📑 Daftar Isi

Pengisi daya truk listrik i-light dari i-charging yang telah tersertifikasi ETL

i-charging Raih Sertifikasi ETL untuk Pengisi Daya Truk Listrik 1,5 MW

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • i-charging raih sertifikasi ETL dari Intertek untuk pengisi daya truk listrik i-light 1,5 MW
  • Sertifikasi mencakup UL 2202 dan UL 2231 (AS) serta CSA C22.2 No. 346 (Kanada)
  • i-light mendukung konektor CCS hingga 800 kW dan MCS hingga 1,5 MW (1.500 amp)
  • Dilengkapi layar transparan 37 inci dan layar sentuh 10 inci
  • Perusahaan belum mengungkap pelanggan pertama atau jadwal penempatan di AS/Kanada
  • i-charging didirikan 2019, berkantor pusat di Porto, Portugal, dan Atlanta

Telset.id – Perusahaan pengisian daya asal Portugal, i-charging, telah melewati hambatan kunci untuk membawa pengisi daya truk listrik 1,5 megawatt (MW) ke Amerika Serikat dan Kanada. Pengisi daya heavy-duty i-light milik perusahaan telah menerima sertifikasi ETL dari Intertek, yang mengonfirmasi kepatuhan terhadap standar keselamatan kelistrikan untuk peralatan pengisian cepat DC di kedua negara tersebut.

Sertifikasi ini mencakup standar UL 2202 dan UL 2231 di AS serta CSA C22.2 No. 346 di Kanada. Dengan adanya sertifikasi ini, operator armada dan pengembang lokasi mendapatkan validasi keselamatan independen yang mereka butuhkan sebelum memasang peralatan tersebut. Meski demikian, izin lokal dan inspeksi tetap akan berlaku seperti biasa.

i-light dirancang untuk kendaraan listrik kelas menengah dan berat, serta dapat dikonfigurasi dengan output Combined Charging System (CCS) dan Megawatt Charging System (MCS). Konektor CCS-nya mampu memberikan daya hingga 800 kW, dengan kabel berpendingin kontinu 600-amp atau opsi kabel berpendingin kontinu 700-amp (puncak 800-amp). Hal ini membuatnya kompatibel dengan truk listrik yang sudah beroperasi di jalanan Amerika Utara.

electric truck charger

Sementara itu, output MCS meningkatkan daya pengisian maksimum hingga 1,5 MW pada arus hingga 1.500 amp secara kontinu. MCS sendiri sedang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik komersial besar dengan baterai yang jauh lebih besar daripada baterai mobil penumpang. Teknologi ini memungkinkan truk listrik mengisi daya dengan cepat selama jam istirahat pengemudi yang diwajibkan, alih-alih harus menunggu berjam-jam di stasiun pengisian.

Dengan menawarkan kedua konektor tersebut, i-charging memberikan fleksibilitas bagi armada untuk mengisi truk berteknologi CCS yang saat ini beroperasi, sekaligus mengakomodasi model berteknologi MCS saat mulai digunakan. Pengisi daya ini juga dilengkapi layar transparan 37 inci yang dapat menampilkan informasi pengisian dalam jangkauan pandang kursi pengemudi, serta layar sentuh 10 inci terpisah.

“Sertifikasi ETL adalah langkah yang menentukan dalam membawa i-light ke Amerika Utara. Operator armada menuntut infrastruktur pengisian yang memenuhi siklus kerja misi kritis kendaraan menengah dan berat (MHD) di jalan saat ini dan siap untuk MCS seiring standar tersebut berkembang,” ujar Jeff Cohen, CEO i-charging USA.

Didirikan pada 2019, i-charging berkantor pusat di Porto, Portugal, dan Atlanta. Sertifikasi ETL ini memajukan upaya perusahaan untuk menembus pasar armada Amerika Utara, namun perusahaan belum mengungkapkan pelanggan pertama di AS atau Kanada maupun jadwal penempatan perangkatnya.

