Telset.id – BYD Seagull generasi kedua telah tiba di dealer di China menjelang peluncuran domestik untuk dipajang, dengan finishing warna oranye. Mobil ini akan segera masuk pasar dengan teknologi flash charging, sistem bantuan mengemudi DiPilot 300, dan tenaga 127 hp.
Kehadiran unit display di showroom ini menjadi penanda bahwa peluncuran resmi tinggal menghitung hari. Kendaraan ini diposisikan sebagai urban driver yang mengandalkan teknologi pengisian daya cepat sebagai nilai jual utama di segmennya.
Menariknya, versi display dari Seagull generasi kedua ini mencapai showroom tanpa sensor LiDAR di atap. Padahal, LiDAR merupakan bagian dari sistem ADAS DiPilot 300 atau yang dikenal sebagai “God’s Eye B”, yang dibutuhkan untuk fungsi Navigate On Autopilot. Detail ini menjadi catatan tersendiri bagi calon konsumen yang mengharapkan kemampuan berkendara otonom penuh pada unit yang dipajang.
Desain Eksterior dan Fitur Seagull Generasi Kedua
Mobil ini hadir dengan finishing oranye, salah satu dari enam warna yang tersedia untuk model ini, termasuk hijau, putih, pink, biru, dan abu-abu. Fitur eksterior lain mencakup pelek 16 inci berwarna hitam, gagang pintu semi-tersembunyi, serta atap mengambang.

Dari sisi dimensi, Seagull baru ini memiliki ukuran 4205/1810/1570 mm dengan jarak sumbu roda 2.650 mm. Angka ini membuatnya 425 mm lebih panjang dibandingkan generasi pertama yang masih beredar saat ini. Peningkatan ukuran tersebut memberi ruang kabin yang lebih lega bagi penggunanya.
Untuk interior, kabin BYD Seagull baru di dealer hadir dengan finishing putih. Kendaraan ini mengadopsi setir dua palang dengan tuas perpindahan gigi di belakangnya. Tidak ada kluster instrumen LCD, karena bagian kiri layar tengah berfungsi sebagai panel instrumen. Terowongan tengah dilengkapi pengisi daya ponsel nirkabel, satu blok tombol fisik, dan dua tempat cangkir.
Salah satu sorotan lain dari Seagull adalah frunk yang digerakkan secara elektrik. Fitur ini menambah kepraktisan penyimpanan di area depan kendaraan, sesuatu yang jarang ditemui pada mobil di kelasnya.
Baca Juga:
Spesifikasi Performa dan Flash Charging
Dari sisi dapur pacu, BYD Seagull baru ini mengusung motor listrik 95 kW atau setara 127 hp yang dipasang di poros belakang. Ada dua opsi baterai yang ditawarkan, yaitu 30 kWh dan 39,2 kWh. Jarak tempuh CLTC-nya berada di kisaran 320 hingga 420 km, atau setara 262 hingga 344 km dalam kondisi WLTP.
Seagull juga mendukung teknologi flash charging, yang mampu mengisi daya dari 10% hingga 97% hanya dalam sembilan menit. Kemampuan pengisian daya super cepat ini menjadi pembeda utama model ini di pasar mobil listrik kompak. Teknologi serupa juga tengah disiapkan untuk pasar lain, sebagaimana terlihat pada rencana pengisi daya cepat yang akan hadir di Eropa.
Seagull telah tersedia untuk pre-order pada 9 Oktober dengan biaya 2.000 yuan atau sekitar 300 USD. Harga mobil baru ini masih dirahasiakan, sebuah praktik umum di China. Strategi ini memungkinkan produsen menarik perhatian pada model tersebut dan menilai potensi volume penjualan berdasarkan statistik pemesanan serta minat pengguna. Pengembalian dana dapat dilakukan kapan saja sebelum pesanan dikunci.
BYD Seagull diperkirakan akan dibanderol di bawah 100.000 yuan atau sekitar 14.915 USD di China. Sebagai gambaran, BYD Seagull yang saat ini beredar mencatatkan pengiriman 74.087 unit dari Januari hingga Agustus 2026, turun 66,5%, menurut China EV DataTracker. Rentang harganya berada di antara 69.900 hingga 85.900 yuan atau sekitar 10.425 hingga 12.810 USD.
Penurunan pengiriman yang signifikan pada generasi pertama menjelaskan mengapa BYD begitu agresif memperkenalkan generasi kedua dengan sejumlah peningkatan teknis. Pendekatan ini sejalan dengan pola transisi produk yang juga terjadi di kategori lain, seperti yang terlihat pada generasi kedua perangkat wearable yang mengandalkan fitur baru sebagai daya tarik.
Kehadiran unit display di dealer sebelum peluncuran resmi memberi konsumen kesempatan melihat langsung wujud dan material kendaraan. Namun, ketiadaan sensor LiDAR pada unit display tersebut perlu dicermati, karena fitur tersebut disebut sebagai bagian dari DiPilot 300 yang mendukung Navigate On Autopilot.
Dengan kombinasi flash charging sembilan menit, motor 127 hp, dan dimensi yang lebih besar, BYD Seagull generasi kedua menargetkan posisi yang lebih kuat di segmen mobil listrik kompak. Peluncuran resminya akan menjadi penentu apakah strategi ini mampu membalikkan tren penurunan penjualan generasi sebelumnya.





Komentar
Belum ada komentar.