Telset.id β Pemerintah Indonesia berencana menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sehari dalam sepekan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pekerja swasta. Kebijakan ini ditujukan untuk efisiensi bahan bakar menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah.
Rencana ini mengindikasikan bahwa masyarakat perlu bersiap untuk beraktivitas kerja dari rumah. Sejumlah aplikasi digital dapat diandalkan untuk mendukung produktivitas selama WFH, mulai dari komunikasi hingga penyimpanan data. Aplikasi-aplikasi ini memungkinkan koordinasi efektif, rapat virtual, dan pengelolaan dokumen secara daring tanpa perlu bertemu fisik.
Berikut adalah beberapa aplikasi yang dapat menunjang pekerjaan selama penerapan WFH.
Zoom
Zoom tetap menjadi platform konferensi video daring paling populer. Aplikasi ini menawarkan fitur seperti panggilan video, berbagi layar, sesi tanya jawab, dan chat. Zoom dapat digunakan secara gratis dengan batasan rapat hingga 40 menit untuk maksimal 100 peserta.
Untuk fitur lebih lengkap, pengguna dapat berlangganan paket Pro seharga Rp226 ribu atau paket Business seharga Rp249 ribu. Popularitas Zoom selama periode WFH sebelumnya telah terdokumentasi dengan baik. Berkat WFH, aplikasi ini mengalami lonjakan pengguna signifikan.
Google Meet
Selain Zoom, Google Meet juga menjadi pilihan aplikasi konferensi video populer yang gratis. Layanan ini memungkinkan pertemuan daring hingga 24 jam untuk dua peserta, atau 60 menit jika peserta lebih dari dua. Google Meet terintegrasi dengan layanan Google lain seperti Gmail dan Calendar.
Aplikasi ini dapat dijalankan langsung melalui browser Chrome atau Firefox tanpa perlu instalasi. Keamanan data juga menjadi perhatian, dengan enkripsi real-time pada setiap rapat. Bagi yang membutuhkan pilihan lain, tersedia banyak aplikasi video call terbaik di pasaran.
Baca Juga:
Microsoft Teams
Microsoft menawarkan aplikasi komunikasi daring Microsoft Teams yang dilengkapi fitur chat, panggilan video, dan pengolahan dokumen. Integrasi dengan ekosistem Microsoft 365 memudahkan pengolahan dokumen secara langsung dan kolaboratif.
Fitur seperti tagging membantu menyorot pesan penting dalam obrolan grup yang cepat, memudahkan peserta yang terlambat bergabung untuk mengejar pembahasan.
Slack
Slack memfasilitasi diskusi, pengiriman pesan, dan file dalam satu platform. Dua fitur andalannya adalah channel untuk obrolan grup dan direct message untuk percakapan pribadi. Aplikasi ini cocok untuk tim yang lebih memilih komunikasi teks daripada video.
Slack juga memungkinkan tim membuat instansi dengan nama custom, seperti βapakabar.slack.comβ, memberikan kesan profesional pada ruang kerja digital.
Google Drive
Sebagai bagian dari ekosistem Google, Google Drive berfungsi untuk menyimpan file foto, dokumen, video, dan lainnya. Fitur berbagi folder memudahkan kolaborasi tugas. Kapasitas penyimpanan gratis yang ditawarkan adalah 15 GB.
Pengguna dapat meningkatkan kapasitas dengan berlangganan, mulai dari Rp26 ribu per bulan untuk 100 GB hingga paket dengan kapasitas lebih besar. Proses unggah file ke Google Drive tergolong mudah dan dapat dilakukan via desktop maupun ponsel.
Kesiapan infrastruktur digital, termasuk aplikasi pendukung dan konektivitas internet yang memadai, akan menjadi kunci kelancaran implementasi kebijakan WFH sehari dalam sepekan ini jika nantinya diresmikan.




