Telset.id – BYD resmi meluncurkan sedan Seal 07 generasi kedua di China dengan harga mulai 139.900 yuan (sekitar 20.975 dolar AS) sebelum diskon. Peluncuran ini terjadi hanya sekitar delapan bulan setelah versi pembaruan generasi pertama diluncurkan pada awal Maret 2026, langkah cepat setelah model tersebut mencatat penjualan yang lesu.
Data dari China EV DataTracker menunjukkan BYD hanya menyerahkan 8.017 unit Seal 07 kepada pelanggan di China sepanjang Januari hingga September 2026. Sebagai produsen kendaraan energi baru terbesar di dunia, BYD merespons dengan menghadirkan sedan generasi kedua yang menawarkan pilihan powertrain BEV dan PHEV, dukungan teknologi pengisian daya kilat, serta sistem bantuan mengemudi God’s Eye yang mampu mengemudikan sendiri di jalan perkotaan dan jalan tol.
Seal 07 baru mengadopsi bahasa desain terbaru keluarga Ocean bernama “Ocean Aesthetics 2.0.” Dari sisi styling, model ini tampil dekat dengan Seal 08 flagship yang telah diluncurkan sebelumnya. Ada DRL tipis serupa, ujung depan tertutup, lampu utama terintegrasi ke bumper depan, dan strip lampu belakang selebar bodi. Mobil ini juga dilengkapi sensor LiDAR di atap sebagai bagian dari sistem bantuan mengemudi God’s Eye B yang mampu menjalankan fungsi Navigate On Autopilot (NOA).

Dari segi dimensi, Seal 07 generasi kedua tergolong sedan berukuran besar dengan panjang 5.080 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.495 mm, dan wheelbase 2.960 mm. Sebagai perbandingan, mobil ini 20 mm lebih panjang dari varian global BMW 5 Series (G60). Tersedia enam warna eksterior, yaitu hijau, pink, ungu, silver, putih, dan hitam.
Baterai Blade 2.0 dan Pengisian Kilat Sembilan Menit
Varian BEV Seal 07 mengandalkan satu motor listrik di poros belakang dengan tenaga puncak 245 kW (329 hp). Mobil ini mampu berakselerasi dari 0 ke 100 km/jam dalam 5,5 detik dengan kecepatan maksimum 240 km/jam. Namun sorotan utamanya ada pada baterai Blade 2.0 LFP berkapasitas 76,7 kWh yang memungkinkan Seal 07 EV menempuh hingga 775 km dalam kondisi CLTC (636 km WLTP), dengan konsumsi energi 9,8 kWh per 100 km.
Baterai tersebut mendukung teknologi pengisian daya kilat yang mampu mengisi dari 10 hingga 97 persen hanya dalam sembilan menit. Untuk varian BEV, bagasi menawarkan kapasitas 618 liter ditambah frunk bervolume 160 liter, sementara versi PHEV menyediakan bagasi 595 liter.

Sementara itu, varian Seal 07 DM-i mengadopsi mesin bensin 1,5 liter berdaya 115 kW (154 hp) yang dipadukan dengan motor listrik depan 160 kW (215 hp). Waktu akselerasi 0 hingga 100 km/jam tercatat 7,7 detik. Paket baterainya berkapasitas 38 kWh, cukup untuk jangkauan listrik 330 km CLTC (271 km WLTP).
Soal kaki-kaki, Seal 07 menggunakan suspensi double-wishbone di depan dan five-link di belakang. Trim bawah dilengkapi sistem kontrol bodi peredam cerdas DiSus-C, sedangkan trim lebih tinggi menawarkan sistem magnetorheological cerdas DiSus-M yang sebelumnya hanya tersedia pada mobil Denza dan Fang Cheng Bao.
Baca Juga:
Kabin Diva dan Fitur Premium di Trim Atas
Interior Seal 07 generasi kedua sejalan dengan sebagian besar model bermerek BYD. Ada layar mengambang 15,6 inci, head-up display, dan klaster instrumen LCD 10,25 inci di dasbor. Tuas transmisi berada di belakang setir berbentuk D dengan tiga palang. Terowongan tengah menyediakan pengisi daya ponsel nirkabel 50W dan sederet tombol fisik.
Namun sedan ini punya satu fitur unik berupa “smart companion” bernama Diva. Benda tersebut sebenarnya adalah smartwatch yang dapat menjalankan sejumlah fungsi dan memiliki beberapa “ekspresi lucu.” Jika Diva belum cukup, Seal 07 juga menawarkan empat titik pemasangan magnetik terintegrasi untuk berbagai aksesori. Penumpang belakang bahkan dapat memasang tablet di bagian belakang jok depan.

