📑 Daftar Isi

Aito melakukan homologasi WVTA untuk kendaraan Eropa di Paris Motor Show

Aito Masuk Eropa Musim Gugur 2027, Tantangan Huawei di Uni Eropa

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Aito, merek EV Huawei dan Seres, akan masuk Eropa musim gugur 2027
  • Pengumuman disampaikan di Paris Motor Show 12 Oktober 2026
  • Proses homologasi WVTA Uni Eropa sudah dimulai
  • Empat SUV dipamerkan: Aito 6, 7, 8, dan 9 dengan nama internasional baru
  • Belum ada detail pasar awal, model, dan harga
  • Aito menjual 420.000 unit pada 2025, target 1 juta unit per tahun 2030
  • Ekspansi mengikuti langkah sebelumnya ke Timur Tengah via UEA
  • Restriksi Huawei di Eropa jadi tantangan tersendiri

Telset.id – Aito, merek kendaraan listrik hasil kerja sama Huawei dan Seres, mengumumkan rencana masuk ke pasar Eropa pada musim gugur 2027. Pengumuman ini disampaikan langsung pada ajang Paris Motor Show, 12 Oktober 2026, sekaligus mengonfirmasi kebocoran informasi sebelumnya yang sempat mendorong saham perusahaan naik 12 persen di pasar China.

Perusahaan tidak hanya berbicara soal rencana, tetapi juga telah memulai proses EU Whole Vehicle Type Approval (WVTA). Sertifikasi ini menjadi syarat wajib sebelum kendaraan dapat dijual secara resmi di wilayah Uni Eropa. Namun, Aito belum mengungkapkan pasar awal, model yang akan diluncurkan, maupun kisaran harga untuk konsumen Eropa.

Di panggung Paris, Aito membawa empat SUV sekaligus: Aito 6, Aito 7, Aito 8, dan Aito 9. Keempatnya memakai nama internasional baru, di mana Aito 9 adalah versi global dari M9 yang dijual di China, Aito 6 dari M6, dan seterusnya. Kehadiran mereka di ajang tersebut tidak serta-merta menandakan model mana yang bakal dijual di Eropa, tetapi setidaknya memberi petunjuk arah lini produk yang disiapkan.

Langkah ekspansi ini bukan yang pertama bagi Aito di luar China. Sebelumnya, pada Februari, merek ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan Performance Plus Motors, anak perusahaan dealer Uni Emirat Arab, Abu Dhabi Motors. Kerja sama tersebut mencakup penjualan, pengiriman, hingga layanan purna jual, lengkap dengan rencana pembangunan pusat pengalaman dan servis. Saat itu, Aito menyebut uji coba berkendara Aito 9 sudah dimulai di UEA.

Rekam Jejak Seres dan Bayang-Bayang Restriksi Huawei

Seres sendiri bukan pemain baru di Eropa. Perusahaan ini pernah mengirim unit pertama Seres 5 di Bergen, Norwegia, melalui dealer lokal Sandven AS pada Juni 2023. Pengalaman itu menjadi modal awal, meski bukan jaminan bahwa Aito akan mulus melenggang di pasar Benua Biru.

Justru di sinilah persoalan mulai muncul. Huawei, mitra utama Seres dalam proyek Aito, menghadapi restriksi yang terus menguat di Eropa. Kondisi ini membuat strategi masuk pasar dengan merek baru berpotensi lebih sulit dibandingkan jalur yang ditempuh Seres sebelumnya. Aito memilih pendekatan berbeda, tetapi hambatan regulasi dan geopolitik tetap membayangi.

Meski demikian, dari sisi skala bisnis, Aito bukan merek kecil. Merek ini diluncurkan pada Desember 2021 dan kini menjadi salah satu brand EV terbesar di China. Sepanjang 2025, Aito menjual 420.000 unit mobil dan menargetkan produksi 1 juta kendaraan per tahun pada 2030. Fokus produknya mencakup kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) dan extended-range electric vehicle (EREV).

