Telset.id – BMW sedang menguji iX5 Hydrogen dan bersiap menuju produksi seri. Mobil ini akan menjadi kendaraan produksi bertenaga hidrogen pertama BMW, dan ditawarkan sebagai varian fuel cell di samping versi battery-electric, plug-in hybrid, petrol, serta diesel dari iX5.
Pengujian yang berlangsung saat ini berfokus pada interaksi seluruh komponen sistem penggerak. Cakupannya meliputi sistem fuel cell, baterai tegangan tinggi, motor listrik, tangki hidrogen, dan unit kontrol sistem secara keseluruhan. iX5 Hydrogen dikembangkan di bawah proyek HyPowerDrive yang didanai Kementerian Transportasi Federal Jerman dengan kontribusi €191 juta, serta turut dibiayai oleh negara bagian Bavaria sebesar €82 juta.
Tim pengembang memvalidasi fungsionalitas semua komponen di dalam sistem kendaraan terintegrasi dan mengoptimalkan kontrol sistem yang kompleks, bahkan di bawah beban tinggi. Tujuannya adalah memastikan kemampuan performa penuh dari drive train setiap saat, sekaligus mengoptimalkan dinamika berkendara khas BMW pada kendaraan listrik berbasis fuel cell. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi perusahaan.
Proses pengembangan diarahkan agar performa berkendara setara dengan versi lain dari iX5. Target akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam di bawah lima detik, dengan target jangkauan 750 km dalam siklus WLTP. Pengisian bahan bakar diperkirakan memakan waktu kurang dari lima menit.
Inisiatif ini muncul di tengah dinamika industri yang berubah cepat. Di pasar China, penjualan mobil bensin China tercatat mengalami penurunan tajam pada Agustus 2026, sementara segmen kendaraan listrik terus berkembang. Di sisi lain, adopsi hidrogen masih menghadapi tantangan kompetisi, seperti yang terlihat pada segmen kendaraan niaga di mana truk hidrogen kalah saing oleh truk listrik di China.
Meski demikian, sejumlah produsen tetap membangun kolaborasi lintas merek. Langkah BMW ini sejalan dengan inisiatif global, termasuk ketika Toyota menggratiskan paten fuel cell demi mendorong pengembangan mobil hidrogen. Ada pula aliansi yang dibentuk Toyota, Daimler, dan Volvo untuk memperkuat ekosistem hidrogen.
Baca Juga:
Di sisi produksi, bersamaan dengan pengujian yang tengah berjalan, BMW memulai fase perakitan prototipe berikutnya untuk sistem fuel cell di Hydrogen Competence Center di Munich, Jerman. Fase ini berfokus pada finalisasi dan validasi metodologi pengujian. Produksi seri sistem fuel cell akan dilakukan di BMW Group Plant Steyr di Austria.
Persiapan di fasilitas Steyr pun sudah bergerak. Test bench dan peralatan manufaktur pertama telah dipasang, sementara pelatihan karyawan dimulai secara bertahap. Langkah ini menandakan kesiapan BMW menuju tahap produksi seri kendaraan fuel cell.
Dengan target performa yang setara versi iX5 lainnya, BMW memposisikan varian hidrogen bukan sebagai alternatif sekunder, melainkan bagian dari portofolio penggerak yang lengkap. Pendekatan ini memberi konsumen pilihan sesuai kebutuhan, sekaligus memperluas basis teknologi perusahaan di segmen elektrifikasi.
Pengembangan sistem fuel cell juga menyentuh aspek rantai pasok dan kompetensi internal. Validasi metodologi pengujian di Munich menjadi fondasi sebelum sistem diproduksi massal di Steyr, tempat peralatan dan tenaga kerja disiapkan secara bertahap. Kombinasi pengujian kendaraan, penyiapan pabrik, dan pelatihan karyawan menunjukkan tahapan yang berjalan paralel.
Bagi pasar otomotif, langkah BMW memperkuat keberadaan hidrogen sebagai salah satu jalur elektrifikasi, meski adopsinya masih bergantung pada infrastruktur dan dukungan kebijakan. Sejumlah inisiatif lain, seperti pengembangan kendaraan berbahan bakar air oleh perusahaan di China, menandakan eksplorasi teknologi alternatif terus berlangsung.
Dengan target jangkauan 750 km WLTP dan pengisian bahan bakar di bawah lima menit, iX5 Hydrogen menyasar pengguna yang menuntut mobilitas jarak jauh dengan waktu isi ulang singkat. BMW menyiapkan varian ini sebagai bagian dari lini iX5 yang mencakup battery-electric, plug-in hybrid, petrol, dan diesel.
Pengujian yang sedang berjalan menegaskan bahwa iX5 Hydrogen belum memasuki tahap produksi seri. Namun persiapan pabrik di Steyr, pemasangan test bench, dan pelatihan karyawan bertahap menunjukkan arah menuju tahap tersebut. BMW menempatkan proyek ini dalam kerangka HyPowerDrive yang didukung pendanaan federal dan negara bagian.
Bagi konsumen, kehadiran varian hidrogen memperluas opsi penggerak dalam satu model. Bagi industri, langkah ini menambah bukti bahwa hidrogen masih diperhitungkan sebagai jalur elektrifikasi, sejalan dengan kolaborasi lintas merek dan inisiatif paten terbuka yang berkembang di sektor ini.





Komentar
Belum ada komentar.