakaan pribadi Apple. Namun, aplikasi aslinya hampir sepenuhnya hilang, dengan beberapa pengecualian kecil. Bagi pengguna yang ingin mengetahui strategi Apple terkini atau perkembangan produk terbaru, perubahan peran iTunes ini menjadi bagian dari transformasi ekosistem Apple secara keseluruhan.
Bagi pengguna setia yang masih memiliki koleksi musik digital lama, kabar baiknya adalah semua pembelian historis tetap dapat diakses. Tidak ada langganan tambahan yang diperlukan untuk menikmati kembali lagu-lagu yang pernah dibeli bertahun-tahun lalu. Cukup masuk dengan Apple Account yang sama, dan seluruh perpustakaan akan tersedia di aplikasi Music maupun iTunes di Windows.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana Apple bertransformasi dari model kepemilikan file menuju layanan streaming. Meski iTunes Store masih beroperasi dan memungkinkan pembelian konten, fokus utama Apple kini jelas berada pada layanan berlangganan. Namun, bagi mereka yang masih ingin memiliki file musik secara permanen, jalur pembelian melalui iTunes Store tetap tersedia hingga hari ini.





Komentar
Belum ada komentar.