📑 Daftar Isi

Tampilan fitur Custom Feeds YouTube dengan tombol Your custom feeds di bawah kolom pencarian

YouTube Rilis Custom Feeds, Pengguna Bisa Atur Algoritma Sendiri

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • YouTube memperkenalkan Custom Feeds di acara Made on YouTube untuk memberi pengguna kendali atas algoritma beranda
  • Pengguna mengetik permintaan bahasa natural, diproses model AI Gemini, lalu feed muncul di tab tersendiri
  • Rilis untuk semua pengguna AS di web, mobile, dan TV, dengan dukungan multi-feed mulai bulan depan
  • Fitur ini tidak menggantikan beranda standar yang tetap bisa diakses lewat tombol "All"
  • Pembaruan lain: Shorts episodik, GIF di komentar, Ask YouTube untuk belanja, dan Live auto-dubbing 2027

Telset.id – YouTube resmi memperkenalkan fitur Custom Feeds yang memungkinkan pengguna menyusun sendiri algoritma beranda mereka melalui perintah berbasis kecerdasan buatan. Pengumuman ini disampaikan dalam acara tahunan Made on YouTube pada Rabu, dan menjadi salah satu perubahan paling signifikan bagi cara pengguna mengonsumsi video di platform tersebut.

Fitur Custom Feeds memberi pengguna kendali langsung atas rekomendasi yang muncul di halaman depan YouTube. Selama ini, pengguna hanya bisa menekan tombol suka atau memblokir kreator untuk memengaruhi algoritma. Dengan fitur baru ini, mereka dapat mengetik permintaan dalam bahasa natural, misalnya suasana tertentu atau topik spesifik, lalu YouTube akan menyusun feed yang sesuai.

Menurut YouTube, fitur ini menggunakan model AI Gemini dari Google untuk memproses permintaan pengguna dan membangun feed yang dipersonalisasi. Hasilnya kemudian dipasang di tab tersendiri di bagian atas halaman beranda YouTube.

Cara Kerja dan Ketersediaan Custom Feeds

Untuk mencoba fitur ini, pengguna dapat menekan tombol Your custom feeds di bawah kolom pencarian dan mengetik permintaan feed yang diinginkan. YouTube mencontohkan permintaan seperti “I want a rainy Shanghai vibe: café jazz, street food, and vlogs”. Karena pembuatannya berbasis AI, permintaan bisa ditulis panjang dan detail, mencakup konten yang ingin ditampilkan, yang ingin dikecualikan, hingga prioritas konten.

YouTube sebelumnya menguji Custom Feeds sebagai fitur eksperimental pada awal tahun ini sebelum memutuskan bahwa fitur tersebut layak diluncurkan. Perusahaan berencana merilisnya sebagai opsi untuk semua pengguna di Amerika Serikat, baik saat mengakses melalui mobile, desktop, maupun TV. Dukungan untuk membuat beberapa custom feed akan diluncurkan di web dan mobile mulai bulan depan.

Emily Moxley, Vice President of Product Management YouTube, mengatakan pengguna selama ini meminta lebih banyak kendali atas algoritma mereka. “Dengan custom feeds, kami memberi mereka cara berbasis bahasa natural untuk melakukannya. Mereka bisa memberi tahu kami persis apa yang mereka inginkan,” ujarnya.

Meski demikian, fitur ini tidak menggantikan beranda standar YouTube. Pengguna tetap dapat mengakses beranda utama kapan saja dengan menekan tombol “All”. Custom Feeds dirancang sebagai ruang eksperimen berisiko rendah, berbeda dari upaya mengubah algoritma rekomendasi secara keseluruhan yang sempat diuji YouTube namun akhirnya tidak dirilis. “Kami menemukan pengguna merasa gugup dan takut melakukannya. Mereka khawatir akan merusaknya,” kata Moxley.

Langkah YouTube ini mengikuti tren serupa dari sejumlah perusahaan teknologi lain yang memberi pengguna kemampuan menyesuaikan algoritma melalui permintaan berbasis AI generatif. Meta meluncurkan fitur Your Algorithm di Instagram pada akhir tahun lalu, sementara Spotify menghadirkan Prompted Playlists untuk menyesuaikan kebiasaan mendengarkan musik. Jaringan sosial terdesentralisasi Bluesky lebih dulu mempopulerkan ide ini, dan tahun ini merilis alat AI bernama Attie yang mempermudah pembuatan feed.

Pembaruan Lain di Made on YouTube

Selain Custom Feeds, YouTube mengumumkan sejumlah pembaruan lain di acara Made on YouTube. Kreator kini dapat menata Shorts secara episodik dengan thumbnail khusus dan pemutaran berurutan, setelah YouTube memperluas fitur shows ke format tersebut. Fitur ini dinilai ideal untuk microdrama, sehingga penonton dapat mengikuti episode sesuai urutan.

Di kolom komentar, pengguna tak lama lagi dapat menyisipkan GIF di bawah video. Akan tersedia pustaka GIF yang bisa dicari dan dipilih, dan fitur ini akan tersedia di aplikasi mobile YouTube secara global pada musim gugur ini. Pada aplikasi YouTube di TV, pengguna kini dapat menggunakan suara untuk memposting komentar melalui alat text-to-speech, selama TV mendukung fitur tersebut.

YouTube juga memperluas kemampuan Ask YouTube dengan fitur belanja, seperti menerima rekomendasi video dan tabel perbandingan saat pengguna meminta ulasan suatu produk. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan tentang produk yang ditampilkan tetapi tidak disebutkan dalam video. Chatbot ini juga memungkinkan pengguna melanjutkan percakapan dari layar pencarian ke pemutar video.

Pembaruan juga hadir untuk YouTube Music. Pengguna dapat memakai alat Ask Music untuk mempelajari lebih lanjut tentang seorang artis dan menyesuaikan antrean lagu. Fitur berbasis AI generatif bernama Podcast Lineup dirancang membantu penemuan acara dengan menawarkan pratinjau singkat acara mingguan beserta alasan mengapa pengguna mungkin menyukainya sebelum mengarahkan ke episode podcast. Fitur ini disebut sebagai fitur hands-free. Podcast Lineup dan pembaruan Ask Music akan tersedia bagi pelanggan YouTube Music dan Premium di seluruh dunia.

Di sisi lain, YouTube memperpanjang hak streaming eksklusif Coachella hingga 2030. Pada awal 2027, YouTube akan mulai menguji alat Live auto-dubbing, awalnya untuk bahasa Inggris dan Spanyol, sehingga penonton bisa mendapatkan terjemahan real-time dari apa yang dikatakan kreator dalam bahasa pilihan mereka.

Dengan lebih dari 20 miliar video di korpus YouTube, seperti disebutkan Emily Moxley, fitur Custom Feeds diharapkan membantu pengguna mengeksplorasi konten yang tersedia di platform. “Salah satu hal menakjubkan dari berada di YouTube adalah dunia selalu ada di ujung jari Anda,” ujarnya. “Anda selalu berjarak satu pencarian dari harta karun berbagai topik.”

Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan video dari platform ini secara offline, tersedia panduan Cara Download Video yang bisa diikuti. Sementara itu, kreator Tanah Air yang tertarik merakit perangkat sendiri bisa melihat kisah YouTuber Brasil yang berhasil merakit kartu grafis secara mandiri.

[INFO_LINK]

Cara Download Video YouTube ke HP dan Laptop, Ini Panduan Lengkapnya

YouTuber Brasil Sukses Rakit RTX 3070 Ti 16GB GDDR6 Pertama di Dunia


[/INFO_LINK]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.