Telset.id – Florida menerima dana sebesar $198 juta dari program National Electric Vehicle Infrastructure (NEVI) pemerintahan Biden untuk membangun pengisi daya cepat publik di seluruh negara bagian. Namun kini, negara bagian tersebut ingin menggunakan dana itu untuk infrastruktur taksi terbang listrik, bukan untuk pengisi daya kendaraan listrik.
Keputusan ini terungkap melalui investigasi terbaru oleh Miami Herald. Pesawat yang dimaksud adalah electric vertical take-off and landing vehicles (eVTOLs), yang akan membentuk apa yang disebut Florida Department of Transportation (FDOT) sebagai Aerial Highway Network.
Jaringan ini disebut akan melengkapi sistem transportasi yang sudah ada dan bisa membantu mengurangi kemacetan serta meningkatkan konektivitas. Namun, eVTOL masih dalam tahap awal pengembangan dan belum dikomersialkan sebagai taksi udara di mana pun di Amerika Serikat.
Joby Aviation, salah satu perusahaan terdepan di bidang ini yang didukung Delta Air Lines, baru melakukan uji terbang selama seminggu di New York City pada April lalu. Rencana FDOT mencakup infrastruktur pengisian daya yang bisa mengisi ulang eVTOL di 32 “vertiport”, tempat lepas landas dan mendaratnya kendaraan tersebut, menurut dokumen yang diperoleh Herald.
Setiap lokasi diperkirakan memakan biaya sekitar $5,6 juta. Lokasi-lokasi tersebut akan dibangun di tempat-tempat seperti gedung apartemen mewah, lapangan golf, pangkalan militer, dan bandara.
## Justifikasi FDOT untuk Mengalihkan Dana
“The Florida Department of Transportation will not waste taxpayer dollars and spend it on everyday passenger vehicles,” demikian bunyi dokumen rencana pendanaan NEVI FDOT yang dipublikasikan Herald. “Instead, FDOT’s proposal for implementing the NEVI Program takes an innovative and strategic approach to offer the greatest benefits to Floridians by supporting a new emerging mode of transportation that provides passenger service and fulfills the transportation needs in our state.”
Alasan negara bagian untuk melewatkan pengisi daya EV adalah karena perusahaan swasta telah membangun sebagian besar jaringan pengisian cepat publik di Amerika. Hal ini memang benar sampai batas tertentu. Sebagian besar pengisi daya di negara tersebut berasal dari perusahaan seperti Tesla, Electrify America, dan ChargePoint.
Pemain baru seperti Ionna dan Walmart juga semakin mempercepat pertumbuhan tersebut. Negara bagian mencatat dalam dokumen itu bahwa jumlah port pengisian EV di Florida telah berlipat ganda dalam empat tahun terakhir, dan memiliki 452 stasiun pengisian cepat.
Namun, hal itu tidak membuat pendanaan NEVI menjadi redundan. Program federal ini dirancang untuk mengisi celah yang sering diabaikan perusahaan swasta, seperti komunitas pedesaan di mana stasiun pengisian mungkin tidak menghasilkan keuntungan cepat.
Di New York, misalnya, beberapa stasiun pengisian cepat publik Evolve NY dibangun menggunakan dana NEVI dan muncul di daerah pedesaan di mana pengisian daya sudah lama langka. Stasiun-stasiun Evolve NY ini terbukti sangat membantu bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan darat di Upstate New York, termasuk di kawasan Adirondacks dan Finger Lakes yang sebelumnya merupakan gurun pengisian daya.
## Florida Tinggalkan Dana NEVI Tanpa Digunakan
Sementara banyak negara bagian lain sudah mulai memberikan dana NEVI yang dialokasikan kepada kontraktor dan perusahaan pengisian daya untuk mengisi celah kritis dalam infrastruktur energi Amerika, Florida sebagian besar membiarkan dana tersebut tidak tersentuh, menurut laporan tersebut.
Di bawah NEVI, setelah negara bagian memenuhi kewajiban mereka untuk membangun pengisi daya di sepanjang jalan raya, mereka dapat mengarahkan sisa dana untuk kebutuhan pengisian daya lainnya. Federal Highway Administration telah meninjau infrastruktur Florida di sepanjang koridor utama dan menyetujuinya sebagai sudah sepenuhnya terbangun, demikian catatan Herald.
Peluncuran NEVI awalnya berjalan lambat, tetapi akhirnya mulai meningkat. Negara bagian awalnya menghadapi proses persetujuan federal yang panjang, persyaratan keandalan yang ketat, dan aturan sumber daya lokal yang menunda konstruksi di seluruh negeri. Namun pada tahun lalu, proyek mulai berakselerasi di sebagian besar negara saat negara bagian beralih dari perencanaan ke implementasi.
