📑 Daftar Isi

Tampilan antarmuka OxygenOS pada dua ponsel OnePlus yang berbeda

OxygenOS dan Realme UI Dihapus, Semua Beralih ke ColorOS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Laporan baru mengklaim OxygenOS dan Realme UI akan dihapus dan digantikan ColorOS
  • Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi agresif Oppo untuk menyatukan lini produk
  • Pengguna OnePlus dan Realme yang sudah memiliki ponsel tidak akan terpengaruh saat ini
  • Kerugian utama adalah hilangnya identitas perangkat lunak yang lebih ringan dan mendekati Android stok
  • ColorOS dinilai sudah mengejar ketertinggalan dari OxygenOS dalam beberapa tahun terakhir

Telset.id – Masa depan OxygenOS dan Realme UI kini berada di ujung tanduk. Laporan baru mengklaim bahwa Oppo berencana menghentikan kedua antarmuka tersebut dan menggabungkan seluruh perangkat OnePlus dan Realme ke dalam ColorOS.

Klaim ini datang dari sebuah laporan di India yang mengutip sumber internal yang memiliki akses langsung ke rencana Oppo. Alih-alih melakukan penyelarasan parsial seperti sebelumnya, OxygenOS dan Realme UI dilaporkan akan dihapus sepenuhnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi agresif yang dilakukan Oppo untuk menyatukan seluruh lini produknya.

Keputusan ini, jika benar, akan menjadi perubahan besar bagi pengguna setia OnePlus dan Realme. Kedua merek tersebut selama ini dikenal dengan antarmuka yang lebih ringan dan mendekati stok Android, berbeda dengan ColorOS yang memiliki lebih banyak kustomisasi. Bagi pengguna yang memilih OnePlus atau Realme karena identitas perangkat lunaknya, kabar ini tentu mengecewakan.

Perlu diingat bahwa OnePlus dan Oppo pernah mencoba menyatukan sistem operasi pada tahun 2021, namun langkah tersebut ditarik kembali setahun kemudian. Meskipun demikian, laporan terbaru ini selaras dengan sejumlah sinyal lain yang mengarah ke arah yang sama dalam beberapa bulan terakhir.

Kabar ini tidak muncul begitu saja. Baru-baru ini, toko online OnePlus di beberapa wilayah Eropa secara diam-diam mulai mengarahkan pelanggan ke Oppo. Hal ini memperkuat dugaan bahwa integrasi penuh sedang berlangsung.

Pengguna Galaxy atau Pixel tidak perlu khawatir karena Samsung One UI dan Google Stock Android tidak akan terpengaruh. Namun, bagi pemilik OnePlus dan Realme yang memilih merek tersebut karena antarmuka yang lebih mendekati stok Android, perubahan ini akan terasa signifikan. Identitas perangkat lunak yang menjadi ciri khas kedua merek tersebut dilaporkan akan hilang.

Ambil contoh OnePlus 15. Review kami mencatat bahwa desainnya sudah sangat mirip dengan Oppo Find X9 Pro. Dengan demikian, transisi perangkat lunak penuh bukanlah lompatan yang terlalu besar.

Apa Artinya Jika Kamu Memiliki Ponsel OnePlus atau Realme?

Jika kamu sudah memiliki ponsel OnePlus atau Realme, tidak ada yang berubah saat ini. Perangkat yang ada akan tetap menjalankan OxygenOS atau Realme UI seperti biasa, dan jadwal pembaruan seharusnya tidak berubah dalam waktu dekat.

Kerugian yang lebih besar, jika rencana ini terealisasi, adalah hilangnya identitas, bukan fungsi. OxygenOS membangun reputasinya dengan memberikan pengalaman yang lebih dekat ke Android stok dibandingkan kebanyakan antarmuka merek China lainnya. Menggabungkannya ke dalam ColorOS berarti perbedaan itu akan hilang secara diam-diam untuk perangkat masa depan, meskipun kualitas perangkat kerasnya tetap sama.

Menarik untuk dicermati bagaimana reaksi pasar terhadap langkah ini. Sebagian penggemar mungkin akan beralih ke merek lain yang menawarkan pengalaman Android stok, seperti Nothing atau Motorola. Sementara itu, pengguna yang lebih mementingkan fungsi daripada identitas mungkin tidak akan terlalu terganggu.

Jika kamu tertarik dengan perkembangan industri teknologi terkini, simak juga berita menarik lainnya dari kami.

Apakah Ini Benar-Benar Kabar Buruk?

Belum tentu. ColorOS telah menutup banyak celah dengan OxygenOS dalam beberapa tahun terakhir. Oppo bahkan telah mengirimkan fitur-fitur seperti Lockscreen Island ke ponsel OnePlug sebelum perangkat ColorOS miliknya sendiri mendapatkannya.

Namun, basis penggemar setia OnePlug secara spesifik memilih merek tersebut karena OxygenOS tidak terasa seperti ponsel Android dengan antarmuka yang berat. Hal ini lebih sulit untuk diatasi daripada sekadar mengubah menu pengaturan.

Jika laporan ini terbukti benar, akan lebih baik jika Oppo mempertahankan sebagian DNA ringan OxygenOS di dalam ColorOS daripada sekadar menutupinya dengan perubahan merek. Langkah ini bisa menjadi kunci untuk mempertahankan loyalitas pengguna yang sudah ada.

Selain itu, integrasi penuh ke dalam ColorOS dapat menyederhanakan pengembangan perangkat lunak dan mempercepat pembaruan keamanan untuk semua perangkat di bawah naungan Oppo. Ini adalah potensi keuntungan yang tidak boleh diabaikan.

Bagi yang ingin mengikuti perkembangan kisah OnePlus dan Realme, kami juga memiliki artikel lain yang membahas topik serupa.

Kesimpulannya, langkah Oppo untuk menghapus OxygenOS dan Realme UI adalah keputusan besar yang akan mengubah lanskap perangkat lunak Android. Meskipun ada potensi keuntungan dalam hal efisiensi, risiko kehilangan identitas merek dan basis penggemar setia adalah tantangan yang tidak boleh diremehkan. Waktu akan membuktikan apakah strategi ini berhasil atau justru menjadi bumerang bagi Oppo.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.