📑 Daftar Isi

Ilustrasi mobil EREV Li Auto dan Xiaomi dengan interval servis 3 tahun

EREV Servis 3 Tahun: Strategi Li Auto dan Xiaomi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Li Auto dan Xiaomi perpanjang interval ganti oli EREV jadi 3 tahun/30.000 km
  • Xiaomi Skynomad butuh servis awal 1 tahun/10.000 km, lalu 3 tahun/30.000 km
  • Li Auto L8/L9 langsung 3 tahun/30.000 km tanpa break-in, biaya 1.180 yuan
  • Kedua merek pakai oli Shell khusus, ancam garansi jika servis di luar resmi
  • BYD punya odometer EV/HEV terpisah, Mazda dan Volkswagen tetap 1 tahun/10.000 km
  • Interval baru ini tiga kali lipat dari rata-rata industri China

Telset.id – Dua produsen kendaraan listrik China, Li Auto dan Xiaomi, resmi memperpanjang interval ganti oli untuk mobil listrik range-extended (EREV) mereka menjadi 3 tahun atau 30.000 km. Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap keluhan pemilik EREV yang jarang menggunakan mesin bensin, sekaligus strategi untuk menutup celah biaya perawatan dengan EV murni.

Dalam keseharian, pengguna EREV di China terbiasa berkendara dalam mode listrik murni dan mengisi daya di rumah. Mesin range extender hanya menyala saat perjalanan jauh. Ironisnya, aturan servis sebelumnya tetap mewajibkan ganti oli secara berkala, meski mesin bensin jarang dipakai. Li Auto dan Xiaomi menilai ini sebagai hambatan adopsi dan meresponsnya dengan interval servis yang lebih panjang.

Perubahan ini diumumkan pada akhir Juli 2026. Li Auto menerapkannya untuk SUV L8 dan L9, sementara Xiaomi berkomitmen pada jajaran SUV Skynomad yang akan datang. Kedua merek tersebut bekerja sama dengan Shell untuk mengembangkan oli mesin khusus yang mendukung interval servis ekstrem tersebut.

Skema Servis Xiaomi Skynomad

Xiaomi menerapkan skema dua tahap untuk Skynomad. Servis awal wajib dilakukan 1 tahun atau 10.000 km setelah pengiriman. Setelah itu, interval ganti oli berikutnya melompat menjadi 3 tahun atau 30.000 km. Xiaomi telah bermitra dengan Shell dan menggunakan oli spesifikasi API SQ 0w-16 viskositas rendah untuk mesin range extender 1.5T buatan Harbin Dongan. Kapasitas oli mesin tersebut belum diumumkan.

Xiaomi Skynomad SUV EREV

Dengan skema ini, pemilik Skynomad yang mayoritas berkendara dalam mode EV bisa menghemat biaya servis secara signifikan. Strategi ini juga membuat Skynomad lebih kompetitif dibandingkan mobil hybrid konvensional yang mewajibkan servis rutin setiap tahun.

Sistem Cerdas Li Auto

Berbeda dengan Xiaomi, Li Auto langsung menerapkan interval servis 3 tahun/30.000 km tanpa periode break-in. Mobil L8 dan L9 anyar disebut telah dilengkapi “sistem pemantau umur oli cerdas” yang membenarkan eliminasi servis awal tersebut. Li Auto mematok biaya ganti oli sebesar 1.180 yuan (setara 174 USD) untuk interval tersebut.

Li Auto L9 SUV

Kemitraan dengan Shell menghasilkan oli mesin “eksklusif Li Auto dengan viskositas super-rendah dan umur panjang”. Detail spesifikasi oli seperti grade dan kapasitas belum dirilis. Pendekatan ini memberi Li Auto kendali penuh atas pengalaman kepemilikan dan berpotensi mengurangi servis mandiri oleh pemilik.

Ancaman Garansi dan Kekhawatiran Konsumen

Interval servis panjang ini membutuhkan oli mesin eksotis yang diformulasikan khusus. Hal ini memberi produsen kendali lebih besar atas pengalaman kepemilikan dan berpotensi menghalangi pemilik melakukan servis mandiri. Laporan dari Electric Planet menyebutkan staf Li Auto memperingatkan agar tidak melakukan servis di luar jaringan dealer resmi. Pihak Li Auto menyatakan bahwa meskipun menggunakan oli dengan grade dan standar yang sama, garansi “sangat mungkin” akan terpengaruh.

Strategi ini bisa menjadi cara untuk mengembalikan keuntungan yang hilang akibat perang harga brutal di China. Dengan margin tipis di manufaktur dan servis, mengunci pelanggan melalui ancaman garansi menjamin sumber pendapatan jangka panjang. Sebagai perbandingan, servis ganti oli di bengkel resmi Li Auto dibanderol 1.180 yuan, sementara di Tmall Car Care (milik Alibaba) dengan oli Shell 0w-16 4 liter hanya sekitar 600 yuan atau hampir setengah harga.

Belum jelas apakah interval servis yang sama akan diterapkan di luar China. Xiaomi saat ini eksklusif di China, sementara Li Auto mulai merambah pasar Asia Tengah dan Timur Tengah. Perbedaan iklim, kondisi jalan, dan preferensi pengguna mungkin memerlukan strategi servis yang berbeda.

Perbandingan dengan Merek Lain

Produsen lain memiliki pendekatan berbeda. BYD dengan model PHEV DM-i-nya menggunakan odometer khusus EV dan HEV. Item servis disesuaikan dengan interval masing-masing. Pengguna yang dominan berkendara dalam mode EV akan lebih jarang ke bengkel dibanding pengguna HEV.

Sementara itu, joint venture China seperti Mazda tetap mewajibkan interval 1 tahun/10.000 km untuk model EREV EZ-6 dan EZ-60, tanpa memandang rasio pemakaian mode EV dan EREV. Aturan serupa berlaku untuk SUV NEV terbaru Volkswagen, ID Era 9X. Interval servis 3 tahun/30.000 km yang ditawarkan Li Auto dan Xiaomi berarti lompatan tiga kali lipat dari rata-rata industri.

Xiaomi Skynomad N70 dan N90

Jika Anda pengguna Android Auto, ada beberapa fitur baru yang bisa dinikmati. Google Maps Android Auto kini memiliki fitur speedometer, sementara Apple Music Auto-Play bisa dihentikan dengan panduan khusus.

Kesimpulannya, interval servis 3 tahun/30.000 km menawarkan penghematan biaya perawatan yang signifikan bagi pemilik EREV. Namun, penggunaan oli eksotis dan ancaman garansi dari pabrikan bisa menggerus potensi penghematan tersebut. Konsumen perlu mempertimbangkan antara kenyamanan servis resmi dan biaya lebih murah di bengkel independen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.