📑 Daftar Isi

Antarmuka infotainment GM dengan CarPlay layar terpisah pada pikap Chevrolet Silverado dan GMC Sierra 2027

GM Hadirkan CarPlay Layar Terpisah di Pikap 2027, EV Masih Tanda Tanya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • GM perkenalkan antarmuka infotainment baru dengan CarPlay layar terpisah di Silverado dan Sierra 2027
  • Debut pada pikap ICE, belum dipastikan hadir di kendaraan listrik GM
  • Tampilan baru pakai latar hitam pekat dan ikon berkontras tinggi
  • CarPlay ditempatkan di jendela terpisah, berdampingan dengan aplikasi native
  • GM fokus kurangi jumlah ketukan dan tingkatkan konsistensi interaksi
  • Menu akses cepat dapat dikustomisasi, sebagian fungsi tetap pakai tombol fisik
  • Sistem dibangun sebagai fondasi tunggal lintas EV, bensin, dan diesel

Telset.id – General Motors (GM) memperkenalkan pembaruan antarmuka infotainment yang menghadirkan integrasi Apple CarPlay dan Android Auto dengan tata letak layar terpisah (split-screen) pada pikap Chevrolet Silverado dan GMC Sierra 2027. Pembaruan ini menjadi yang pertama bagi GM setelah pada 2023 lalu perusahaan mengumumkan penghapusan CarPlay dari jajaran kendaraan listriknya. Namun, hingga pengumuman resmi pada Selasa (15/9/2026) tersebut, GM belum memastikan apakah sistem serupa akan diterapkan pada kendaraan listrik mereka.

Antarmuka baru ini mengubah pendekatan GM terhadap proyeksi ponsel. Jika sebelumnya CarPlay dan Android Auto dihilangkan dari EV dan digantikan perangkat lunak hasil kolaborasi GM dengan Google, kini kedua sistem proyeksi tersebut justru ditempatkan berdampingan dengan aplikasi bawaan kendaraan. Perubahan ini menjawab keluhan pelanggan yang selama ini enggan mempertimbangkan kendaraan GM tanpa kehadiran CarPlay.

Antarmuka Baru: Layar Terpisah dan Kontrol Persisten

Dalam tampilan baru ini, antarmuka proyeksi ponsel ditempatkan dalam jendela tersendiri di sisi kanan layar, berdampingan dengan aplikasi native GM. Artinya, pengguna dapat berinteraksi dengan CarPlay dan fungsi kendaraan secara bersamaan, tanpa harus keluar dari tampilan proyeksi ponsel untuk mengakses pengaturan kendaraan. Sebelumnya, banyak antarmuka CarPlay mengambil alih seluruh layar sehingga pengguna harus keluar-masuk menu untuk mengatur fungsi seperti HVAC, volume, atau jangkauan kendaraan.

Solusi layar terpisah ini memungkinkan kontrol persisten untuk tetap tampil di layar meski antarmuka proyeksi ponsel sedang aktif. GM menilai pendekatan ini lebih efisien dibandingkan sistem yang memaksa pengguna berpindah antar antarmuka. Bagi sebagian pengamat, langkah ini justru menegaskan bahwa CarPlay tetap relevan sebagai jembatan antarmuka, meski GM sebelumnya bersikeras bahwa perangkat lunak bawaannya lebih terintegrasi. Perdebatan soal kehadiran CarPlay di kendaraan GM sendiri sempat dibahas dalam artikel Alasan Pabrikan meninggalkan sistem tersebut.

Secara visual, GM mengganti latar belakang biru dan ikon berwarna terang pada antarmuka generasi sebelumnya dengan latar hitam pekat serta ikon berkontras tinggi. Perubahan ini dinilai penting karena ikon pada sistem lama, seperti di Equinox EV, tampak serupa satu sama lain dan sulit dibedakan saat berkendara. GM juga merombak klaster instrumen dan menyediakan menu akses cepat yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan pengemudi.

Fokus pada Pengurangan Langkah dan Umpan Balik Konsisten

GM menyatakan fokus utamanya adalah menyederhanakan antarmuka dan memangkas jumlah ketukan yang dibutuhkan untuk mengakses fungsi dasar. Direktur Eksekutif Human Interface GM, Sebastian Bauer, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak masukan dari pengguna. “Yang kami dengar adalah orang-orang mencari kontrol, menavigasi terlalu banyak langkah, dan menemukan model interaksi yang terasa tidak konsisten,” ujar Bauer dalam sebuah blog. “Kami fokus pada lebih sedikit ketukan; umpan balik visual, auditori, dan haptic yang lebih jelas; pola interaksi yang lebih konsisten; serta penyelarasan yang lebih baik antara kontrol dan hasilnya.”

