BYD Shark 6 prototipe dengan kamuflase minimal di China

BYD Shark 6 Masuk China Akhir 2026, Pakai Brand Fang Cheng Bao

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • BYD akan menjual pikap hybrid Shark 6 di China pada akhir 2026
  • Menggunakan brand Fang Cheng Bao, bukan BYD
  • Dimensi: panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, tinggi 1.925 mm
  • Mesin 1.5T hybrid dengan dual motor, total 429 hp
  • Baterai 29,58 kWh, jarak tempuh listrik 100 km
  • Harga estimasi 200.000-300.000 yuan
  • Sudah dijual di Australia, Meksiko, Brasil, Chile, Peru

Telset.id – BYD memastikan akan menjual pikap hybrid plug-in Shark 6 di pasar domestik China pada akhir 2026. Pikap yang sukses di Australia, Meksiko, Brasil, Chile, Peru, dan Eropa ini akan menggunakan lencana sub-brand Fang Cheng Bao, bukan logo BYD biasa.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh pejabat perusahaan usai meluncurkan Fang Cheng Bao Bao 5 dan Bao 8 dengan sistem Flash Charging pada bulan Mei lalu. Menurut mereka, pikap hybrid ini akan didistribusikan melalui jaringan penjualan Fang Cheng Bao, bukan saluran BYD utama.

BYD-pickup-China

Sebuah prototipe dengan kamuflase minimal tertangkap kamera sedang diuji di jalanan China. Foto dari ThinkerCar memperlihatkan bahwa lencana BYD di bagian depan telah diganti dengan logo Fang Cheng Bao. Bentuk keseluruhan tetap identik dengan versi global yang sudah beredar di berbagai negara.

## BYD Shark 6: Ukuran dan Dimensi

BYD Shark 6 memiliki dimensi yang cukup besar. Pikap ini memiliki panjang 5.457 mm, lebar 1.971 mm, dan tinggi 1.925 mm, dengan jarak sumbu roda 3.260 mm. Ukuran ini sebanding dengan Toyota Hilux dan Ford Ranger yang menjadi pesaing utamanya di segmen pikap menengah.

Dengan dimensi tersebut, Shark 6 menawarkan kabin yang lapang dan bak belakang yang fungsional. Desainnya yang rugged dan maskulin tetap dipertahankan, sesuai dengan karakter kendaraan off-road yang menjadi target pasarnya.

## Spesifikasi dan Performa Hybrid

Ditenagai oleh sistem DMO (Dual Mode Off-Road) Super Hybrid milik BYD, Shark 6 mengandalkan mesin 1.5T 4-silinder yang dipadukan dengan dua motor listrik. Konfigurasi ini menghasilkan sistem AWD (All-Wheel Drive) standar.

Motor depan menghasilkan tenaga 228 hp (170 kW), sementara motor belakang menyumbang 201 hp (150 kW). Total output gabungan mencapai 429 hp (320 kW). Angka ini membuat Shark 6 salah satu pikap hybrid paling bertenaga di kelasnya.

Baterai berkapasitas 29,58 kWh disematkan untuk mendukung sistem hybrid ini. Dengan baterai tersebut, Shark 6 mampu menempuh jarak murni listrik sekitar 62 mil (100 km) berdasarkan siklus NEDC. Jarak tempuh ini cukup untuk kebutuhan harian di perkotaan tanpa harus mengaktifkan mesin bensin.

## Jadwal Peluncuran dan Harga

Berdasarkan laporan dari Autohome, BYD diperkirakan akan meluncurkan versi domestik pikap ini di China pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun 2026. Artinya, peluncuran resmi bisa terjadi antara September hingga November mendatang.

Soal harga, Autohome memperkirakan banderol akan berada di kisaran 200.000 hingga 300.000 yuan, atau setara sekitar $29.500 hingga $44.000. Harga ini menempatkan Shark 6 sebagai pikap hybrid yang kompetitif di pasar China.

## Strategi Brand Fang Cheng Bao

Keputusan BYD menjual Shark 6 di bawah sub-brand Fang Cheng Bao bukan tanpa alasan. Fang Cheng Bao diposisikan sebagai lini kendaraan off-road dan adventure yang lebih premium. Dengan demikian, pikap ini mendapatkan identitas yang lebih jelas di mata konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, BYD memang memperluas portofolio mereknya. Selain BYD dan Fang Cheng Bao, ada juga Denza untuk segmen premium dan Yangwang untuk segmen ultra-mewah. Masing-masing memiliki target pasar dan karakter produk yang berbeda.

Untuk pasar domestik China, penggunaan logo Fang Cheng Bao diyakini akan memperkuat citra Shark 6 sebagai kendaraan off-road yang tangguh. Hal ini sekaligus membedakannya dari model BYD lain yang lebih berorientasi pada efisiensi dan kendaraan penumpang.

## Posisi di Pasar Global

Sebelum masuk China, BYD Shark 6 sudah lebih dulu meluncur di sejumlah negara. Pikap ini tersedia di Australia, Meksiko, Brasil, Chile, Peru, dan akan segera hadir di Eropa serta Inggris. Penerimaan di pasar-pasar tersebut tergolong positif.

Di Australia, Shark 6 bersaing langsung dengan Toyota Hilux dan Ford Ranger yang sudah mapan. Di Meksiko dan Brasil, pikap ini menjadi salah satu opsi kendaraan elektrifikasi yang diminati. Sementara di Eropa, BYD menargetkan pangsa pasar kendaraan komersial ringan.

Kehadiran di pasar China menjadi langkah strategis BYD untuk memperkuat basis penjualan domestik. China adalah pasar otomotif terbesar di dunia, dan kehadiran Shark 6 di sana bisa mendongkrak volume penjualan secara signifikan.

## Persaingan di Segmen Pikap Hybrid

Segmen pikap hybrid di China mulai ramai dengan kehadiran beberapa pemain. Selain BYD Shark 6, ada juga Geely Radar yang menawarkan jarak tempuh hingga 620 mil. Perbandingan antara keduanya menjadi topik hangat di kalangan penggemar otomotif.

BYD-pickup-China

BYD sendiri memiliki keunggulan dalam hal teknologi baterai dan sistem hybrid. DMO Super Hybrid yang digunakan di Shark 6 dirancang khusus untuk kendaraan off-road, memberikan kombinasi efisiensi dan performa yang sulit ditandingi.

Dengan harga yang kompetitif dan fitur yang lengkap, BYD Shark 6 berpotensi menjadi pemain dominan di segmen pikap hybrid China. Apalagi dengan dukungan jaringan distribusi Fang Cheng Bao yang sudah mapan.

## Implikasi untuk Pasar Global

Keputusan BYD menjual Shark 6 di China dengan brand Fang Cheng Bao juga berdampak pada pasar global. Konsumen di luar China yang sudah familiar dengan logo BYD mungkin akan melihat perbedaan identitas ini.

Namun, secara teknis, tidak ada perubahan signifikan antara versi global dan domestik. Platform, mesin, dan fitur utama tetap sama. Perbedaan hanya terletak pada lencana dan beberapa penyesuaian kecil untuk pasar lokal.

Bagi BYD, langkah ini menunjukkan fleksibilitas merek dalam merespons kebutuhan pasar yang berbeda. Di China, Fang Cheng Bao dianggap lebih cocok untuk kendaraan off-road. Sementara di luar negeri, nama BYD sudah cukup kuat untuk menjual produk yang sama.

Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada akhir 2026, BYD Shark 6 siap menjadi salah satu pikap hybrid paling dinantikan di China. Apakah akan sukses? Waktu yang akan menjawab.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.