Telset.id – Perusahaan rintisan keamanan siber Savi Security resmi meluncurkan aplikasi pelindung konsumen dari penipuan berbasis kecerdasan buatan. Startup yang didirikan oleh Patrick dan Ryan Coughlin ini mengantongi pendanaan awal senilai $7 juta untuk mengembangkan teknologi deteksi penipuan real-time.
Aplikasi Savi Security hadir untuk merespons ancaman AI scam yang semakin canggih. Pendiri perusahaan, Patrick Coughlin, memiliki pengalaman pahit ketika ibunya hampir menjadi korban penipuan yang menggunakan suara tiruan saudara perempuannya. Dalam insiden tersebut, sang ibu menerima panggilan dengan ID penelepon yang menampilkan nama putrinya, lengkap dengan suara yang terdengar persis seperti korban.
Penipuan AI tersebut memanfaatkan teknologi kloning suara yang hanya membutuhkan tiga detik rekaman audio dari media sosial. Pelaku berhasil memalsukan nomor telepon, suara, hingga menyebutkan lokasi Walmart yang sering dikunjungi korban. Beruntung, ibu Patrick tetap tenang dan segera menghubungi putrinya untuk memastikan keselamatannya.
Menurut data Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), kerugian akibat penipuan identitas secara online mencapai $3,5 miliar pada tahun 2025. Angka ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2020. Riset dari Malwarebytes juga menunjukkan bahwa Gen Z menjadi target penipuan teks lebih sering dibandingkan generasi lain, dengan tingkat keberhasilan sekitar 25 persen.
Fitur Unggulan Savi Security
Savi Security menawarkan perlindungan komprehensif melalui pemantauan pesan teks, voicemail, dan panggilan masuk. Fitur paling unggul adalah live-call monitoring yang memungkinkan pengguna menambahkan agen langsung Savi sebagai pendengar selama panggilan berlangsung. Sistem ini akan menganalisis perilaku percakapan untuk mendeteksi tanda-tanda penipuan secara real-time.
Sebelum meluncurkan aplikasi berbayar, tim Savi Security telah menguji model deteksi AI mereka melalui situs gratis bernama Scam Wise. Platform tersebut menerima lebih dari 50.000 kiriman dalam empat bulan, dengan pertumbuhan sekitar 10.000 kiriman per minggu. Data ini digunakan untuk melatih model AI Savi yang saat ini sebagian besar menggunakan teknologi Google Gemini.
Aplikasi Savi Security tersedia untuk perangkat iPhone dan Android mulai hari Selasa. Model bisnisnya cukup unik dengan biaya berlangganan $8 per bulan atau diskon $63 per tahun untuk satu keluarga tanpa batasan jumlah pengguna. Satu paket dapat mencakup anak-anak, pasangan, orang tua, hingga anggota keluarga lain yang membutuhkan perlindungan.
Patrick Coughlin menjelaskan bahwa AI telah mengubah aksesibilitas menjadi seorang penipu. Teknologi kecerdasan buatan yang murah dan kuat memungkinkan pelaku kejahatan menargetkan konsumen biasa, tidak lagi terbatas pada perusahaan besar atau pemerintah. Biaya untuk melakukan penipuan menjadi sangat rendah, sementara bahan riset mudah didapatkan dari media sosial publik.
Baca Juga:
Pendanaan awal Savi Security dipimpin oleh Acrew Capital dengan partisipasi dari Magnify Ventures, TTCER, dan Resolute Ventures. Patrick Coughlin sebelumnya menjabat sebagai senior vice president of security products di Cisco setelah perusahaannya, TruSTAR, diakuisisi oleh Splunk seharga $82 juta pada Mei 2021. Sementara itu, saudaranya Ryan Coughlin memiliki pengalaman di Apple dan Spotify.
Savi Security memposisikan diri sebagai antivirus generasi baru yang menggunakan AI secara real-time, sama seperti yang digunakan oleh para pelaku kejahatan. Pendekatan ini menjadi penting mengingat semakin canggihnya modus penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.





Komentar
Belum ada komentar.