Telset.id – BYD secara resmi menantang pabrikan Eropa seperti Porsche, BMW, dan Mercedes-Benz melalui supercar listrik terbarunya, Denza Z. Model ini diperkenalkan di ajang Goodwood Festival of Speed, menandai langkah agresif BYD ke segmen mobil premium global.
Denza Z hadir dengan tenaga luar biasa mencapai 1.582 horsepower (1.604 PS). Angka ini berasal dari sistem tiga motor listrik, dengan satu motor di poros depan dan dua motor independen di poros belakang. Motor belakang mampu berputar hingga 30.000 rpm, memberikan performa yang jauh melampaui mobil sport bermesin konvensional.
“BYD challenges European legacies with the 1,582-horsepower Denza Z,” demikian judul laporan yang dikutip Telset.id. Namun, ada satu masalah besar: harga jual di pasar ekspor hampir dua kali lipat dari harga di China.
Varian dan Performa Gila
Pembeli dapat memilih tiga varian Denza Z: Coupe hardtop, Spider convertible, dan Racing edisi sirkuit. Varian Racing dengan ban semi-slick mampu melesat dari 0 ke 100 km/jam hanya dalam 1,96 detik, dengan kecepatan puncak 350 km/jam. Varian Coupe membutuhkan 2,25 detik untuk sprint yang sama, sementara Spider sekitar 2,3 detik.
Dimensi Denza Z cukup besar untuk sebuah supercar. Varian Coupe memiliki panjang 4.780 mm, lebar 1.990 mm, tinggi 1.330 mm, dengan jarak sumbu roda 2.780 mm. Ukuran ini setara dengan Mercedes-AMG GT Coupe. Keunikan lainnya, kabinnya menggunakan konfigurasi empat kursi yang lebih praktis dibanding supercar dua kursi tradisional.
Varian Spider lebih panjang, mencapai 4.865 mm dengan tinggi 1.350 mm. Sementara varian Racing menjadi yang terpanjang di 4.870 mm berkat splitter depan besar dan sayap belakang tetap.
Teknologi Canggih Buatan Sendiri
BYD mengembangkan sasis Denza Z sepenuhnya secara internal. Platform e3 menggunakan sistem steer-by-wire produksi pertama di China, yang menghilangkan hubungan mekanis fisik tradisional untuk memaksimalkan respons lintasan. Sistem suspensi Disus-M magnetorheological juga disematkan, mampu menyesuaikan gaya redaman dengan cepat untuk menyerap guncangan jalan atau bahkan membuat mobil “menari”.
Baterai yang digunakan adalah LFP Blade generasi kedua berkapasitas 76 kWh dengan arsitektur 800V. Sistem pengisian daya ganda (dual-gun Flash Charging) memungkinkan pengisian dari 10% ke 70% hanya dalam lima menit, dan 10% ke 97% dalam sembilan menit. Sayangnya, jarak tempuh terbatas: Coupe mencapai 410 km (WLTP), Spider 400 km, dan Racing 380 km.
Interior mengusung layar digital 8,8 inci untuk instrumen dan layar sentuh 12,8 inci untuk infotainment berbasis Android Auto. Varian Coupe dan Racing mendapat sistem suara 12 speaker, sedangkan Spider menggunakan 10 speaker.
Baca Juga:
Perbedaan Harga Mencolok
Strategi harga Denza Z menunjukkan kesenjangan besar antar pasar. Di China, harga pre-order dimulai dari RMB 680.000 (€85.600) untuk Coupe, RMB 780.000 (€98.200) untuk Spider, dan RMB 1,18 juta (€148.600) untuk Racing. Begitu masuk pasar internasional, harga hampir dua kali lipat.
Di Inggris, harga pre-sale Coupe dimulai dari €167.600, Spider €187.500, dan Racing €202.700. Meski markup ekspor agresif, varian Coupe tetap lebih murah dari Porsche 911 Turbo S yang dibanderol €233.500 di Inggris.
Data internal BYD menunjukkan bahwa model andalan Denza saat ini masih D9 MPV listrik dengan 6.952 pengiriman pada Juni 2026 (pangsa 37,3%), meski turun 16% year-over-year. Model Z9 GT shooting brake menempati posisi kedua dengan 6.025 unit (32,3%), diikuti N8L SUV dengan 4.002 unit (21,5%), dan N9 SUV dengan 1.652 unit (8,9%).
Dengan teknologi steer-by-wire canggih dan performa yang mengalahkan rival Eropa, Denza Z menjadi ancaman serius bagi dominasi Porsche, BMW, dan Mercedes-Benz di segmen supercar premium. Namun, harga ekspor yang tinggi menjadi tantangan utama untuk meraih pangsa pasar di luar China.





Komentar
Belum ada komentar.