Telset.id – Spotify resmi meluncurkan fitur baru bernama “narrated articles” yang memungkinkan pengguna mendengarkan artikel majalah dalam format audio. Fitur ini diumumkan melalui siaran pers pada Selasa lalu dan langsung tersedia bagi pengguna Premium di sejumlah negara.
Fitur ini menjadi langkah terbaru Spotify dalam memperluas layanan di luar streaming musik. Sebelumnya, platform asal Swedia tersebut telah menghadirkan podcast, audiobook, hingga fitur chat antar pengguna. Kini, pengguna bisa mengakses lebih dari 650 artikel panjang dari berbagai majalah ternama yang telah dinarasikan secara profesional.
Daftar Mitra Penerbit dan Teknologi AI
Spotify mengonfirmasi bahwa tim internal Spotify Audiobooks bertanggung jawab atas produksi audio ini. Artikel yang tersedia berasal dari majalah seperti The Atlantic, Billboard, GQ, Pitchfork, Rolling Stone, Vanity Fair, dan WIRED.
Menariknya, tidak semua narasi dilakukan oleh manusia. Spotify mengakui bahwa sebagian artikel akan menggunakan AI untuk menghasilkan audio. Perusahaan tersebut menyatakan kepada TechCrunch bahwa setiap bagian artikel yang dinarasikan oleh AI akan diberi label khusus. Dengan begitu, pendengar bisa membedakan apakah suara yang didengar berasal dari manusia atau bot.
Ini bukan pertama kalinya Spotify bereksperimen dengan teknologi AI. Sebelumnya, perusahaan juga telah menghadirkan Fitur Terbaru berupa podcast personal yang didukung kecerdasan buatan.
Batas Waktu Dengar dan Biaya Tambahan
Spotify menetapkan bahwa durasi setiap artikel bernarasi tidak lebih dari dua jam. Namun, ada konsekuensi penting bagi pengguna Premium: artikel-artikel ini akan dihitung dalam batas waktu mendengar bulanan sebesar 15 jam.
Artinya, jika pengguna Premium biasa menggunakan kuota tersebut untuk mendengarkan audiobook, maka artikel bernarasi akan mengurangi sisa waktu yang tersedia. Sebagai contoh, mendengarkan artikel selama 90 menit akan menghabiskan kuota yang sama seperti mendengarkan audiobook dalam durasi yang setara.
Jika kuota habis, pengguna harus membeli “top-up” untuk melanjutkan mendengarkan. Sementara itu, pengguna gratis tetap bisa mengakses fitur ini, tetapi harus membayar biaya per artikel sebesar USD 1,99 tanpa memandang panjang pendeknya konten.
Baca Juga:
Alternatif Mendengarkan Artikel Tanpa Biaya
Bagi pengguna yang tidak ingin mengeluarkan biaya tambahan, ada alternatif yang bisa digunakan. Perangkat Mac atau iPhone, misalnya, memiliki fitur bawaan text-to-speech. Pengguna cukup menyorot teks, memilih opsi “Speech” di Mac atau “Speak” di iPhone, dan perangkat akan membacakan teks dengan lantang.
Berkat perkembangan AI generatif, kualitas suara dari fitur bawaan ini kini terdengar lebih alami dibandingkan generator teks-ke-suara generasi sebelumnya. Metode ini bisa menjadi solusi gratis bagi mereka yang sudah memiliki akses ke artikel yang ingin didengarkan.
Namun, perlu dicatat bahwa mendukung jurnalisme digital tetaplah penting. Jika pengguna merasa fitur ini bermanfaat, berlangganan langsung ke publikasi favorit juga merupakan opsi yang patut dipertimbangkan.
Dengan hadirnya fitur ini, Spotify semakin memperkuat posisinya sebagai platform audio serbaguna. Meski demikian, pengguna perlu bijak mengelola kuota mendengar bulanan agar tidak kehabisan waktu untuk konten favorit lainnya.





Komentar
Belum ada komentar.