📑 Daftar Isi

Stasiun pengisian daya DC fast charging Electrify America format besar di Santa Barbara, California

Electrify America Tembus 6.000 Port Charging DC Fast

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Electrify America mengoperasikan 6.029 port DC fast charging di 1.191 lokasi AS
  • Jumlah port tumbuh 16 persen, jumlah stasiun naik sekitar 10 persen
  • Mayoritas stall berkapasitas 350 kW, ada juga 150 kW dan 400 kW
  • Pangsa pasar 6,7 persen, kalah volume pemasangan kuartalan dari ChargePoint
  • Walmart pasang port terbanyak di antara non-Tesla pada kuartal kedua
  • Electrify America beralih ke penagihan langsung tanpa saldo akun

Telset.id – Electrify America menembus lebih dari 6.000 port pengisian daya DC fast charging di Amerika Serikat. Operator jaringan pengisian daya terbesar kedua di AS itu kini mengoperasikan 6.029 port fast charging yang tersebar di 1.191 lokasi, berdasarkan data Department of Energy’s Alternative Fuels Data Center (AFDC). Pencapaian ini menegaskan posisi Electrify America sebagai pesaing terdekat Tesla Supercharger, meski pertumbuhan penjualan EV di AS dalam 12 bulan terakhir tergolong lesu.

Angka tersebut bukan sekadar simbol. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah port di jaringan Electrify America tumbuh 16 persen, sementara jumlah stasiunnya bertambah sekitar 10 persen. Artinya, ekspansi tetap berjalan di tengah pasar EV yang tidak sedang berada di puncak euforia. Perusahaan yang berada di bawah Tesla Supercharger ini memilih memperbesar kapasitas infrastruktur ketimbang menunggu pasar berbalik arah.

Perlu dicatat, lebih dari 6.000 port tidak otomatis berarti 6.000 konektor terpisah. Sebagian stasiun Electrify America memiliki stall dengan satu port dan satu konektor, sementara stall lain menyediakan dua port dan empat konektor. Contohnya, sejumlah charger Alpitronic berlabel Wawa yang baru dipasang di Pennsylvania memiliki dua port dan empat konektor. Setiap port dilengkapi konektor CCS1 dan NACS, tetapi hanya dua EV yang bisa mengisi daya bersamaan dari stall yang sama.

Dari sisi daya, Electrify America bertumpu pada charger berkapasitas tinggi. Sebagian besar stall-nya menyalurkan 350 kW, dengan sejumlah charger 150 kW dan 400 kW juga beroperasi menurut DCFC Tracker. Strategi ini menempatkan jaringan tersebut pada segmen high-powered charging, bukan sekadar menambah jumlah titik pengisian.

Persaingan Port Charging Makin Ketat

Pertumbuhan 16 persen terdengar solid, tetapi bukan yang tercepat di industri. Mengutip data Paren, Electrify America menguasai 6,7 persen port DC fast charging di AS dan memasang total 202 port pada kuartal kedua. Sementara itu, ChargePoint sebagai operator fast charging terbesar ketiga di negara itu memasang 333 port dengan pangsa pasar sepanjang masa 6,1 persen. Artinya, volume pemasangan ChargePoint pada kuartal tersebut lebih besar dari Electrify America, meski basis totalnya masih di bawah.

Yang menarik, jaringan charging baru Walmart justru memasang lebih banyak port dibandingkan perusahaan non-Tesla mana pun pada kuartal kedua. Menurut AFDC, Walmart memiliki 110 stasiun dengan total 916 port pengisian, dan berencana memasang ribuan stall berkapasitas 400 kilowatt hingga 2030. Footprint Walmart memang masih kecil dibandingkan pemain besar, tetapi laju pertumbuhannya menjadi sinyal bahwa kompetisi tidak lagi hanya soal siapa yang punya jaringan terluas hari ini.

Di sisi lain, langkah operasional Electrify America juga berubah. Perusahaan baru-baru ini menghapus saldo akun dan beralih ke penagihan langsung yang lebih sederhana. Artinya, setiap sesi pengisian daya akan ditagih otomatis langsung dari metode pembayaran pilihan pengguna. Penyederhanaan ini menghilangkan kebutuhan pengguna mengisi saldo terlebih dahulu sebelum mengecas kendaraan listrik mereka.

Perubahan skema pembayaran itu sejalan dengan pendekatan bisnis yang lebih praktis. Pengguna tidak lagi terjebak pada saldo yang mengendap di akun, sementara operator mendapat aliran transaksi yang lebih langsung. Dalam konteks jaringan pengisian daya publik, kemudahan transaksi sering menjadi pembeda pengalaman yang menentukan loyalitas pengguna.

Kapasitas Infrastruktur di Tengah Pasar EV yang Lesu

Ekspansi Electrify America terjadi saat penjualan EV di AS disebut tidak terlalu bergairah sepanjang 12 bulan terakhir. Namun perusahaan memilih tetap menambah port dan stasiun, bukan menahan laju investasi. Keputusan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pengisian daya dipandang sebagai fondasi jangka panjang, bukan sekadar respons terhadap fluktuasi penjualan kuartalan.

Pendekatan ini juga mencerminkan logika industri yang lebih luas. Jaringan pengisian daya yang lebih rapat dan andal menjadi prasyarat adopsi EV, terutama bagi pengguna yang belum memiliki akses pengisian daya di rumah. Dengan mayoritas stall berkapasitas 350 kW, Electrify America memposisikan jaringannya untuk kendaraan listrik generasi baru yang menuntut pengisian daya cepat.

Komposisi port dan konektor yang beragam, termasuk dukungan CCS1 dan NACS, memperlihatkan upaya mengakomodasi berbagai merek kendaraan listrik. Transisi menuju konektor NACS yang makin banyak diadopsi pabrikan membuat fleksibilitas konektor menjadi faktor penting dalam desain stasiun pengisian daya publik.

Dengan 6.029 port di 1.191 lokasi, Electrify America mempertahankan posisinya di urutan kedua jaringan DC fast charging AS. Namun angka itu juga menjadi pengingat bahwa kepemimpinan di sektor ini tidak permanen. ChargePoint dan Walmart menunjukkan bahwa pertumbuhan port bisa datang dari arah yang berbeda, baik dari operator jaringan mapan maupun pemain ritel yang membangun infrastruktur sendiri.

Bagi pasar Indonesia, dinamika ini relevan sebagai cerminan bagaimana infrastruktur pengisian daya dibangun di pasar yang matang. Persaingan bukan hanya soal jumlah port, tetapi juga kapasitas daya, kemudahan transaksi, dan kesiapan menghadapi standar konektor yang terus berubah. Electrify America memilih memperbesar ketiganya sekaligus, meski pasar EV-nya belum kembali ke momentum terkuatnya.

Ke depan, pertanyaan yang tersisa adalah seberapa lama Electrify America bisa mempertahankan posisi keduanya. Dengan Walmart yang merencanakan ribuan stall 400 kilowatt hingga 2030 dan ChargePoint yang memasang port lebih banyak pada kuartal terakhir, tekanan dari bawah terus menguat. Ekspansi 16 persen tahun ini menjadi modal, tetapi bukan jaminan untuk posisi yang sama di tahun-tahun berikutnya.

[ META_DESCRIPTION]
Electrify America menembus 6.029 port fast charging DC di 1.191 lokasi AS, tumbuh 16 persen, di tengah persaingan ChargePoint dan Walmart.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.