Telset.id – BYD resmi memperkenalkan generasi kedua Seagull, mobil listrik termurah mereka di China, dengan harga mulai 65.900 yuan atau sekitar 9.900 dolar AS (sekitar Rp155 juta). Peluncuran ini menghadirkan sejumlah peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, termasuk dimensi yang lebih besar, kapasitas lima penumpang, dan fitur keselamatan bernama “140 km/h high-speed tire blowout stability system” yang menjadi standar di seluruh varian.
Seagull sendiri dikenal sebagai salah satu model terlaris BYD. Di Eropa dan Inggris, mobil ini dipasarkan dengan nama Dolphin Surf, sementara di sejumlah pasar global lain menggunakan nama Dolphin Mini. Generasi kedua diluncurkan pekan lalu dengan harga awal 62.900 yuan atau sekitar 9.500 dolar AS, sudah termasuk insentif Super Trade-In terbatas dari BYD. Harga reguler tanpa insentif dimulai dari 65.900 yuan atau sekitar 9.900 dolar AS, masih lebih murah dibanding generasi pertama yang dibanderol mulai 69.900 yuan atau sekitar 10.500 dolar AS.
Dimensi Membesar, Kapasitas Naik Jadi Lima Penumpang
Perubahan paling terasa ada pada ukuran. Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm, dengan wheelbase 2.650 mm. Angka ini berarti mobil bertambah panjang 425 mm dan wheelbase bertambah 150 mm dibanding model sebelumnya. Berkat ruang tambahan tersebut, hatchback listrik ini kini mampu menampung lima penumpang, naik dari empat penumpang pada Seagull generasi pertama.

Dari sisi teknologi, BYD menyematkan layar infotainment 15,6 inci yang lebih besar dengan sistem kokpit pintar DiLink 150. Fitur lain yang tersedia mencakup LiDAR di atap sebagai opsi, serta paket sistem bantuan mengemudi cerdas DiPilot 300 dengan God’s Eye yang menyediakan fitur City Navigation on Autopilot (CNOA) dan smart parking.
Uji Blowout 140 km/jam dan Pengisian Kilat
Untuk membuktikan klaim keselamatannya, General Manager Ocean Series BYD, Zhang Zhuo, membagikan video yang memperlihatkan Seagull generasi kedua menghadapi pecah ban pada kecepatan 140 km/jam atau sekitar 87 mph. Sistem blowout kecepatan tinggi tersebut membuat mobil tetap berada di jalurnya hingga berhenti total. Pencapaian ini terbilang tidak lazim untuk kendaraan di segmen entry-level.

Soal pengisian daya, Seagull anyar mengandalkan Blade Batteries 2.0 dan Flash Charging Technology. Baterainya dapat diisi dari 10% ke 70% dalam lima menit, sementara pengisian penuh dari 10% ke 97% hanya membutuhkan sembilan menit. Bahkan pada suhu serendah -30°C, pengisian dari 20% ke 97% tetap memakan waktu 12 menit. Tersedia dua pilihan paket baterai LFP, yakni 30,1 kWh dan 39,2 kWh, dengan jangkauan CLTC masing-masing 320 km dan 420 km.
Baca Juga:
Peningkatan juga terjadi pada sektor penggerak. Generasi kedua Seagull beralih ke penggerak roda depan (FWD) dengan motor listrik 85 kW (114 hp) atau 95 kW (127 hp), jauh lebih bertenaga dibanding pendahulunya yang hanya 55 kW (75 hp). Untuk kenyamanan berkendara, BYD meningkatkan suspensi belakang menjadi sistem multi-link independen.

Kabinnya juga mendapat sejumlah fitur premium yang biasanya ada di kelas atas, seperti kursi depan dengan fungsi pemanas, ventilasi, dan pijat, pencahayaan ambient, opsi penyimpanan pintar, serta pengisi daya nirkabel 50W untuk ponsel. Kombinasi ini menjadikan Seagull bukan sekadar mobil listrik murah, melainkan paket lengkap di segmen entry-level.

Lima Varian, Harga hingga Rp245 Juta
Seagull generasi kedua ditawarkan dalam lima varian dengan rentang harga 65.900 yuan hingga 99.900 yuan, atau sekitar 9.900 dolar AS sampai 15.000 dolar AS (sekitar Rp155 juta hingga Rp245 juta) tanpa skema trade-in. Setelah meluncurkan versi ini di China, BYD diperkirakan akan membawa Seagull generasi kedua ke pasar luar negeri, kemungkinan besar sebagai Dolphin Surf dan Dolphin Mini generasi baru.
Langkah BYD memperbarui model termurahnya menunjukkan strategi perusahaan dalam mempertahankan daya saing di segmen kendaraan listrik entry-level. Dengan harga yang justru turun dibanding generasi pertama, ditambah ukuran lebih besar, fitur keselamatan aktif, dan teknologi pengisian cepat, Seagull generasi kedua menempatkan tekanan baru pada kompetitor di kelas yang sama. Bagi konsumen, pilihan mobil listrik murah dengan spesifikasi yang terus meningkat menjadi indikasi bahwa persaingan harga di segmen ini masih akan berlanjut.
[SUMBER: Electrek]





Komentar
Belum ada komentar.