📑 Daftar Isi

BMW i3 50 xDrive berwarna putih saat pengujian, gambaran bahasa desain Neue Klasse yang akan diadopsi BMW i1 entry-level 2028.

BMW Siapkan EV Entry-Level Neue Klasse 2028, Namanya i1?

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BMW konfirmasi EV entry-level Neue Klasse meluncur 2028, fokus pasar Eropa
  • Diprediksi bernama i1, bodi hatchback lima pintu, kode internal NB0
  • Diposisikan antara MINI Cooper Electric dan BMW iX1 atau iX2
  • Varian termurah kemungkinan RWD, versi xDrive menawarkan AWD
  • Baterai lebih kecil dari i3, pengisian daya diprediksi lebih lambat
  • Bagian strategi margin 10% BMW, bersama pemangkasan tenaga kerja dan AI
  • i2 sedan elektrik berpotensi hadir sekitar 2030, peluang masuk Amerika

Telset.id – BMW resmi mengonfirmasi rencana menghadirkan mobil listrik entry-level berbasis platform Neue Klasse yang akan debut pada 2028 dengan fokus pasar Eropa. Konfirmasi ini disampaikan BMW dalam gelaran Capital Markets Day, menandai langkah pabrikan asal Jerman itu masuk ke segmen volume tinggi yang selama ini didominasi model bermesin bensin.

Model baru ini akan menjadi EV Neue Klasse termurah BMW, diposisikan di bawah iX3 SUV dan i3 sedan yang lebih dulu diperkenalkan. Berdasarkan keterangan dari pihak internal perusahaan, mobil listrik ini dikenal dengan kode internal “NB0” dan diprediksi mengusung nama i1 saat resmi meluncur. Bodinya diperkirakan berupa hatchback lima pintu yang akan dijual berdampingan dengan BMW 1 Series bermesin bensin.

Secara posisi di lini produk Eropa, i1 akan mengisi celah antara MINI Cooper Electric dan BMW iX1 atau iX2. BMW menyebut model ini akan “memperkuat kehadirannya di segmen entry bervolume tinggi dengan model sepenuhnya elektrik dari Neue Klasse,” menggunakan teknologi yang telah diperkenalkan pada iX3 dan i3. Meski berbagi bahasa desain dengan i3, i1 dibangun di atas platform yang sama sekali berbeda dari 1 Series generasi terbaru yang masih mengusung penggerak roda depan.

Spesifikasi Teknis Masih Gelap, Tapi Polanya Terbaca

Hingga kini BMW belum merilis spesifikasi teknis resmi i1. Namun, karena berbagi dasar dengan i3, model ini diperkirakan mengusung konfigurasi penggerak roda belakang (RWD) pada varian termurah, sementara varian xDrive yang lebih mahal kemungkinan menawarkan penggerak semua roda (AWD). Pola ini sama dengan dua generasi pertama BMW 1 Series.

Soal baterai, logika pasar menunjukkan i1 akan memakai kapasitas lebih kecil ketimbang i3. Sebagai perbandingan, i3 sedan tersedia dengan baterai 108,7 kWh atau 82,8 kWh. Dengan wheelbase lebih pendek, ruang untuk baterai besar di i1 tentu lebih terbatas. Konsekuensinya, performa pengisian daya juga diprediksi menurun dibanding i3 yang mampu menerima 300 hingga 400 kilowatt tergantung ukuran baterai. Meski begitu, bobot lebih ringan menjadi keuntungan tersendiri, dan kapasitas energi yang lebih kecil disebut tetap cukup untuk kebutuhan berkendara harian.

Kabar lain menyebutkan BMW tengah menyiapkan i2, versi sedan elektrik dari i1 hatchback, yang berpotensi hadir sekitar 2030. BMW belum mengumumkan rencana i2 secara resmi. Untuk pasar Amerika Serikat, i1 kemungkinan besar tidak akan dipasarkan karena model ini dirancang khusus untuk Eropa, sementara i2 lebih berpeluang dibawa ke Amerika sebagai sedan listrik yang lebih terjangkau.

Strategi Margin 10% dan Tekanan Kompetisi

Langkah BMW ini bukan tanpa alasan. Perusahaan telah menggelontorkan dana miliaran dolar untuk pengembangan platform Neue Klasse dan tidak berniat berhenti pada dua model saja. Peluncuran i1 menjadi bagian dari strategi BMW menaikkan margin hingga 10% pada awal dekade berikutnya. Untuk mencapai target itu, BMW tidak hanya mengandalkan dua mobil baru, tetapi juga melakukan pemangkasan tenaga kerja dan berencana memanfaatkan kecerdasan buatan secara lebih luas di seluruh area perusahaan guna meningkatkan efisiensi.

Di sisi lain, BMW tengah mengkaji SUV mewah bermesin bensin untuk pasar Amerika yang diposisikan di atas X7. Jadi, strategi BMW terbelah jelas: EV murah untuk Eropa, SUV bensin premium untuk Amerika. Langkah ini menempatkan BMW dalam daftar panjang merek mewah yang meramaikan segmen EV terjangkau, bersama Audi, Mercedes-Benz, dan sejumlah pabrikan lain yang telah atau berencana meluncurkan kendaraan listrik berbiaya lebih rendah.

Di pasar Amerika sendiri, BMW baru saja membuka pemesanan untuk i3 sedan 2027 dengan harga mulai 61.500 dolar AS, setara dengan harga iX3 SUV terbaru. Angka ini memberi gambaran tentang seberapa agresif BMW menekan harga di segmen bawah, meski untuk pasar Eropa dengan model i1 yang lebih kecil, harga tentu akan berbeda. Perlu dicatat, keterangan mengenai harga dan spesifikasi i1 masih bervariasi antar sumber dan belum ada angka resmi dari BMW.

Bagi pengamat industri, keputusan BMW menyasar segmen hatchback listrik murah di Eropa mencerminkan pergeseran prioritas. Permintaan akan hatchback listrik terjangkau di kawasan tersebut sedang tinggi, dan BMW tampaknya tidak ingin kehilangan momentum. Namun, hingga spesifikasi resmi dirilis, klaim soal jarak tempuh, kecepatan pengisian, dan harga i1 masih sebatas perkiraan berbasis pola produk sebelumnya. Yang jelas, 2028 menjadi tahun krusial bagi BMW untuk membuktikan bahwa platform Neue Klasse mampu berbicara di segmen volume tinggi, bukan hanya di kelas premium.

[CONCLUSION]
Kemunculan i1 pada 2028 akan menjadi ujian nyata bagi BMW: apakah platform Neue Klasse yang menelan investasi miliaran dolar mampu bersaing di segmen entry-level Eropa, atau justru menjadi beban margin yang ingin ditekan perusahaan hingga 10% pada awal dekade berikutnya. Tanpa spesifikasi resmi, semua masih spekulasi berbasis pola produk.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.