Direktur Eksekutif Software Product Management GM, Michael Wahlstrom, menambahkan bahwa pelanggan menginginkan kesederhanaan CarPlay dan Android Auto tanpa kehilangan akses cepat ke fitur kendaraan. “Saat kami mengembangkan sistem UI, kami ingin pelanggan merasa berinteraksi dengan satu pengalaman tunggal, bukan berpindah dari kamar ke kamar di dalam rumah,” kata Wahlstrom. Pendekatan ini menempatkan CarPlay bukan sebagai sistem terpisah, melainkan bagian dari ekosistem antarmuka kendaraan.

Beberapa fungsi yang tersedia di menu akses cepat, seperti lampu depan, tetap memiliki tombol fisik taktil. Keputusan mempertahankan tombol fisik ini sejalan dengan tren industri yang mulai mengembalikan kontrol fisik untuk fungsi-fungsi penting. GM juga menyebut antarmuka baru ini dibangun sebagai fondasi tunggal yang dapat diskalakan lintas kendaraan listrik, bensin, dan diesel. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa sistem serupa berpotensi hadir di jajaran EV, meski GM enggan mengonfirmasi.

Juru bicara GM menyatakan perusahaan saat ini fokus pada peluncuran di segmen pikap dan belum siap membagikan waktu maupun detail untuk produk lain, termasuk integrasi CarPlay layar terpisah. Pernyataan ini tidak bersifat konfirmasi maupun penyangkalan. Sebelumnya, GM pernah mempertahankan CarPlay pada model tertentu di luar kebijakan umum perusahaan, sebagaimana dibahas dalam artikel Pengecualian Cadillac Lyriq.

Dampak bagi Pengguna dan Pasar EV

Keputusan GM menghadirkan kembali CarPlay dalam format baru ini menjadi sinyal bahwa tekanan pasar tetap kuat. Banyak calon pembeli EV GM dilaporkan menolak kendaraan yang tidak dilengkapi CarPlay. Meski GM menawarkan perangkat lunak bawaan yang dinilai tertata rapi sejak pertama kali dicoba di Blazer EV, ketiadaan CarPlay tetap menjadi titik resistensi utama. Integrasi layar terpisah ini berpotensi meredam keberatan tersebut tanpa sepenuhnya meninggalkan strategi perangkat lunak internal GM.

Bagi pengguna yang tidak bergantung pada proyeksi ponsel, GM tetap menyediakan opsi mengunduh dan memasang aplikasi streaming audio, video, serta navigasi yang berjalan langsung di kendaraan. Namun, bagi pengguna yang terbiasa dengan antarmuka iPhone, kehadiran CarPlay menjadi nilai tambah tersendiri. Pengguna yang ingin menyesuaikan tampilan CarPlay setelah terhubung dapat merujuk pada panduan Kustomisasi Tampilan CarPlay agar pengalaman berkendara lebih sesuai preferensi.

Pembaruan antarmuka ini debut pada Silverado dan Sierra 2027 bermesin pembakaran internal (ICE), yang keduanya juga memiliki versi EV. GM menyebut sistem akan diperluas ke seluruh lini produk seiring waktu. Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah integrasi CarPlay layar terpisah akan menyambangi kendaraan listrik GM. Ketidakpastian ini menjadi catatan penting bagi konsumen yang menanti kepastian sebelum memutuskan pembelian.

Untuk sementara, langkah GM menunjukkan bahwa perusahaan mencoba menyeimbangkan ambisi perangkat lunak internal dengan tuntutan pengguna. Apakah pendekatan ini akan merembet ke EV atau berhenti di segmen pikap, GM memilih bungkam. Yang jelas, antarmuka baru ini menjadi babak baru dalam hubungan GM dengan CarPlay setelah bertahun-tahun bersitegang. Pengguna yang ingin memahami cara mengelola koneksi CarPlay di kendaraan dapat menyimak panduan Mematikan CarPlay agar tidak terhubung otomatis.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.