## Kritik Florida terhadap Kebijakan EV Federal
Florida, sementara itu, menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap kebijakan EV federal. Para pemimpin negara bagian sering menggambarkan EV sebagai bagian dari agenda politik, dengan klaim yang salah bahwa warga Amerika dipaksa membeli EV. FDOT bahkan membangun situs web, RoadsAreNotForPolitics.com, yang melabeli kebijakan pro-EV sebagai “greenhouse gaslighting”.
Salah satu bagian di situs itu bertanya, “Why would the government be so insistent on getting rid of one of the greatest inventions like the combustion engine?”
Namun, Environmental Protection Agency memperkirakan bahwa standar emisi kendaraan yang lebih bersih akan mencegah sekitar 40.000 kematian dini dan puluhan ribu rawat inap dari waktu ke waktu dengan mengurangi polusi udara terkait transportasi. Ada juga bukti luas yang menunjukkan EV lebih ramah di kantong pembeli selama periode kepemilikan, dan jauh lebih terlindungi dari guncangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak.
EV juga lebih cepat, lebih halus, dan lebih berteknologi tinggi daripada mobil bensin. Terlepas dari retorika politik negara bagian, Florida telah menjadi pasar EV terbesar kedua di Amerika. Negara bagian ini berada di peringkat kedua setelah California dalam total EV terdaftar, dengan lebih dari 450.000 unit pada 2025, menurut U.S. Department of Energy.
Para pengemudi tersebut akan diuntungkan dari jaringan pengisian cepat yang lebih besar dan lebih andal. Sebagai gantinya, Florida ingin membelanjakan dolar infrastruktur EV federal untuk teknologi yang belum menerima sertifikasi FAA untuk operasi komersial. Dan berdasarkan lokasi yang diusulkan seperti kompleks apartemen mewah dan lapangan golf, penerima manfaat awal eVTOL ini kemungkinan adalah segmen populasi yang relatif kecil dan kaya, bukan warga Florida pada umumnya.
Baca Juga:
Keputusan Florida ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas pembangunan infrastruktur transportasi di negara bagian tersebut. Di satu sisi, dana federal yang dialokasikan untuk pengisi daya EV publik tampaknya dialihkan untuk teknologi yang masih sangat eksperimental. Di sisi lain, FDOT berargumen bahwa pendekatan ini adalah langkah inovatif untuk masa depan transportasi.
Yang jelas, pengguna EV di Florida yang berjumlah ratusan ribu orang akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan jaringan pengisian cepat yang lebih baik dari pendanaan federal. Sementara itu, eVTOL yang direncanakan masih jauh dari kepastian komersial, mengingat belum ada satu pun yang mendapatkan sertifikasi FAA untuk operasi penumpang.
Situasi ini juga menunjukkan bagaimana politik dapat memengaruhi keputusan infrastruktur publik. Retorika anti-EV yang digaungkan para pemimpin Florida tampaknya berdampak langsung pada alokasi dana yang seharusnya digunakan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di negara bagian tersebut.
Bagi warga Florida yang sudah beralih ke EV atau berencana melakukannya, keputusan ini berarti mereka harus terus mengandalkan jaringan pengisian swasta yang mungkin tidak menjangkau semua area, terutama daerah pedesaan. Padahal, program NEVI justru dirancang untuk mengatasi kesenjangan tersebut.
Sementara itu, pengembangan eVTOL sebagai moda transportasi publik masih membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi, bahkan jika semua hambatan regulasi dan teknis bisa diatasi. Ini berarti dana federal yang dialihkan tersebut mungkin tidak akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam waktu dekat.
Keputusan ini juga berpotensi menjadi preseden bagi negara bagian lain yang ingin mengalihkan dana infrastruktur EV untuk kepentingan lain. Namun, mengingat status Florida sebagai pasar EV terbesar kedua di Amerika, langkah ini terasa kontradiktif dengan kebutuhan nyata pengguna kendaraan listrik di negara bagian tersebut.
Pada akhirnya, pertanyaan terbesarnya adalah apakah investasi pada infrastruktur eVTOL yang masih sangat dini ini akan memberikan manfaat yang sebanding dengan kebutuhan mendesak akan jaringan pengisian EV yang lebih merata di Florida. Jawabannya mungkin baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, ketika teknologi eVTOL sudah lebih matang atau justru terbukti tidak layak secara komersial.





Komentar
Belum ada komentar.