📑 Daftar Isi

Ilustrasi konsep aplikasi media sosial Retro untuk berbagi foto dengan teman

Retro App: Media Sosial Khusus Teman Tanpa Algoritma

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Retro adalah aplikasi "friends-only photo journal" yang memungkinkan pengguna berbagi momen hanya dengan pengikut
  • Didirikan oleh Nathan Sharp, kreator fitur Stories di Instagram
  • Pengguna memilih frekuensi posting: harian, mingguan, atau bulanan dengan pengingat otomatis
  • Foto hanya bisa dipilih dari minggu berjalan untuk menjaga keaslian
  • Fitur "key" memungkinkan satu orang melihat seluruh jurnal foto (lebih banyak dengan Premium)
  • Tab Memories menarik foto dari kamera roll dengan navigasi roda unik
  • Retro Premium: $2/minggu, $5/bulan, atau $36/tahun dengan fitur video pendek dan unggahan tanpa batas waktu
  • Gratis 1 tahun Premium dengan 5 referensi teman, lifetime pass dengan 10 referensi
  • Tidak ada iklan dan bebas dari algoritma konten
  • Kelemahan utama: sedikit pengguna aktif di platform

Telset.id – Retro, aplikasi media sosial yang mengusung konsep “friends-only photo journal”, hadir sebagai alternatif bagi pengguna yang jenuh dengan algoritma konten yang menyesakkan. Aplikasi ini menawarkan pengalaman berbagi momen secara autentik, hanya untuk lingkaran pertemanan terdekat, tanpa iklan dan tanpa umpan tanpa akhir.

Retro didirikan oleh Nathan Sharp, yang sebelumnya meluncurkan dan memimpin fitur Stories di Instagram. Ide utamanya sederhana: pengguna diwajurkan untuk membagikan setidaknya satu momen dari kehidupan mereka setiap minggu, yang kemudian hanya ditampilkan kepada orang-orang yang mengikuti mereka. Konsep ini pada dasarnya mengembalikan esensi Instagram di masa awal, sebelum berubah menjadi mesin perburuan engagement.

Pada pengaturan awal, pengguna dapat memilih frekuensi berbagi foto, apakah harian, mingguan, atau bulanan. Aplikasi kemudian akan mengingatkan pengguna untuk mengunggah pada interval yang dipilih. Yang menarik, pemilih foto hanya mengizinkan pengguna untuk memilih gambar yang diambil pada minggu yang sama, sebuah fitur yang membantu mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan dan menjaga keaslian konten.

The Retro app icon on an iPhone.

Fitur Utama dan Cara Kerja Retro

Retro menarik metadata dari foto pengguna untuk menentukan kapan dan di mana foto tersebut diambil, dan informasi ini dapat ditampilkan di samping unggahan. Setelah mengumpulkan beberapa unggahan, pengguna dapat membuat album untuk mengorganisir foto-foto mereka. Pengguna dapat memilih font yang berbeda dan menambahkan gambar sampul untuk membuat album terasa lebih personal.

Album tersebut dapat dibagikan ke profil atau disimpan secara pribadi. Fitur ini paling baik digunakan ketika ada beberapa teman yang diundang sebagai kolaborator dalam sebuah album, sehingga ada kenangan yang bisa dibagikan bersama. Teman yang sudah ditambahkan di Retro dapat mengunjungi profil pengguna dan melihat foto-foto yang diunggah dalam empat minggu terakhir.

Fitur unik lainnya adalah kemampuan untuk memberikan “kunci” kepada seseorang, yang memungkinkan mereka untuk menelusuri seluruh jurnal foto pengguna. Namun, pengguna hanya bisa memberikan kunci kepada satu orang saja, kecuali jika berlangganan Retro Premium. Ada juga bagian DM (Direct Messages) di dalam aplikasi, serta tab Memories yang menjadi salah satu fitur paling menarik.

Tab Memories menarik gambar langsung dari rol kamera ponsel pengguna. Ini bekerja dengan baik, terutama bagi pengguna yang baru beberapa minggu menggunakan aplikasi dan belum memiliki cukup foto untuk mengisi linimasa yang bermakna. Alih-alih menggunakan navigasi tap-and-swipe biasa, Retro memungkinkan pengguna menjelajahi kenangan menggunakan roda yang bisa diputar untuk melompat mundur dalam waktu.

