XChat Resmi Muncul di App Store, Isyaratkan Segera Rilis

XChat Resmi Muncul di App Store, Isyaratkan Segera Rilis

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Jika Anda mengira jagat aplikasi perpesanan sudah jenuh dengan WhatsApp, Telegram, dan Signal, bersiaplah untuk disergap pemain baru yang ambisius. XChat, aplikasi pesan mandiri dari platform X (sebelumnya Twitter), secara resmi telah muncul di App Store Apple. Bocoran terbaru mengindikasikan aplikasi ini akan tersedia untuk diunduh mulai 17 April 2026, menggenapi janji lama Elon Musk yang sempat tertunda.

Ini bukan sekadar pembaruan fitur obrolan langsung di dalam aplikasi X. XChat hadir sebagai aplikasi terpisah yang memungkinkan Anda mengobrol dan menelepon siapa pun pengguna X lintas perangkat. Ambisi Musk untuk menciptakan “aplikasi untuk segalanya” tampaknya memasuki babak baru dengan merangsek ke teritori yang sudah sangat padat. Lantas, apa yang membuat XChat berbeda di tengah persaingan ketat? Janjinya adalah privasi dan kontrol tanpa iklan.

Dalam daftarnya di App Store, X menjanjikan XChat akan bebas iklan dan tidak akan melacak pengguna. Fitur keamanannya pun terbilang lengkap: enkripsi end-to-end, kemampuan mengedit dan menghapus pesan untuk semua pihak dalam percakapan, opsi untuk memblokir tangkapan layar, serta pesan yang menghilang otomatis dalam lima menit. Untuk obrolan grup, batasnya mencapai 481 anggota, angka yang cukup besar untuk komunitas daring. Namun, janji-janji privasi di era digital selalu diuji. Seperti yang terjadi pada aplikasi Signal yang diblokir beberapa negara, jalan menuju kepercayaan pengguna global tidaklah mulus.

Elon Musk pertama kali mengumumkan rencana pembaruan besar fitur pesan langsung X pada pertengahan 2025. Dalam serangkaian postingan khasnya, sang miliarder menyebutkan bahwa versi baru akan dienkripsi dan memiliki “arsitektur yang sepenuhnya baru.” Saat itu, ia bahkan menyatakan semua pengguna X akan mendapatkan XChat pada Juni 2025. Namun, seperti banyak timeline yang pernah ia utarakan, target itu meleset. Musk memang terkenal dengan optimisme berlebihan soal tenggat waktu. Kini, setelah hampir setahun, janji itu akhirnya mendekati kenyataan dalam wujud aplikasi mandiri.

Kehadiran XChat menambah dinamika persaingan di pasar aplikasi pesan yang semakin sengit. Ia tidak hanya berhadapan dengan raksasa seperti WhatsApp, tetapi juga dengan pendatang baru yang punya konsep unik, seperti Bitchat karya Jack Dorsey yang beroperasi tanpa internet. Pertanyaannya, apakah basis pengguna X yang masif akan dengan mudah bermigrasi ke aplikasi terpisah ini? Ataukah mereka akan enggan menambah satu aplikasi lagi di ponsel mereka hanya untuk mengirim pesan ke kontak yang sama?

Fitur “pesan menghilang” yang ditawarkan XChat juga menarik untuk dicermati. Dalam percakapan sensitif, opsi ini bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia melindungi privasi. Di sisi lain, ia bisa menghapus jejak digital yang penting. Fenomena pesan yang muncul tak terduga bukanlah hal baru, seperti yang pernah dialami pengguna WhatsApp dimana pesan baru masuk saat aplikasi dibuka karena masalah sinkronisasi. XChat harus memastikan mekanisme penghilangan pesannya benar-benar mulus dan aman.

Pengguna iPhone dan iPad sudah dapat melakukan pra-pesan untuk XChat di App Store. Aplikasi akan terunduh otomatis ke perangkat begitu resmi dirilis. Langkah ini menunjukkan kesiapan X untuk langsung menyerang pasar. Namun, tantangan terbesarnya mungkin bukan pada teknologi, melainkan pada kebiasaan pengguna. Membangun kepercayaan dalam hal privasi membutuhkan konsistensi dan transparansi yang tinggi, sesuatu yang tidak mudah dipertahankan di bawah sorotan regulasi global yang semakin ketat. XChat telah memasuki arena. Sekarang, tinggal menunggu apakah pengguna yang akan menentukan, apakah ia sekadar aplikasi pesan lain, atau benar-benar menjadi game changer seperti yang diimpikan Musk.