Grafik tren pendapatan dan unduhan aplikasi mobile India kuartal kedua 2026 dari Sensor Tower

Pendapatan Aplikasi India Capai Rekor USD 345 Juta di Q2 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pendapatan aplikasi mobile India capai rekor USD 345 juta di Q2 2026, naik 35% year-on-year
  • Pertumbuhan didorong AI, streaming, dan aplikasi produktivitas, bukan game
  • India catat pertumbuhan tercepat di antara pasar aplikasi utama global
  • ChatGPT dan Claude kuasai 83% pendapatan aplikasi AI India di Q2
  • Google One jadi aplikasi dengan pendapatan tertinggi di India
  • Revenue per download India naik 2x lipat dalam 3,5 tahun terakhir
  • Adopsi UPI dan dompet digital dorong pembelian dalam aplikasi
  • Appfigures catat perlambatan pertumbuhan setelah lonjakan AI

Telset.id – India mencatatkan rekor pendapatan konsumen sebesar USD 345 juta dari aplikasi mobile pada kuartal kedua 2026, tumbuh 35% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menandai perubahan besar dari status India sebagai pasar unduhan terbesar dunia menjadi pasar monetisasi aplikasi yang berkembang pesat.

Laporan terbaru dari Sensor Tower menunjukkan bahwa pendorong utama pertumbuhan pendapatan aplikasi di India bukan lagi game, melainkan kecerdasan buatan (AI), layanan streaming, dan aplikasi produktivitas. Konsumen India kini semakin bersedia membayar untuk langganan digital, sebuah pergeseran signifikan dari perilaku sebelumnya yang cenderung mengandalkan aplikasi gratis.

“Kami menggambarkan India saat ini sebagai pasar mobile yang berkembang pesat dengan basis pengguna besar dan kemauan yang meningkat untuk membayar layanan digital,” ujar Eve Chen, insights analyst di Sensor Tower, kepada TechCrunch.

Chen mengaitkan perubahan ini dengan adopsi luas pembayaran digital, termasuk Unified Payments Interface (UPI) yang memungkinkan pembayaran langsung dari rekening bank, serta dompet digital. Sistem ini telah mengurangi hambatan untuk pembelian dalam aplikasi (in-app purchase) sekaligus meningkatkan penerimaan terhadap langganan aplikasi dan layanan digital premium.

## Pertumbuhan Tercepat di Antara Pasar Utama

Pencapaian India menonjol di kancah global. Sensor Tower mencatat bahwa pertumbuhan pendapatan aplikasi India pada Q2 merupakan yang tercepat di antara pasar aplikasi utama dunia, dengan pendapatan konsumen kuartalan melampaui USD 200 juta. Sebagai perbandingan, Meksiko tumbuh 30% dan Turki 25%, sementara pendapatan aplikasi di Amerika Serikat justru turun 3% pada periode yang sama.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa India tidak lagi sekadar pasar dengan unduhan terbesar di dunia, tetapi juga muncul sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan monetisasi aplikasi tercepat,” kata Chen.

Rekor kuartal ini memperkuat tren jangka panjang monetisasi aplikasi di India. Pendapatan per unduhan (revenue per download) telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga setengah tahun terakhir, sementara jumlah unduhan aplikasi kuartalan tetap stabil di angka sekitar 6,3 miliar sejak 2023.

Meskipun demikian, India masih tertinggal jauh dari pasar aplikasi yang lebih matang. Pendapatan per unduhan di AS mencapai sekitar USD 4,60, Korea Selatan USD 3,90, dan Jepang USD 6,10, sementara India hanya mencapai sebagian kecil dari angka-angka tersebut. Namun Chen menegaskan bahwa lintasan pertumbuhan lebih penting daripada level absolut, dengan monetisasi India yang terus membaik menunjukkan ruang pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

## Dominasi AI dan Aplikasi Non-Gaming

Kecerdasan buatan menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di India. OpenAI dengan ChatGPT dan Anthropic dengan Claude secara bersama-sama menyumbang hampir 83% dari pendapatan aplikasi AI di India pada Q2, berdasarkan data Sensor Tower yang dibagikan ke TechCrunch.

Pertumbuhan pendapatan aplikasi India juga didorong oleh aplikasi non-gaming. Sensor Tower melaporkan bahwa kategori non-gaming menyumbang 68% dari pendapatan aplikasi mobile India pada paruh pertama 2026, naik dari 58% tiga tahun sebelumnya.

Grafik pendapatan dan unduhan aplikasi mobile India kuartal kedua 2026 dari Sensor Tower

Data terbaru juga menunjukkan bahwa aplikasi langganan global terus menjadi penerima manfaat terbesar dari peningkatan belanja aplikasi di India. Google One menjadi aplikasi mobile dengan pendapatan tertinggi di India selama kuartal tersebut. Platform streaming seperti Amazon Prime Video, Crunchyroll, Sony LIV, dan JioHotstar juga mencatat peningkatan belanja konsumen.

Menariknya, sektor game di India juga melawan tren global. Pendapatan game naik 3,7% dari kuartal sebelumnya meskipun terjadi penurunan di seluruh dunia, menurut Sensor Tower.

## Perlambatan Setelah Lonjakan AI

Perusahaan intelijen aplikasi Appfigures juga melihat pasar langganan aplikasi India terus tumbuh, meskipun lajunya melambat setelah lonjakan yang dipicu AI selama dua tahun terakhir. Pendapatan langganan masih meningkat, tetapi banyak kegembiraan awal seputar AI telah mereda.

“Jumlahnya masih mencengangkan,” kata Ariel Michaeli, pendiri dan CEO Appfigures, kepada TechCrunch. Appfigures memperkirakan ChatGPT menghasilkan sekitar USD 60.000 per hari di India dan menarik sekitar 1,8 juta unduhan selama sebulan terakhir, meskipun angka itu turun dari sekitar USD 80.000 per hari pada Oktober lalu.

Perkembangan pasar aplikasi India ini sejalan dengan dinamika ekosistem digital yang lebih luas. Adopsi pembayaran digital dan pertumbuhan layanan AI di India juga berdampak pada berbagai sektor teknologi, termasuk investasi perusahaan global di perusahaan AI perbankan dan peluncuran perangkat inovatif untuk pasar lokal.

Pasar smartphone India yang kompetitif juga menjadi fondasi pertumbuhan ekosistem aplikasi. Dominasi Samsung, Nothing, dan Google di pasar HP India pada Q2 2026 menunjukkan basis pengguna perangkat yang sehat untuk mendukung pertumbuhan belanja aplikasi.

Dengan pertumbuhan pendapatan per unduhan yang konsisten dan adopsi pembayaran digital yang meluas, India diposisikan untuk terus menjadi pasar aplikasi yang semakin menguntungkan. Meskipun masih tertinggal dari pasar matang seperti AS, Korea Selatan, dan Jepang dalam hal pendapatan per unduhan, lintasan pertumbuhan India menunjukkan potensi jangka panjang yang substansial.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.