📑 Daftar Isi

Emta EV K-car hasil joint venture Chery tampil dengan bodi kotak tinggi dalam gambar paten

Emta EV K-car Chery JV Muncul di Paten, Tantang BYD Racco

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Emta EV K-car, model pertama JV Chery (EMT), muncul di dokumen paten dengan desain final
  • Bodi tinggi kotak dengan tulisan "#01", gril ramping, dan pintu geser belakang
  • Ada varian "offroad" dengan klading plastik menyeluruh dan ban AT
  • Drivetrain belum diumumkan, baterai dipasok Gotion, AWD dual-motor berpotensi hadir
  • Meluncur di Jepang 2027, bersaing dengan Nissan, Suzuki, dan BYD Racco
  • Produksi lokal Jepang setelah 2030, bergantung kesuksesan komersial

Telset.id – Emta, merek kendaraan listrik K-car hasil joint venture Chery, muncul dalam dokumen paten dengan desain eksterior final plus varian “offroad” yang mengejutkan. Mobil mungil ini dijadwalkan meluncur di Jepang pada 2027 dan langsung berhadapan dengan Nissan, Suzuki, serta BYD Racco di segmen kei car listrik.

Pengajuan paten tersebut memperlihatkan bahwa Emta tidak menyembunyikan produk pertamanya. Sejak awal, kendaraan ini tampil dengan bodi tinggi dan kotak, lengkap dengan tulisan “#01” di bagian bawah pintu belakang. Namun gambar paten menunjukkan sejumlah perubahan besar dibanding versi konsep yang pernah dipamerkan.

Perubahan paling mencolok ada di bagian depan. Bumper yang tadinya menonjol diganti dengan slat gril atas dan bawah, ditambah lampu kabut rendah. Lampu utama dan gril kini berada di bawah garis kap, sementara gril hitam dibuat lebih ramping di bagian tengah. Pendekatan desainnya bergeser dari kesan futuristik ke arah yang lebih praktis.

Desain Produksi Emta K-car: Dari Konsep ke Realitas Jalanan

Pada versi konsep, roda didorong ke sudut-sudut bodi untuk menciptakan stance sporty dan futuristik. Gambar paten justru memperlihatkan pendekatan sebaliknya: roda ditarik masuk dan bodi direntangkan hingga menyentuh batas ukuran legal K-car di Jepang. Ini langkah logis untuk memaksimalkan ruang kabin di dimensi yang dibatasi regulasi.

Perubahan lain terlihat di sisi samping. Kendaraan ini kini memakai gagang pintu konvensional, dengan gagang pintu belakang berada tepat di samping pilar B. Rel geser di bodi mengonfirmasi keberadaan pintu geser belakang, fitur yang sudah menjadi standar di segmen K-car Jepang.

Desain samping Emta EV K-car dengan pintu geser dan gagang pintu konvensional

Di bagian belakang, Emta memasang light bar yang menggemakan elemen pencahayaan depan. Ada panel di antara lampu belakang dan di atas ceruk pelat nomor, yang menurut laporan bisa jadi sign LED yang dapat dikustomisasi atau sekadar panel dicat untuk dekorasi.

Varian “Offroad” dengan Klading Plastik Menyeluruh

Kejutan lain dari berkas paten adalah munculnya varian “softroader” untuk mobil pertama Emta. Klading plastik tebal kini menutupi hampir seluruh bodi, sementara desain bumper depan alternatif memberi kesan presence layaknya bull bar kendaraan off-road sungguhan.

Meski begitu, seperti K-car berorientasi outdoor lainnya, penambahan tersebut kemungkinan besar hanya bersifat kosmetik. Ban all-terrain berdiameter kecil dan sedikit kenaikan ride height masih masuk akal untuk diterapkan. Emta sendiri belum mengumumkan detail drivetrain, tetapi penggerak semua roda berpotensi hadir lewat konfigurasi dual-motor.

Varian offroad Emta EV K-car dengan klading plastik dan bumper bergaya bull bar

Soal jantung pacu, Emta masih bungkam. Yang jelas, Gotion yang didukung Volkswagen akan memasok baterai untuk model-model baru ini. Chery sendiri berperan sebagai penyedia teknologi, mencakup platform kendaraan, powertrain EV, hingga teknologi assisted driving. Strategi kolaborasi semacam ini sejalan dengan langkah Chery yang belakangan agresif memperluas jangkauan produk elektrifikasinya, termasuk lewat Luxeed Chery di segmen premium.

Rekam jejak Chery di pasar global juga tidak selalu mulus. Sebelumnya, pabrikan ini harus mengambil langkah koreksi besar lewat Recall Omoda 5 di Malaysia yang mencapai 8.878 unit. Bagi EMT, kredibilitas teknis Chery akan jadi modal sekaligus ujian di pasar Jepang yang dikenal ketat soal kualitas.

Siapa Saja di Balik EMT dan Emta?

Electric Mobility Technologies (EMT) adalah merek mobil berbasis di Singapura yang merupakan joint venture antara Chery Automobile, Jiangsu Yueda Automobile Group, Autobacs Seven, Gotion, dan Anest Iwata. Yueda juga punya JV lain dengan Kia di China, sementara Autobacs adalah retailer suku cadang dan aksesori otomotif terbesar di Jepang. Anest Iwata merupakan produsen kompresor udara, pompa vakum, dan peralatan coating asal Jepang.

Pembagian perannya cukup jelas. Chery memasok platform, powertrain EV, dan teknologi assisted driving. Pabrik Yueda di Yancheng, yang sebelumnya menjadi tempat lahir mobil Kia dan HiPhi, akan memproduksi model-model baru ini. Gotion memasok baterai, Autobacs menangani saluran penjualan di Jepang, dan Anest Iwata memberikan dukungan kualitas.

Tampilan depan Emta EV K-car hasil joint venture Chery dengan gril ramping dan lampu kabut

Emta menyebut tim asal Jepang dengan latar belakang Honda dan Mazda yang merancang desain serta konsep kendaraannya. Selain model pertama ini, ada tiga model lain dalam pipeline: hatchback, SUV, dan MPV. Emta juga berencana memproduksi mobil secara lokal di Jepang setelah 2030, dengan catatan bergantung pada kesuksesan komersial.

Ambisi EMT tidak berhenti di Jepang. Ekosistem pengisian daya Chery juga terus berkembang, terlihat dari langkah pabrikan yang Tantang BYD dan Huawei lewat charger 1,44 MW. Infrastruktur semacam ini bisa menjadi nilai tambah jika Emta kelak menyasar pasar di luar Jepang.

Detail buritan Emta EV K-car dengan light bar dan panel di atas pelat nomor

Dengan peluncuran pada 2027, Emta K-car akan masuk ke pasar kei car listrik Jepang yang mulai ramai. Nissan dan Suzuki sudah menyiapkan penawaran EV kei mereka, sementara BYD Racco menjadi pesaing langsung dari sisi merek China. Bagi konsumen Jepang, pilihan mobil listrik mungil akan bertambah, tetapi pertarungan sesungguhnya ada pada harga, jaringan penjualan lewat Autobacs, dan kepercayaan terhadap kualitas rakitan.

Emta belum merilis detail drivetrain maupun harga. Yang pasti, pabrikan ini memilih strategi tampil percaya diri sejak awal lewat desain yang tidak jauh dari konsep, ditambah varian offroad yang memperluas daya tarik. Sisanya bergantung pada eksekusi produksi di Yancheng dan penerimaan pasar Jepang yang terkenal selektif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.