Waze Dapatkan Fitur AI Gemini Baru dan Mode Motor

Waze Dapatkan Fitur AI Gemini Baru dan Mode Motor

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Google mengumumkan pembaruan signifikan untuk aplikasi navigasi Waze pada 13 Juli 2026. Pembaruan ini menghadirkan integrasi lebih dalam dengan AI Gemini dan mode berkendara khusus untuk pengguna sepeda motor.

Fitur terbaru Waze ini sudah mulai digulirkan secara global ke perangkat Android dan iOS. Dengan kecerdasan buatan Gemini, pengalaman navigasi menjadi lebih cerdas dan personal.

Integrasi Gemini di Waze sebelumnya sudah digunakan untuk fitur “conversational reporting” yang memungkinkan pengguna melaporkan insiden lalu lintas secara alami dengan suara. Kini, kemampuan tersebut diperluas ke area lain.

Fitur utama yang diperkenalkan adalah kemampuan Gemini untuk membantu pengguna menyarankan pembaruan peta. Pengguna cukup berbicara secara natural, misalnya “jalan ini ditutup di sini”, dan Gemini akan mengirimkan detail tersebut ke editor peta lokal Waze untuk diverifikasi dan diperbarui. Ini memudahkan kontribusi data pengguna tanpa proses manual yang rumit.

Selain itu, Gemini juga dapat membantu mencari tempat tujuan. Pengguna bisa mengetuk ikon pencarian suara sebelum memulai navigasi dan bertanya, misalnya, “kedai kopi terdekat yang buka”, “parkir dekat mal”, atau “SPBU dengan harga termurah”. Fitur pencarian suara ini sedang diluncurkan ke penguji beta Waze secara global di Android dan iOS.

Baca Juga:

Pembaruan besar lainnya adalah kehadiran mode motor (motorcycle mode) di Waze. Mode ini tersedia di Argentina, Brasil, Kolombia, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Filipina pada perangkat Android dan iOS. Google berjanji akan menambahkan lebih banyak negara dalam waktu dekat.

Mode motor menggunakan AI untuk menggabungkan “jalur pintas dan batasan kendaraan roda dua”. Mode ini juga menampilkan bahaya yang “rumit bagi pengendara”, seperti lubang di jalan, polisi tidur, jalur penyeberangan yang ditinggikan, ujung bahu jalan, dan jembatan sempit. Informasi ini sangat relevan untuk keselamatan pengendara motor.

Waze juga menghadirkan personalisasi navigasi yang lebih baik. Aplikasi akan menyarankan rute berdasarkan perjalanan sebelumnya. Pengguna yang tidak menyukai fitur ini dapat mematikannya di pengaturan aplikasi.

Fitur menarik lainnya adalah mode “less chatty” atau kurang banyak bicara. Mode ini meminimalkan jumlah perintah suara dan membuatnya tetap singkat, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada musik atau podcast. Meskipun demikian, Waze tetap memberikan pengingat penting tentang bahaya, belokan, dan perubahan jalur, namun dengan frekuensi yang lebih jarang.

Pembaruan ini menunjukkan komitmen Google untuk terus meningkatkan pengalaman pengguna Waze dengan teknologi AI. Bagi pengguna di Indonesia, fitur mode motor mungkin akan menjadi daya tarik utama mengingat tingginya jumlah pengguna sepeda motor.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang fitur-fitur lain yang tersedia, Anda dapat membaca artikel tentang Fitur Terbaru dari Waze dan Google Maps. Selain itu, ada juga informasi tentang Cara Hindari Macet menggunakan aplikasi ini.

Ke depannya, Google kemungkinan akan terus memperluas jangkauan mode motor ke lebih banyak negara dan menambahkan lebih banyak fungsi berbasis Gemini. Pengguna Waze di Indonesia tentu berharap fitur-fitur ini segera hadir secara resmi.

Dengan berbagai pembaruan ini, Waze semakin menjadi aplikasi navigasi yang adaptif dan fokus pada kebutuhan pengguna, baik pengendara mobil maupun motor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.