Seal 07 hadir standar dengan jok depan berpemanas dan berventilasi, serta kontrol iklim dua zona dengan mode sterilisasi suhu tinggi. Fitur lain mencakup atap kaca, kaca akustik, power tailgate, dan karaoke dalam kabin hands-free. Trim teratas menawarkan jok depan zero-gravity dengan fungsi pijat, jok belakang berpemanas dan berventilasi, 20 speaker, serta kulkas bawaan.

Untuk pasar yang tengah menggencarkan transisi kendaraan listrik, kehadiran model dengan pengisian super cepat seperti ini menjadi penanda arah industri. Bahkan di sektor lain, percepatan adopsi teknologi menjadi sorotan, seperti pembahasan soal balik nama HP bekas yang tengah diwacanakan Komdigi. Perubahan regulasi dan standar teknis memang kerap berjalan beriringan dengan inovasi produk.
Di sisi harga, Seal 07 EV dibanderol 149.900 hingga 172.900 yuan (22.475 hingga 25.920 dolar AS) sebelum diskon. Sementara Seal 07 DM-i plug-in hybrid berada di rentang 139.900 hingga 149.900 yuan (20.975 hingga 22.475 dolar AS). Dengan seluruh penawaran waktu terbatas diterapkan, rentang harga Seal 07 dapat turun menjadi 135.900 hingga 168.900 yuan (20.375 hingga 25.325 dolar AS).

Langkah BYD merilis generasi kedua dalam hitungan bulan menunjukkan tekanan kompetisi di segmen sedan listrik China yang semakin ketat. Angka 8.017 unit dalam sembilan bulan menjadi sinyal jelas bahwa pembaruan generasi pertama belum cukup menarik minat pasar. Dengan kombinasi jangkauan 775 km, pengisian kilat sembilan menit, dan sistem God’s Eye B, Seal 07 generasi kedua kini memikul beban ekspektasi yang jauh lebih besar.
Bagi konsumen yang memantau dinamika pasar otomotif maupun teknologi konsumen, pola serupa juga muncul di industri lain, misalnya diskusi soal larangan second account di platform media sosial yang tengah dibahas DPR. Keduanya menunjukkan bagaimana regulator dan produsen berlomba menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku pengguna.

Yang perlu dicatat, seluruh spesifikasi dan harga di atas merupakan data untuk pasar China. Belum ada informasi mengenai ketersediaan Seal 07 generasi kedua untuk pasar Indonesia. Namun sebagai produsen kendaraan energi baru terbesar dunia, pergerakan BYD di negeri asalnya kerap menjadi indikator arah model yang bakal diekspor ke berbagai negara, termasuk potensi kehadirannya di Tanah Air.
Dengan strategi merilis ulang model yang kurang laku dalam waktu singkat, BYD memperlihatkan fleksibilitas lini produksinya. Pertanyaannya kini bukan lagi soal spesifikasi di atas kertas, melainkan apakah pasar China akan merespons berbeda dibanding generasi pertama. Sebab dalam delapan bulan, BYD sudah membuktikan bahwa mereka tidak menunggu siklus model konvensional untuk memperbaiki produk.

Sebagai catatan penutup, harga agresif dan fitur yang menumpuk di Seal 07 generasi kedua menjadi cermin persaingan sedan listrik China yang tak memberi ruang bagi produk berperforma biasa. Bagi BYD, delapan bulan adalah waktu yang cukup untuk belajar dari kegagalan, dan kini hasilnya sudah ada di jalanan China.
[ META_DESCRIPTION]
BYD Seal 07 generasi kedua meluncur di China mulai 139.900 yuan dengan baterai Blade 2.0, pengisian kilat 9 menit, dan sistem God’s Eye B.





Komentar
Belum ada komentar.