Implikasi Sertifikasi ETL bagi Pasar Truk Listrik

Sertifikasi ETL dari Intertek menjadi tonggak penting dalam perjalanan i-charging menembus pasar Amerika Utara. Validasi independen ini memberikan keyakinan bagi operator armada bahwa peralatan yang mereka pasang telah memenuhi standar keselamatan yang ketat. Proses sertifikasi yang mencakup UL 2202 dan UL 2231 di AS serta CSA C22.2 No. 346 di Kanada menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memenuhi regulasi lokal.

Kemampuan i-light untuk mendukung dua standar pengisian sekaligus—CCS dan MCS—menjadi nilai jual utama. CCS saat ini menjadi standar dominan untuk truk listrik yang beroperasi di jalanan Amerika Utara, sementara MCS dirancang untuk masa depan kendaraan komersial besar. Dengan mendukung keduanya, i-charging memposisikan diri sebagai solusi transisi yang siap menghadapi perkembangan teknologi.

Layar transparan 37 inci yang dapat menampilkan informasi pengisian dalam jangkauan pandang pengemudi merupakan fitur yang membedakan i-light dari kompetitor. Ditambah layar sentuh 10 inci terpisah, pengisi daya ini dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan pengemudi truk yang memiliki waktu istirahat terbatas.

Pasar pengisian daya kendaraan komersial berat di Amerika Utara sedang berkembang pesat seiring meningkatnya adopsi truk listrik. Sertifikasi ETL ini memberikan i-charging posisi yang lebih kuat untuk bersaing dengan pemain lain yang sudah lebih dulu masuk pasar. Namun, tanpa pengungkapan pelanggan pertama atau jadwal penempatan, masih belum jelas seberapa cepat perusahaan akan merealisasikan ekspansi ini.

Keputusan i-charging untuk menunggu sebelum mengumumkan detail komersial menunjukkan pendekatan hati-hati. Perusahaan tampaknya ingin memastikan semua aspek teknis dan regulasi beres terlebih dahulu sebelum berkomitmen pada jadwal peluncuran. Strategi ini bisa dipahami mengingat kompleksitas pasar infrastruktur pengisian kendaraan komersial.

Kehadiran i-charging di pasar Amerika Utara akan menambah pilihan bagi operator armada yang mencari solusi pengisian daya berkapasitas tinggi. Dengan dukungan hingga 1,5 MW, i-light termasuk dalam kategori pengisi daya ultra-cepat yang mampu mengisi baterai truk listrik dalam hitungan menit, bukan jam. Ini sejalan dengan kebutuhan logistik modern yang menuntut efisiensi waktu.

Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati dari sisi persaingan industri. Produsen pengisi daya lain seperti ABB, Kempower, dan ChargePoint juga berlomba menghadirkan solusi pengisian daya berkapasitas tinggi untuk kendaraan komersial. Sertifikasi ETL yang diraih i-charging menjadi pembeda yang signifikan di tengah persaingan tersebut.

Bagi operator armada yang sudah memiliki truk listrik berteknologi CCS, i-light menawarkan jalur upgrade yang mulus menuju MCS di masa depan. Fleksibilitas ini mengurangi risiko investasi jangka panjang—sebuah pertimbangan penting dalam pengadaan infrastruktur yang mahal. Sementara itu, dukungan kabel hingga 700-amp memberikan ruang untuk kebutuhan daya yang lebih tinggi.

Langkah i-charging meraih sertifikasi ETL ini juga menjadi sinyal positif bagi industri secara keseluruhan. Semakin banyak pemain yang masuk dengan peralatan tersertifikasi, semakin cepat ekosistem pengisian daya truk listrik di Amerika Utara akan matang. Ini pada akhirnya akan mendorong adopsi truk listrik yang lebih luas.

Meski demikian, perjalanan masih panjang. Izin lokal dan inspeksi tetap diperlukan sebelum peralatan dapat beroperasi di lapangan. Selain itu, perusahaan juga perlu membangun jaringan layanan dan dukungan teknis di pasar baru. Namun dengan fondasi sertifikasi yang sudah kokoh, i-charging berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan ambisinya di Amerika Utara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.