📑 Daftar Isi

Aplikasi YouTube di layar ponsel dengan fitur perpesanan langsung

YouTube Ekspansi Fitur DM ke AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • YouTube memperluas uji coba fitur direct messaging (DM) ke Amerika Serikat
  • Fitur ini sebelumnya dihapus pada 2019 untuk mendorong percakapan publik di komentar
  • Pengujian awal dilakukan di Irlandia, Polandia, dan beberapa negara Eropa
  • Hanya pengguna berusia 18 tahun ke atas di AS yang bisa mengakses fitur ini
  • YouTube akan terus memperluas pengujian DM ke negara lain di masa depan
  • Fitur ini merupakan salah satu permintaan tertinggi dari pengguna YouTube

Telset.id – YouTube secara resmi memperluas uji coba fitur perpesanan langsung (direct messaging) ke Amerika Serikat, menghadirkan kembali fitur yang sempat dihapus pada 2019. Ekspansi ini dilakukan setelah pengujian awal di Eropa mendapat respons positif dari pengguna.

Fitur yang masih dalam tahap eksperimental ini memungkinkan pengguna berusia 18 tahun ke atas di AS untuk saling mengirim pesan langsung melalui aplikasi YouTube. Platform milik Google ini mulai menguji fitur DM pada akhir tahun lalu di Irlandia dan Polandia, sebelum memperluasnya ke lebih banyak negara Eropa pada Maret 2026.

Ini bukan pertama kalinya YouTube menghadirkan fitur perpesanan langsung. Platform video tersebut meluncurkan fitur serupa pada 2017, namun kemudian menghapusnya dua tahun berselang pada 2019 untuk mendorong lebih banyak percakapan publik di kolom komentar.

Aplikasi YouTube di layar ponsel.

Dalam pengumumannya saat meluncurkan upaya terbaru untuk menghadirkan DM, YouTube menyatakan bahwa fitur ini merupakan salah satu permintaan fitur tertinggi dari penggunanya. Peluncuran ini dibangun berdasarkan umpan balik positif yang diterima dari negara-negara tempat fitur tersebut telah aktif selama beberapa bulan terakhir.

Untuk menggunakan fitur ini, pengguna cukup mengetuk tombol Messages yang akan muncul di pojok kanan atas aplikasi YouTube, lalu mengetuk “Invite to chat.” Pengguna dapat mengirim undangan kepada siapa pun di platform yang ingin diajak bicara, dan penerima undangan memiliki kekuatan untuk memilih apakah akan Menerima atau Menolak undangan tersebut.

Meskipun banyak pengguna mungkin sudah menggunakan berbagai aplikasi perpesanan, ide dari fitur ini adalah untuk memudahkan berbagi video YouTube dan Reels kepada teman-teman. YouTube menegaskan bahwa pengguna tetap dapat dengan mudah mengirim video melalui aplikasi lain meskipun kini telah bergabung dalam eksperimen ini.

Ekspansi Fitur dan Dampaknya

YouTube menyatakan akan memperluas pengujian DM lebih jauh lagi, sehingga fitur ini mungkin akan tersedia di masa depan jika negara pengguna belum memiliki akses ke fitur tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen YouTube untuk terus mengembangkan platformnya berdasarkan kebutuhan pengguna.

Keputusan YouTube untuk menghidupkan kembali fitur DM ini menarik, mengingat sebelumnya platform tersebut justru menghapus fitur serupa. Perubahan strategi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh tren komunikasi pengguna yang semakin menginginkan interaksi yang lebih personal di dalam platform.

Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Platform ini juga telah menandai video AI secara otomatis mulai Mei 2026 sebagai bagian dari upaya transparansi konten. Selain itu, YouTube juga siap melakukan streaming Piala Dunia 2026 melalui kemitraan dengan Fox One.

Fitur DM ini hadir di tengah persaingan ketat platform media sosial yang berlomba-lomba menyediakan fitur perpesanan terintegrasi. YouTube Premium juga menjadi senjata baru dalam persaingan platform podcast, menunjukkan diversifikasi layanan yang dilakukan YouTube.

Bagi pengguna di Indonesia yang belum mendapatkan akses fitur ini, masih harus bersabar menunggu ekspansi lebih lanjut. YouTube belum memberikan jadwal pasti kapan fitur ini akan tersedia secara global, namun berdasarkan pola ekspansi sebelumnya, kemungkinan akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang.

Fitur DM ini diharapkan dapat meningkatkan engagement pengguna di platform YouTube, terutama dalam berbagi konten video. Dengan kemudahan berbagi langsung melalui DM, pengguna tidak perlu lagi beralih ke aplikasi lain hanya untuk mengirim tautan video ke teman.

Meskipun demikian, YouTube tetap memberikan opsi bagi pengguna untuk berbagi video melalui aplikasi lain jika diinginkan. Hal ini menunjukkan bahwa YouTube tidak memaksakan pengguna untuk sepenuhnya beralih ke fitur DM mereka, melainkan memberikan opsi tambahan yang lebih terintegrasi.

Kehadiran fitur DM ini juga membuka peluang baru bagi kreator konten untuk berinteraksi lebih personal dengan penggemar mereka. Namun, YouTube perlu memastikan bahwa fitur ini tidak disalahgunakan untuk spam atau pelecehan, mengingat platform ini sebelumnya pernah menghapus fitur serupa karena alasan keamanan.

Secara keseluruhan, ekspansi fitur DM YouTube ke AS menandai langkah signifikan dalam strategi platform untuk meningkatkan interaksi pengguna. Dengan umpan balik positif dari pengujian di Eropa, YouTube optimis fitur ini akan diterima dengan baik oleh pengguna di AS dan negara-negara lainnya.

Bagi pengguna yang tertarik dengan perkembangan teknologi dan platform digital, fitur ini patut dicoba. YouTube juga terus mengembangkan berbagai fitur lain untuk meningkatkan pengalaman pengguna, termasuk integrasi dengan layanan lain seperti yang dilakukan oleh Google dalam melatih AI Lyria 3 menggunakan video YouTube.

Dengan ekspansi ini, YouTube menunjukkan bahwa platform tersebut tidak hanya fokus pada konten video, tetapi juga pada aspek sosial dan komunikasi antar pengguna. Langkah ini sejalan dengan tren platform media sosial yang semakin mengintegrasikan fitur perpesanan langsung sebagai bagian dari layanan inti mereka.

[/CONTENT]

Komentar

Belum ada komentar.