Telset.id – WhatsApp resmi memperkenalkan peningkatan signifikan pada sistem verifikasi dua langkah (two-factor authentication/2FA). Pengguna kini dapat mengganti kode PIN enam digit dengan kata sandi alphanumeric yang lebih kuat, sebuah langkah penting di tengah meningkatnya ancaman phishing dan peretasan akun.
Perubahan ini diumumkan oleh Meta pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dengan fitur baru ini, WhatsApp menjawab kebutuhan keamanan yang semakin kompleks di era digital. Sebelumnya, sejak fitur 2FA diluncurkan pada 2017, pengguna hanya bisa menggunakan PIN enam digit yang relatif mudah ditebak. Kini, kata sandi untuk verifikasi dua langkah minimal harus terdiri dari delapan karakter, termasuk satu angka dan satu huruf, dengan opsi menambahkan karakter khusus.
Pembaruan ini menjadi sorotan utama bagi pengguna yang selama ini menggunakan PIN sederhana seperti “123456”. WhatsApp secara eksplisit menyarankan pengguna dengan PIN lemah untuk segera memperbaruinya menjadi kata sandi yang kuat. Meskipun fitur ini bersifat opsional, keamanan tambahan ini sangat disarankan untuk melindungi akun dari upaya pengambilalihan.
Fitur Keamanan Baru Lainnya
Selain peningkatan 2FA, WhatsApp juga memperkenalkan dukungan untuk multiple passkeys pada satu akun. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang menggunakan WhatsApp di perangkat Android dan iOS secara bersamaan. Pengguna dapat menambahkan passkeys tambahan melalui pengaturan akun dengan navigasi ke Account > Passkeys.
Passkeys sendiri merupakan teknologi yang jauh lebih kuat dibandingkan kata sandi konvensional. Diluncurkan pertama kali oleh WhatsApp pada 2024, passkeys memungkinkan pengguna masuk ke akun menggunakan Face ID atau sidik jari. Metode ini menghilangkan ketergantungan pada kombinasi username dan password yang rentan terhadap serangan phishing. Dengan passkeys, penyerang memerlukan akses fisik ke perangkat pengguna untuk dapat mengakses akun, sehingga risiko peretasan jarak jauh menjadi jauh lebih kecil.
WhatsApp juga menambahkan fitur kontekstual untuk panggilan dari nomor yang tidak dikenal. Kini, pengguna Android akan melihat informasi tambahan seperti negara asal panggilan dan apakah mereka memiliki grup yang sama dengan penelepon. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengidentifikasi potensi penipuan atau spam sebelum mengangkat panggilan. Meta menyatakan bahwa perubahan ini dapat memudahkan pengguna dalam mengenali calon penipu.
Baca Juga:
Konteks Keamanan yang Semakin Ketat
Pembaruan keamanan ini datang di tengah meningkatnya upaya penguatan keamanan akun oleh berbagai aplikasi perpesanan seperti Signal dan Telegram. Serangan phishing dan percobaan peretasan yang semakin canggih menjadi perhatian utama industri. WhatsApp berupaya membuat keamanan akun lebih mudah diakses dan dipahami oleh pengguna sehari-hari.
Sebelumnya, sistem 2FA WhatsApp menggunakan PIN enam digit sebagai lapisan perlindungan tambahan untuk mencegah pengambilalihan akun, bahkan jika penyerang berhasil mendapatkan kode OTP (one-time passcode) pengguna. Dengan adanya opsi kata sandi alphanumeric yang lebih panjang dan kompleks, tingkat kesulitan untuk menebak kode verifikasi meningkat secara signifikan.
Pengguna yang ingin meningkatkan keamanan akunnya juga perlu mewaspadai berbagai modus penipuan yang beredar. Memahami modus penipuan umum dapat membantu pengguna menghindari jebakan yang mengancam keamanan data pribadi.
Daftar Pembaruan Terbaru
Fitur-fitur keamanan baru ini bergabung dengan sederet pembaruan yang telah diluncurkan WhatsApp dalam beberapa bulan terakhir. Pada akhir Juni, perusahaan meluncurkan fitur username yang memungkinkan pengguna berbagi profil tanpa mengungkapkan nomor telepon. Pada akhir Mei, Meta meluncurkan paket berlangganan untuk aplikasi perpesanan tersebut yang membuka fitur tambahan seperti kustomisasi profil, super reactions, story insights, dan lainnya. Paket WhatsApp Plus ini diluncurkan bersamaan dengan penawaran “Plus” serupa untuk Instagram dan Facebook.
Bagi pengguna yang ingin melindungi diri dari panggilan tidak diinginkan, WhatsApp juga menyediakan opsi untuk mengheningkan telepon dari orang tak dikenal. Fitur ini menjadi pelengkap yang baik bagi informasi kontekstual panggilan yang baru diperkenalkan.
Dengan adanya pembaruan keamanan ini, pengguna WhatsApp diharapkan dapat lebih proaktif dalam melindungi akun mereka. Kombinasi antara kata sandi 2FA yang lebih kuat, dukungan multiple passkeys, dan informasi kontekstual panggilan memberikan lapisan perlindungan berlapis yang signifikan. Meskipun fitur 2FA tetap opsional, tidak ada alasan kuat untuk melewatkan langkah keamanan tambahan ini, terutama bagi pengguna yang menyimpan data sensitif atau sering berkomunikasi melalui aplikasi.
Seiring dengan perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks, pembaruan ini menunjukkan komitmen WhatsApp dalam menjaga keamanan penggunanya. Fitur-fitur baru ini diharapkan dapat memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna dalam berkomunikasi sehari-hari.





Komentar
Belum ada komentar.