Telset.id – EVgo akan memasang ratusan Tesla V4 Supercharger di kota-kota besar Amerika Serikat. Langkah ini menjadikan EVgo salah satu jaringan pertama di AS yang membangun desain charger milik Tesla di stasiunnya, mengikuti ekspansi besar-besaran yang didukung pinjaman federal senilai $1,25 miliar untuk menambah 7.500 stall pengisian baru di seluruh negeri.
Kabar ini menjadi angin segar bagi pemilik kendaraan listrik di AS. Dengan jumlah Tesla yang sudah melampaui 3 juta unit di jalan raya AS serta 35 model kompatibel NACS lainnya yang diperkirakan hadir akhir tahun ini, ekspansi ini memungkinkan EVgo menjaring permintaan yang terus meningkat.
Skema Lisensi dan Keunggulan Teknis V4
Dalam kemitraan ini, EVgo akan memiliki charger tersebut dan mengelola keterlibatan pemilik lokasi, koneksi utilitas, serta penetapan harga. Sementara itu, Tesla bertugas mengoperasikan dan merawat perangkat kerasnya. Skema ini berjalan melalui program Supercharger for Business milik Tesla.
Setiap unit V4 mampu mengalirkan daya hingga 500kW pada 1.000 volt. Dengan kecepatan tersebut, pengemudi bisa menambah sekitar 200 mil jarak tempuh hanya dalam waktu 15 menit. Ini merupakan peningkatan signifikan dari generasi charger sebelumnya.

Stasiun pengisian ini juga dilengkapi teknologi Magic Dock yang memungkinkan kendaraan dengan konektor NACS dan CCS1 terhubung tanpa memerlukan adaptor. Selain itu, kabel yang lebih panjang dirancang untuk menjangkau port pengisian di posisi mana pun pada mobil.
Karena menggunakan charger berlisensi resmi Tesla, stasiun-stasiun ini akan muncul langsung di sistem navigasi dalam mobil Tesla dan Trip Planner, selain tetap tersedia di aplikasi EVgo. Stasiun EVgo yang dilengkapi konektor NACS juga akan tampil bagi pengemudi Tesla yang mengaktifkan stasiun pengisian pihak ketiga di pengaturan navigasi mereka.
Baca Juga:
Jadwal Konstruksi dan Dampak bagi Pasar
Konstruksi akan dimulai pada musim gugur tahun ini, dengan lokasi pertama ditargetkan beroperasi pada paruh kedua 2026. Sementara itu, EVgo mencatat permintaan di jaringannya telah melonjak lebih dari 700% dalam tiga tahun terakhir.
Bagi Tesla, pendapatan berkelanjutan dari biaya lisensi dan operasional charger ini menjadi tambahan yang signifikan di tengah menipisnya margin penjualan kendaraan. Ini merupakan model bisnis baru yang menguntungkan bagi produsen mobil listrik tersebut.
Ekspansi ini sejalan dengan perkembangan industri charging mobil listrik AS yang memasuki fase baru. Sebelumnya, EVgo juga telah menambah 500+ stasiun charging di pusat perbelanjaan AS, menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas jaringannya.

Kehadiran teknologi Magic Dock menjadi nilai tambah karena menghilangkan hambatan kompatibilitas antar merek. Pengemudi tidak perlu lagi khawatir membawa adaptor saat berpindah dari satu jaringan pengisian ke jaringan lainnya.
Dengan kapasitas 500kW, waktu pengisian menjadi jauh lebih efisien. Pengemudi yang bepergian jarak jauh dapat memanfaatkan waktu singkat untuk mengisi daya dan melanjutkan perjalanan tanpa penundaan berarti.
Kemitraan ini juga memperkuat posisi EVgo di tengah persaingan jaringan pengisian daya. Dengan mengadopsi desain Tesla yang sudah terbukti, EVgo menawarkan pengalaman pengisian yang konsisten dengan apa yang sudah dikenal pengguna Tesla.
Perluasan jaringan ini juga berdampak pada pengembangan jaringan pengisian daya EV secara keseluruhan di AS. Semakin banyak stasiun yang tersedia, semakin tinggi pula minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
Bagi pemilik kendaraan listrik non-Tesla, kabar ini juga positif. Dengan dukungan Magic Dock dan konektor CCS1, mereka tetap bisa menggunakan stasiun EVgo tanpa hambatan, memperluas pilihan lokasi pengisian di perjalanan.
Kehadiran stasiun-stasiun ini di kota-kota besar AS akan mengurangi kekhawatiran akan range anxiety yang kerap menjadi penghalang adopsi kendaraan listrik. Pengemudi memiliki lebih banyak opsi untuk mengisi daya dengan cepat dan andal.
Dengan dimulainya konstruksi musim gugur ini, para pemilik kendaraan listrik di AS dapat menantikan infrastruktur pengisian yang lebih baik pada 2026. Kemitraan EVgo-Tesla ini menjadi contoh kolaborasi antar pemain industri untuk mempercepat transisi energi.





Komentar
Belum ada komentar.