📑 Daftar Isi

Truk konsep FAW Starship Hybrid 3.0 dengan baterai pendingin immersion hasil kolaborasi FAW dan Shell

FAW dan Shell Uji Baterai Immersion Cooling di Truk Starship

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • FAW TRUCKS dan divisi kimia Shell menguji baterai berpendingin immersion pada truk konsep Starship Hybrid 3.0
  • Sistem membenamkan sel baterai dalam fluida isolator listrik untuk pengelolaan panas lebih efektif
  • Klaim pengujian awal: gradabilitas maksimum naik hingga 98 persen, efisiensi energi 0,8 persen, umur baterai hingga 32 persen lebih panjang
  • Baterai telah lolos pengujian standar industri untuk sertifikasi jalan raya dan divalidasi pada kondisi operasional kendaraan komersial
  • Progres validasi dan truk konsep dipamerkan di booth FAW TRUCKS pada IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman

Telset.id – FAW TRUCKS bersama divisi kimia Shell menguji paket baterai berpendingin immersion pada truk konsep Starship Hybrid 3.0, dengan klaim peningkatan gradabilitas maksimum hingga 98 persen dibandingkan sistem pendinginan konvensional. Pengujian ini menjadi tahap validasi menuju aplikasi komersial pada kendaraan niaga hybrid generasi berikutnya, dan hasilnya akan dipamerkan di ajang IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman.

Paket baterai tersebut dikembangkan bersama oleh merek truk asal China, FAW, dan divisi kimia Shell. Sistem ini membenamkan sel baterai truk dalam fluida pendingin immersion yang bersifat isolator listrik, sehingga pengelolaan panas berjalan lebih efektif ketimbang pendinginan baterai EV konvensional. Tujuannya jelas: mengendalikan panas baterai, memperbaiki performa jarak tempuh, dan memperpanjang daya tahan baterai truk semi listrik.

Baterai yang dipasang pada truk konsep Starship Hybrid ini dilaporkan telah menyelesaikan pengujian standar industri untuk sertifikasi jalan raya. Selain itu, baterai tersebut menjalani validasi FAW di bawah kondisi operasional kendaraan komersial yang menuntut, termasuk pengisian daya berdaya tinggi secara terus-menerus dan pengosongan daya yang cepat.

“Manajemen termal baterai menjadi semakin penting seiring kendaraan komersial menuntut daya lebih tinggi, efisiensi lebih besar, dan kemampuan pengisian daya yang lebih cepat,” ujar Wang Jianyu, Presiden Commercial Vehicle Development Institute of FAW. “Dengan bekerja sama dengan Shell, kami menggabungkan keahlian FAW TRUCKS dalam rekayasa kendaraan komersial dengan teknologi pendinginan immersion Shell yang canggih untuk mengembangkan solusi atas tantangan yang terus berkembang ini. Validasi pada Starship Hybrid membawa kami lebih dekat ke aplikasi komersial, dengan potensi meningkatkan performa, daya tahan, dan keselamatan untuk generasi berikutnya kendaraan komersial hybrid.”

Shell, FAW test immersion-cooled batteries to improve truck performance

Klaim Angka dari Pengujian Awal

Pengujian kendaraan tahap awal menunjukkan angka yang cukup meyakinkan. Shell dan FAW mengklaim baterai berpendingin immersion mereka menghasilkan peningkatan hingga 98 persen pada gradabilitas maksimum, yakni kemampuan truk menanjak di jalan curam dengan beban penuh, metrik krusial untuk keluaran tenaga. Selain itu, ada perbaikan efisiensi energi sebesar 0,8 persen serta potensi umur baterai hingga 32 persen lebih panjang dibandingkan konfigurasi pendinginan konvensional.

Angka-angka ini penting karena kendaraan niaga bekerja di medan dan pola operasi yang jauh lebih berat daripada mobil penumpang. Pengisian daya berdaya tinggi yang berulang dan pengosongan daya cepat menciptakan tekanan termal besar pada sel baterai. Pendekatan pendinginan immersion menawarkan jalan untuk menjaga suhu tetap terkendali tanpa mengorbankan performa.

Panggung IAA Transportation 2026

Progres validasi terbaru, bersama dengan truk konsep Starship itu sendiri, akan dipamerkan di booth FAW TRUCKS selama IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman, sepanjang pekan ini. Sebuah sampel baterai immersion juga akan ditampilkan di sana. Pameran ini menjadi momen bagi FAW dan Shell untuk menunjukkan bahwa teknologi pendinginan immersion bukan sekadar konsep di atas kertas, melainkan sudah melewati tahap pengujian standar industri.

Kolaborasi lintas industri semacam ini menunjukkan pola yang menarik: produsen kendaraan menggandeng perusahaan energi dan kimia untuk memecahkan masalah termal pada kendaraan listrik berat. Shell menyediakan teknologi fluida pendingin, sementara FAW menyumbang keahlian rekayasa kendaraan komersial. Pendekatan ini sejalan dengan tren pengembangan teknologi yang makin sering menggabungkan disiplin ilmu berbeda, mirip dengan bagaimana PDA clamshell modern menghadirkan pendekatan form factor lama dengan teknologi baru.

Dari sisi validasi, FAW menegaskan bahwa pengujian dilakukan pada kondisi operasional kendaraan komersial yang sesungguhnya. Ini mencakup siklus pengisian daya berdaya tinggi berkelanjutan dan pengosongan daya cepat, dua skenario yang paling membebani sistem termal baterai. Jika baterai mampu bertahan di kondisi tersebut, klaim soal daya tahan dan keselamatan menjadi lebih punya dasar.

Yang perlu dicatat, semua angka yang disebutkan masih bersifat klaim dari kedua perusahaan berdasarkan pengujian awal pada kendaraan konsep. Statusnya belum menjadi produk produksi massal. Namun, penyelesaian pengujian standar industri untuk sertifikasi jalan raya menandakan langkah konkret menuju aplikasi komersial.

Bagi industri kendaraan niaga, arah ini relevan karena elektrifikasi truk berat menghadapi kendala berbeda dari mobil listrik penumpang. Beban kerja yang berat, jarak tempuh yang panjang, dan waktu pengisian yang terbatas menuntut manajemen termal yang andal. Teknologi pendinginan immersion menawarkan salah satu jawaban atas tantangan tersebut, dengan potensi memperpanjang umur baterai hingga 32 persen dan memperbaiki efisiensi energi, meski perbaikan efisiensi sebesar 0,8 persen terbilang moderat.

Pengembangan solusi semacam ini juga menyentuh aspek keselamatan, sebagaimana disebutkan Wang Jianyu dalam pernyataannya. Pengelolaan panas yang lebih baik mengurangi risiko terkait suhu berlebih pada sel baterai, faktor yang krusial pada kendaraan komersial yang beroperasi dalam jadwal ketat.

Seperti halnya inovasi lain di sektor teknologi dan mobilitas, adopsi teknologi baru kerap bergantung pada kesiapan ekosistem. Dalam konteks keamanan sistem, tantangan serupa juga muncul di dunia perangkat lunak, seperti yang terlihat pada kasus eksploit reverse shell melalui repositori palsu. Pelajaran yang sama berlaku: teknologi canggih perlu validasi menyeluruh sebelum diterapkan secara luas.

Dengan pameran di IAA Transportation 2026, FAW dan Shell membuka ruang bagi publik industri untuk menilai sendiri progres teknologi ini. Bagi pasar kendaraan niaga, kehadiran solusi pendinginan immersion pada truk hybrid menjadi indikasi bahwa perlombaan efisiensi dan daya tahan baterai kendaraan berat semakin serius.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.