📑 Daftar Isi

BYD Shark 6 pickup truck tampak samping di pameran otomotif

Ekspor BYD Shark 6 Anjlok 25,76% di Semester I 2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Volume ekspor BYD Shark 6 turun 25,76% YoY pada semester I 2026 menjadi 20.037 unit
  • Australia mendominasi 85% pangsa pasar ekspor pada Juni 2026
  • Rencana masuk pasar domestik China masih belum jelas sejak Oktober 2025
  • Persaingan semakin ketat dengan hadirnya GWM, Geely, Changan, dan Chery Rely P3X
  • BYD siapkan produksi truk pick-up lebih kecil untuk dorong penjualan segmen
  • Penjualan global BYD secara keseluruhan naik 5,2% YoY pada Juni 2026

Telset.id – Volume ekspor BYD Shark 6, pick-up plug-in hybrid (PHEV) andalan BYD, mengalami penurunan signifikan sebesar 25,76% Year-Over-Year (YoY) pada paruh pertama tahun 2026. Data ini menandai perlambatan penjualan global model tersebut di tengah persaingan yang semakin ketat di segmen kendaraan listrik dan hybrid.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, BYD hanya mengekspor 20.037 unit Shark 6. Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025 yang mencapai 26.988 unit. Penurunan ini menjadi sinyal adanya tantangan serius bagi model yang pertama kali diperkenalkan secara global di Meksiko pada Mei 2024 tersebut.

BYD Shark 6 export volume declined 25% Y-O-Y in H1 2026

Australia Mendominasi Pangsa Pasar Ekspor

Fenomena menarik terjadi pada distribusi penjualan Shark 6. Model ini nyaris menjadi “tawanan” satu pasar utama, yaitu Australia. Pada Juni 2026, dari total 4.000 unit yang diekspor secara global, sebanyak 3.398 unit atau sekitar 85% dikirim ke Australia. Hal ini menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada satu negara.

Meskipun secara keseluruhan penjualan Shark 6 menurun, BYD justru mencatat rekor penjualan tertinggi di Australia pada bulan yang sama, dengan total 18.881 unit terjual. Namun, konsentrasi pasar yang sempit membuat model ini rentan terhadap fluktuasi permintaan di Negeri Kanguru.

Pasar lain yang pernah dimasuki Shark 6 meliputi Brasil, Chili, Afrika Selatan, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Namun, data menunjukkan bahwa kontribusi pasar-pasar tersebut belum mampu menopang pertumbuhan ekspor secara berkelanjutan.

Rencana Masuk Pasar Domestik Masih Kabur

Isu mengenai masuknya BYD Shark 6 ke pasar domestik China sudah bergulir sejak lama. Pada Oktober 2025, General Manager Hubungan Masyarakat BYD, Li Yunfei, menyatakan bahwa truk ini akan masuk ke China “cepat atau lambat.” Ia menegaskan bahwa Shark 6 masih dalam tahap perencanaan untuk peluncuran domestik.

Hingga pertengahan 2026, belum ada informasi lebih lanjut mengenai realisasi rencana tersebut. Ketidakjelasan ini menjadi salah satu faktor yang membuat prospek penjualan Shark 6 masih diselimuti ketidakpastian. Sementara itu, spekulasi mengenai kemungkinan Shark 6 masuk China dengan merek Fang Cheng Bao sempat muncul, namun belum ada konfirmasi resmi.

Persaingan Semakin Sengit di Segmen Pick-up Hybrid

Penurunan ekspor Shark 6 tidak terlepas dari meningkatnya persaingan di segmen truk pick-up hybrid dan listrik. Pabrikan otomotif China lainnya seperti GWM, Geely, dan Changan gencar meluncurkan produk serupa ke pasar global. Kehadiran pesaing baru membuat pilihan konsumen semakin beragam.

Salah satu rival terbaru yang patut diperhitungkan adalah Chery Stockman (Rely P3X). Model ini hadir sebagai truk pick-up diesel plug-in hybrid dengan kapasitas muatan mencapai 1.000 kg. Kehadiran Chery Rely P3X menjadi bukti bahwa persaingan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kemampuan fungsional.

Untuk memperkuat posisinya, BYD dilaporkan tengah mempersiapkan produksi massal truk pick-up berukuran lebih kecil di China pada April 2026. Model baru ini direncanakan menjadi bagian dari lini Shark untuk mendongkrak penjualan di segmen tersebut. Namun, timeline peluncurannya masih belum diumumkan.

BYD Shark 6 export volume declined 25% Y-O-Y in H1 2026

Data Penjualan Global BYD

Meskipun ekspor Shark 6 menurun, kinerja penjualan global BYD secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif. Menurut China EV DataTracker, BYD berhasil menjual 397.292 unit kendaraan secara global pada Juni 2026, meningkat 5,2% YoY. Angka ini menunjukkan bahwa penurunan ekspor Shark 6 belum berdampak signifikan terhadap performa korporasi secara umum.

Namun, fakta bahwa model andalan seperti Shark 6 mengalami penurunan ekspor patut menjadi perhatian. Terlebih, data menunjukkan perlambatan sudah dimulai sejak paruh kedua tahun 2025. Pada Juli-Desember 2025, ekspor Shark 6 hanya mencapai 12.478 unit, jauh di bawah semester pertama yang mencapai 26.988 unit.

Dengan total ekspor 39.466 unit sepanjang tahun 2025, Shark 6 sempat menjadi model yang menjanjikan. Namun, tren penurunan yang berlanjut hingga semester I 2026 menjadi sinyal bahwa strategi pemasaran global BYD untuk model ini perlu dievaluasi.

BYD Shark 6 export volume declined 25% Y-O-Y in H1 2026

Implikasi bagi Pasar Global

Penurunan ekspor BYD Shark 6 memberikan gambaran tentang dinamika pasar kendaraan listrik global yang semakin kompetitif. Ketergantungan pada satu pasar utama, dalam hal ini Australia, membuat model ini rentan terhadap perubahan kebijakan atau preferensi konsumen di negara tersebut.

Sementara itu, persaingan dari pabrikan China lainnya seperti GWM dan Changan yang juga merambah segmen yang sama semakin mempersempit ruang gerak Shark 6. Kehadiran model-model baru dengan spesifikasi yang kompetitif membuat konsumen memiliki lebih banyak opsi.

Bagi BYD, langkah strategis seperti mempersiapkan produksi truk pick-up yang lebih kecil dan menjajaki kemungkinan masuk pasar Thailand bisa menjadi kunci untuk membalikkan tren negatif ini. Namun, tanpa kepastian jadwal peluncuran, prospek jangka pendek Shark 6 masih dihadapkan pada tantangan berat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.