📑 Daftar Isi

Sedan BYD Han generasi ketiga tertangkap kamera mata-mata di China dengan desain Dragon Face dan LiDAR atap

BYD Han Generasi Ketiga Terlihat di China, Pakai LiDAR Atap

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • BYD Han generasi ketiga tertangkap spyshot di China dengan desain Dragon Face dan LiDAR atap
  • Diprediksi jadi model entry-level di lineup Han, di bawah Han L dan Da Han
  • Estimasi harga 200.000 yuan (29.900 USD) dengan opsi powertrain EV dan PHEV
  • Berpotensi membawa Blade Battery generasi kedua, Flash Charging, DiSus-C, dan DiSus-A
  • LiDAR tunggal mengisyaratkan sistem DiPilot 300 (God's Eye B)
  • Penjualan Han domestik turun ke 2.997 unit pada Agustus 2026

Telset.id – Sedan generasi ketiga BYD Han tertangkap kamera mata-mata di China. Foto spyshot memperlihatkan kelanjutan desain Dragon Face plus unit LiDAR di atap yang mengisyaratkan kemampuan assisted-driving lebih mumpuni. Mobil ini diperkirakan hadir dengan pilihan powertrain EV dan PHEV, serta dibanderol sekitar 200.000 yuan (29.900 USD).

Kemunculan prototipe ini menjadi sinyal penting di tengah pasar NEV China yang tengah bergolak. Sepanjang 2026, BYD dan sejumlah produsen NEV lain gencar melakukan facelift dan penyegaran model, sehingga sulit memastikan iterasi dan generasi tiap kendaraan. Sumber-sumber China menyebut mobil yang tertangkap kamera ini adalah Han generasi ketiga.

Posisinya diprediksi berada di bawah Han L, yang selama ini berada di bawah model flagship Da Han atau Great Han. Dengan begitu, Han baru ini akan berperan sebagai model entry-level dalam lineup Han, melanjutkan posisi sedan Han yang beredar saat ini.

Desain dan Interior Masih Setia Dragon Face

Dari sisi tampilan, Han anyar ini mempertahankan sejumlah cue desain yang sudah akrab. Bagian belakang menampilkan taillight bar khas, sementara fascia depan mengusung Dragon Face. Interiornya pun tidak jauh berbeda dari BYD lain: nuansa putih minimalis, layar infotainment di tengah, dan sederet tombol fisik di konsol tengah.

Tampilan eksterior generasi ketiga BYD Han saat tertangkap kamera mata-mata di China

Pendekatan desain yang konservatif ini masuk akal. Alih-alih bereksperimen dengan bahasa desain baru, BYD memilih mempertahankan identitas visual yang sudah dikenali konsumen, lalu menaruh pembaruan pada sisi teknologi. Pola ini mirip dengan langkah pabrikan lain yang tengah menyiapkan MX-5 Next, yang juga menjaga karakter sambil berbenah di dapur pacu.

Yang menarik, unit LiDAR tunggal di atap mengisyaratkan kemungkinan hadirnya sistem DiPilot 300 (God’s Eye B). Namun belum jelas apakah Han baru ini juga akan ditawarkan dengan unit LiDAR tambahan di sisi samping. Sebagai perbandingan, DiPilot 600 sebagai ADS flagship BYD saat ini mengusung sensor suite dengan tiga unit LiDAR.

Spesifikasi, Harga, dan Tekanan Pasar

Sumber China memprediksi Han baru akan masuk pasar di kisaran 200.000 yuan (29.900 USD). Di rentang harga tersebut, sedan ini diharapkan membawa fitur andalan BYD seperti Blade Battery generasi kedua dan Flash Charging, baik untuk varian EV maupun PHEV. Untuk suspensi aktif, Han baru diprediksi menawarkan sistem DiSus-C dan DiSus-A. DiSus-C menghadirkan peredaman aktif yang dapat disesuaikan, sedangkan DiSus-A menambahkan air suspension dengan kemampuan pengaturan tinggi dan sikap kendaraan.

Sebagai gambaran, Han yang beredar saat ini dijual 168.800 hingga 225.800 yuan (25.200 hingga 33.700 USD) di China. Dimensinya 4.995/1.910/1.495 mm dengan wheelbase 2.920 mm. Dari sisi sasis, sedan ini memakai front McPherson struts dan five-bar multi-link rear suspension.

Tekanan pasar menjadi konteks yang tidak bisa diabaikan. Menurut China EV DataTracker, BYD mengirim 2.997 unit Han di pasar domestik China pada Agustus 2026. Angka itu menunjukkan penurunan signifikan sejak awal 2026, setelah China secara bertahap menghentikan subsidi NEV pada akhir 2025.

Karena itu, penyegaran dengan tampilan baru dan spesifikasi lebih baik dinilai menjadi hal yang dibutuhkan Han untuk kembali mendongkrak angka penjualannya. Bagi pengamat industri, strategi ini sejalan dengan pola yang terlihat pada model-model lain, seperti Platform BEV-N yang menjadi basis generasi berikutnya di segmen EV.

Soal teknologi bantuan mengemudi, pendekatan bertahap BYD ini juga menarik dicermati. Alih-alih langsung memasang tiga LiDAR seperti pada DiPilot 600, Han generasi ketiga tampaknya diposisikan dengan satu LiDAR di atap. Strategi serupa terlihat pada model lain di jajaran BYD, misalnya Inisiatif Storage-Next yang menekankan pendekatan bertahap dalam adopsi teknologi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari BYD mengenai tanggal peluncuran, spesifikasi final, maupun konfigurasi LiDAR yang akan ditawarkan. Semua angka yang beredar masih bersumber dari prediksi media dan komunitas penggemar BYD di China, termasuk Di Fen Zhi Jia (Home of BYD Fans) yang pertama kali mempublikasikan foto mata-mata tersebut.

Yang jelas, Han generasi ketiga ini akan menjadi ujian bagi BYD dalam menjaga relevansi model sedan yang sudah menjadi salah satu nama besar di jajaran mereka. Dengan harga yang diprediksi menyentuh 200.000 yuan, Blade Battery generasi kedua, Flash Charging, serta opsi suspensi aktif DiSus-C dan DiSus-A, Han baru membawa paket yang secara spesifikasi terdengar kompetitif. Namun apakah itu cukup untuk membalikkan tren penjualan yang menurun, hanya pasar China yang bisa menjawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.