Basis teknologi Aito juga menjadi nilai jual tersendiri. Merek ini masih bagian dari Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) yang dipimpin Huawei, serta mengandalkan sistem bantuan mengemudi ADS dan infotainment HarmonyOS digital cockpit. Kombinasi ini menjadi identitas teknis Aito di pasar domestik, dan kemungkinan besar turut diusung ke Eropa.

Di sisi lain, kerja sama Huawei dan Seres di China justru semakin dalam. Kedua perusahaan menandatangani perjanjian lima tahun baru pada 30 September dan mengumumkan rencana membentuk tim bersama khusus untuk Aito. Sebelumnya, pada 15 September, Seres disebut akan memimpin operasional produk, pemasaran, ritel, dan jaringan layanan Aito, sementara Huawei berperan sebagai pendukung. Skema ini memperlihatkan pembagian peran yang makin jelas di pasar domestik.

Dari sisi volume kumulatif, Aito mencatatkan 1,2 juta unit pengiriman hingga Oktober 2026, terhitung sejak 2021. Angka ini menunjukkan bahwa merek tersebut sudah punya basis produksi dan distribusi yang mapan di China, meski penerjemahannya ke pasar Eropa tetap bergantung pada kesiapan homologasi dan penerimaan pasar.

Proses homologasi WVTA yang sedang berjalan menjadi indikator paling konkret. Tanpa sertifikasi ini, rencana penjualan pada 2027 tidak bisa dieksekusi. Aito menyebut proses tersebut sebagai bagian dari persiapan menjual kendaraan di Eropa, tetapi belum ada keterangan resmi soal lini model final yang akan dihomologasi lebih dulu.

Bagi pengamat industri, langkah Aito mencerminkan pola ekspansi brand China yang kian agresif ke Eropa, dengan pendekatan berbeda-beda. Seres memakai nama sendiri di Norwegia pada 2023, sementara Aito kini mencoba jalur merek baru dengan nama internasional yang seragam. Namun, faktor Huawei sebagai mitra utama membuat perjalanan ini tidak bisa dibandingkan langsung dengan merek China lain yang tidak terikat isu restriksi serupa.

Sampai pengumuman di Paris, Aito belum memberikan detail soal harga, pasar awal, atau model peluncuran. Yang tersedia hanya konfirmasi waktu masuk pasar, empat SUV yang dipamerkan, serta proses WVTA yang tengah berjalan. Selebihnya, konsumen Eropa harus menunggu hingga musim gugur 2027 untuk melihat realisasi rencana ini.

Yang jelas, ambisi Aito di Eropa tidak berdiri sendiri. Ini bagian dari strategi ekspansi global yang sudah dimulai dari Timur Tengah, dengan UEA sebagai titik awal. Jika WVTA rampung sesuai jadwal, Aito berpotensi menjadi salah satu nama baru yang mengisi pasar EV Eropa, meski harus melewati medan regulasi yang tidak sederhana.

Perkembangan teknologi yang dibawa Huawei ke ekosistem Aito juga menjadi perhatian tersendiri, terutama karena perusahaan ini terus memperluas jejak di berbagai sektor. Untuk gambaran lebih luas soal lini perangkat Huawei yang lain, pembaca bisa menelusuri Paten Huawei serta Kirin 9050 Pro yang menunjukkan arah pengembangan chip perusahaan.

Dengan waktu sekitar satu tahun menuju musim gugur 2027, Aito masih punya ruang untuk menyiapkan strategi pasar Eropa. Namun, tanpa kejelasan soal model, harga, dan pasar awal, pengumuman di Paris lebih tepat dibaca sebagai penanda arah ketimbang janji konkret. Konsumen dan pelaku industri akan menantikan detail berikutnya, terutama terkait hasil homologasi WVTA yang menjadi kunci utama.

[ META_DESCRIPTION ]
Aito, merek EV Huawei dan Seres, akan masuk Eropa musim gugur 2027 dan mulai proses WVTA. Simak detail pengumuman di Paris Motor Show.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.