📑 Daftar Isi

Denza Z9 GT station wagon dengan sistem God's Eye CNOA di Eropa

Denza Z9 GT Jadi Mobil BYD Pertama dengan God’s Eye di Eropa

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Denza Z9 GT jadi mobil BYD pertama dengan God's Eye CNOA di Eropa, diumumkan di Paris Auto Show 2026
  • Sistem navigasi otonom Level 2 ini hadir 2027, pengemudi tetap wajib memantau dan siap ambil alih
  • Bersaing dengan Xpeng NGP yang juga masuk Eropa kuartal pertama 2027
  • Di China, Z9 GT pakai God's Eye 5.0 ADAS dengan chip Xuanji A3 4nm, 700 TOPS
  • BYD targetkan 3.000 flash charger di Eropa pada 2027

Telset.id – Denza Z9 GT akan menjadi mobil BYD pertama yang mengadopsi God’s Eye City Navigation Driving Assistant (CNOA) di Eropa. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pihak BYD pada ajang Paris Auto Show 2026. Sistem tersebut memungkinkan Z9 GT melakukan navigasi perkotaan dari alamat ke alamat secara mandiri di bawah pengawasan pengemudi, dan baru akan hadir pada 2027.

Kabar ini menempatkan BYD pada jalur yang tepat dalam perlombaan teknologi berkendara cerdas di Benua Biru. Pasalnya, Xpeng juga dijadwalkan membawa Navigation Guided Pilot (NGP) ke Eropa pada kuartal pertama 2027. Model-model Xpeng yang mengusung chip Turing AI, seperti sedan P7+, minivan X9, coupe crossover L03, dan SUV G9L yang baru diluncurkan, diprediksi menjadi yang pertama menerima teknologi tersebut.

Dengan langkah ini, Xpeng akan menantang Tesla di ranah intelligent driving. BYD pun dituntut bergerak cepat agar tidak tertinggal. Sebelumnya, Denza Z9 GT sudah tercatat sebagai kendaraan buatan BYD pertama dengan flash charging yang masuk ke Eropa. Pada 12 Oktober, pabrikan mengumumkan bahwa SUV besar BYD Atto 8 juga akan mengadopsi teknologi serupa.

God’s Eye CNOA yang pertama kali diperkenalkan ke Eropa lewat Z9 GT diperkirakan akan segera diterapkan ke mobil-mobil BYD lainnya. Alhasil, bukan tidak mungkin akan ada cukup banyak kendaraan dengan teknologi ini yang membanjiri jalanan Eropa dalam waktu dekat.

Denza Z9 GT to become first BYD car with God's Eye autonomous navigation in Europe

God’s Eye Level 2, Bukan Autopilot

Ada satu catatan penting yang perlu digarisbawahi. Sistem God’s Eye CNOA ini memiliki Level 2 autonomy dan tidak bisa dianggap sebagai autopilot. Artinya, pengemudi tetap harus memantau proses secara konstan dan siap mengambil alih kendali kapan saja. Klaim “navigasi perkotaan sepenuhnya otonom” dari pihak BYD harus dibaca dalam konteks pengawasan penuh manusia di balik kemudi.

Stella Li, Executive Vice President BYD, menyatakan pihaknya senang dapat memenuhi janji menghadirkan manfaat God’s Eye ke Z9 GT, termasuk assisted city navigation. Menurutnya, teknologi ini akan membantu membuat berkendara di kota jadi lebih ringan, mulai dari kemacetan hingga persimpangan padat dan bundaran.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi God’s Eye sebagai sistem bantuan berkendara, bukan pengganti pengemudi. BYD tampaknya berhati-hati dalam mengomunikasikan batasan teknologi ini ke pasar Eropa yang regulasinya cukup ketat.

Spesifikasi God’s Eye 5.0 di China

Menarik untuk melihat bagaimana teknologi ini diterapkan di pasar asalnya. Di China, Denza Z9 GT mengadopsi sistem God’s Eye 5.0 ADAS yang ditenagai SoC 4nm pertama China bernama Xuanji A3. Satu chip tunggal memiliki daya komputasi puncak sekitar 700 TOPS.

Chip tersebut mengumpulkan informasi dari berbagai sensor, termasuk LiDAR, radar mm-wave, sensor ultrasonik, dan kamera. Kombinasi ini menjadi fondasi bagi kemampuan navigasi otonom yang diklaim BYD. Detail Spesifikasi Lengkap untuk versi Eropa belum diungkap secara rinci.

Perlu dicatat, Z9 GT bukan satu-satunya model Denza yang menarik perhatian. Denza N8L EV misalnya, hadir dengan pendekatan berbeda di segmen SUV mewah. Informasi soal Baterai 130 kWh pada model tersebut menunjukkan ambisi Denza di lini kendaraan listrik premium.

BYD juga tengah menyiapkan varian Denza Z9 GT Tri-Motor dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini sejalan dengan strategi memperluas jangkauan pasar di segmen kendaraan listrik mewah. Bagi konsumen yang menanti Jangkauan 1.100 Km, lini Denza memang menawarkan beberapa opsi yang patut dipertimbangkan.

Denza Z9 GT station wagon dengan sistem God's Eye CNOA

Ekosistem kendaraan listrik BYD di Eropa juga ditopang infrastruktur pengisian daya. Pabrikan disebut akan menempatkan 100 flash charger di Eropa hingga akhir tahun, dengan target 3.000 unit pada 2027. Infrastruktur ini menjadi penunjang penting bagi adopsi kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Selain itu, BYD Seagull generasi kedua dilaporkan telah tiba di dealer-dealer di China menjelang peluncurannya. Model ini menjadi bagian dari strategi BYD mengisi berbagai segmen pasar, dari kendaraan kompak hingga SUV besar.

Yang jelas, kehadiran God’s Eye CNOA di Denza Z9 GT menandai babak baru bagi BYD di Eropa. Pabrikan asal China ini tidak lagi hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga mulai membawa teknologi berkendara cerdas ke pasar yang selama ini didominasi merek Eropa dan Tesla.

Bagi pasar otomotif Eropa, persaingan di ranah intelligent driving diprediksi memanas pada 2027. Dengan Xpeng membawa NGP dan BYD menghadirkan God’s Eye, konsumen Eropa akan punya lebih banyak pilihan kendaraan dengan kemampuan navigasi perkotaan terbatas. Namun, semuanya tetap bergantung pada sejauh mana regulasi setempat mengizinkan teknologi ini beroperasi.

Bagi pengamat industri, langkah BYD ini menunjukkan bahwa perlombaan kendaraan listrik kini bergeser dari sekadar baterai dan jangkauan ke perangkat lunak dan kecerdasan buatan. Teknologi seperti God’s Eye menjadi pembeda utama antar pabrikan. Siapa yang lebih dulu matang dalam hal ini, dialah yang berpotensi memimpin pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.