Harga dan Model Premium

Retro memiliki desain yang matang dan tidak menstimulasi berlebihan dengan umpan tanpa akhir yang digerakkan algoritma. Platform ini juga bebas dari iklan, yang terasa sangat menyegarkan. Untuk menjaga operasional, Retro menawarkan tier berbayar bernama Retro Premium.

Retro Premium memungkinkan pengguna mengunggah foto ke jurnal mereka sejauh yang mereka mau. Sementara tier gratis memiliki unggahan tanpa batas, hak berbagi dibatasi hanya untuk foto yang diambil pada minggu berjalan. Pengguna Premium juga dapat berbagi klip video pendek selain foto.

Seperti BeReal, Retro mengharuskan pengguna untuk mengunggah setidaknya satu foto per minggu untuk melihat apa yang diposting teman-teman mereka. Namun, pengguna Premium dapat melewati persyaratan ini. Fitur-fitur tersebut memang bagus untuk dimiliki, tetapi mungkin tidak cukup untuk membenarkan langganan bulanan. Satu-satunya keuntungan besar dari Retro Premium adalah kemampuan untuk memberikan kunci kepada banyak teman.

The author's profile on the Retro app.

Harga Retro Premium mulai dari $2 per minggu, $5 per bulan, atau $36 untuk satu tahun penuh. Pengguna juga bisa mendapatkan satu tahun Retro Premium gratis jika berhasil mengajak lima teman untuk bergabung. Retro bahkan menawarkan lifetime pass jika berhasil mereferensikan sepuluh teman.

Tantangan Media Sosial Khusus Teman

Meskipun menyenangkan untuk digunakan, ada satu masalah utama: Retro terasa seperti kota hantu. Dalam pengalaman penulis, hanya ada dua wajah familiar yang ditemukan di aplikasi tersebut. Tidak semua orang memiliki lingkaran sosial yang besar, dan ini menjadi tantangan tersendiri.

Namun, pengalaman setiap orang bisa berbeda. Di lingkaran pertemanan di mana aplikasi ini lebih dikenal, apa yang ditawarkan Retro terasa benar-benar menyegarkan. Bahkan jika tidak ada banyak aktivitas sosial di platform, Retro tetap menjadi tempat yang bagus untuk membangun jurnal foto pribadi yang bisa dikunjungi kembali berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

The messages section in the Retro app.

Retro juga menawarkan fitur unik untuk mengirim kartu pos cetak dari foto-foto terbaik ke teman-teman dengan harga $2 per kiriman. Ini menjadi cara yang berbeda untuk berbagi kenangan di luar platform digital.

Bagi pengguna yang mengharapkan Retro menjadi tempat untuk mengeksplorasi konten baru dan membuat koneksi baru, aplikasi ini bukan pilihan yang tepat. Namun, bagi mereka yang bersama beberapa teman sedang mencari cara untuk berbagi momen-momen kecil dalam hidup tanpa tersedot ke dalam aliran konten tanpa akhir, Retro layak dicoba.

Konsep media sosial yang lebih intim dan autentik seperti Retro muncul di tengah meningkatnya kesadaran pengguna akan dampak negatif algoritma. Sementara platform besar terus menambahkan fitur untuk meningkatkan engagement, sebagian pengguna justru mencari ruang yang lebih tenang dan personal. Fenomena ini juga terlihat di platform lain yang terus berinovasi, seperti pembaruan fitur yang dilakukan WhatsApp untuk meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk fitur pencarian pesan dan cara mengheningkan telepon dari orang tak dikenal.

Retro membuktikan bahwa masih ada ruang untuk inovasi di ranah media sosial yang mengutamakan koneksi manusia dibanding metrik engagement. Dengan desain yang thoughtful dan fokus pada keaslian, aplikasi ini menawarkan alternatif menarik bagi mereka yang merindukan era awal media sosial. Namun, kesuksesan jangka panjangnya akan sangat bergantung pada kemampuan untuk menarik lebih banyak pengguna, mengingat nilai sebuah platform sosial justru terletak pada jumlah orang yang aktif di dalamnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.