Mobil Changan Nevo A06 dengan baterai sodium-ion CATL Naxta

CATL Targetkan 20.000 EV Pakai Baterai Sodium-ion pada 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CATL targetkan 10.000-20.000 EV pakai baterai sodium-ion pada 2026
  • Changan Nevo A06 jadi mobil pertama dengan baterai Naxta
  • Baterai tahan suhu -20°C hingga -30°C, cocok untuk daerah dingin
  • Investasi riset hampir 10 miliar yuan selama 10 tahun
  • Kepadatan energi meningkat 50% berkat inovasi R&D
  • Produksi massal dimulai kuartal keempat 2026
  • Biaya sodium-ion diperkirakan setara lithium-ion akhir 2026
  • Tener Sodium ESS untuk penyimpanan energi juga diluncurkan

Telset.id – Raksasa baterai asal China, CATL, mempercepat strategi dual-track lithium-sodium mereka di tengah volatilitas harga lithium global. Ni Jun, Chief Manufacturing Officer CATL, mengumumkan di World Economic Forum di Dalian bahwa perusahaan menargetkan 10.000 hingga 20.000 kendaraan listrik (EV) akan menggunakan baterai sodium-ion buatannya pada tahun ini.

Pengumuman ini menandai langkah signifikan dalam diversifikasi teknologi baterai untuk kendaraan listrik. CATL tidak hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga pada sektor penyimpanan energi. Pekan ini, CATL meluncurkan Tener Sodium, sebuah sistem penyimpanan energi baterai sodium-ion anyar. Pengiriman awal direncanakan dimulai di China pada September 2026, sementara pengiriman global dijadwalkan pada Juni 2027.

Changan Nevo A06, mobil pertama dengan baterai sodium-ion CATL

Mobil pertama di dunia yang menggunakan baterai sodium-ion generasi terbaru CATL, yang dinamai Naxtra, adalah Changan Nevo A06. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi komersialisasi teknologi sodium-ion di sektor otomotif.

## Terobosan Teknologi dan Kinerja Cuaca Dingin

Investasi CATL dalam riset baterai sodium-ion telah mencapai hampir 10 miliar yuan (sekitar 1,5 miliar USD) selama dekade terakhir. Upaya ini juga memperkuat tim riset dan pengembangan dengan menambah lebih dari 300 anggota. Menurut Gao Huan, Chief Technology Officer CATL, inovasi-inovasi ini telah berhasil meningkatkan kepadatan energi baterai sodium-ion hingga 50%.

Perusahaan menilai produknya kini berada pada “tahap pencapaian penting” dan siap untuk produksi massal pada kuartal keempat tahun 2026. Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya beradaptasi pada suhu ekstrem. Ni Jun menyebutkan bahwa baterai dirancang untuk beroperasi normal pada suhu antara -20°C hingga -30°C.

Kemampuan ini membuka peluang pasar di wilayah dengan musim dingin yang keras, seperti Amerika Utara bagian utara, Kanada, dan sebagian Jepang. Pada Februari lalu, pengujian dunia nyata di tempat uji coba di Yakeshi, Mongolia Dalam, menunjukkan mobil Changan berhasil menavigasi jalanan es dan tanjakan curam menggunakan teknologi sodium-ion CATL.

Calvin Quek, Direktur Eksekutif Nature Finance di Oxford Sustainable Finance Group, yang menyaksikan pengujian tersebut, menggambarkannya sebagai “momen terobosan” bagi teknologi sodium-ion di sektor EV, seperti dilaporkan oleh WallstreetCN. Laporan juga menyebutkan bahwa Changan akan memulai penjualan model-model dengan teknologi ini pada pertengahan tahun.

Sistem penyimpanan energi Tener Sodium dari CATL

## Lindung Nilai terhadap Volatilitas Lithium

Kebangkitan minat terhadap baterai sodium-ion dalam beberapa waktu terakhir sebagian besar didorong oleh fluktuasi dramatis harga lithium. Data menunjukkan bahwa harga lithium karbonat di China melonjak hampir 190% antara Juni tahun lalu dan 20 April 2026, secara signifikan meningkatkan tekanan biaya bahan baku.

CATL memposisikan baterai sodium-ion sebagai alat “manajemen risiko alternatif” untuk berlindung dari volatilitas tersebut. Dengan sumber daya sodium yang melimpah secara global, strategi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan dan mendiversifikasi ketergantungan bahan baku.

Perusahaan memandang tahun 2026 sebagai tahun penting, memperkirakan bahwa biaya sodium-ion akan menyamai biaya baterai lithium-ion pada akhir tahun ini. Hal ini bisa menjadi titik balik bagi adopsi massal teknologi sodium-ion di industri otomotif global.

Dengan target pengiriman hingga 20.000 unit EV dan peluncuran sistem penyimpanan energi Tener Sodium, CATL menunjukkan keseriusannya dalam mengkomersialkan teknologi sodium-ion. Langkah ini tidak hanya memberikan alternatif yang lebih stabil secara biaya di tengah gejolak harga lithium, tetapi juga membuka peluang baru di pasar kendaraan listrik di wilayah beriklim dingin.

Keberhasilan produksi massal pada kuartal keempat nanti akan menjadi indikator kunci apakah teknologi sodium-ion siap bersaing secara ekonomis dengan lithium-ion. Sementara itu, pengembangan baterai solid-state juga terus berjalan, menandakan bahwa CATL tidak menaruh semua harapan pada satu jenis teknologi saja. Perusahaan juga terus melakukan inovasi pada modifikasi sel baterai untuk berbagai kebutuhan kendaraan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.