Telset.id – Nissan mengumumkan rencana produk masa depan yang mencakup penyederhanaan lini global dari 61 menjadi 45 model, dengan fokus pada penguatan hibrida dan pengembalian legendaris Skyline setelah 14 tahun. Presiden & CEO Nissan, Ivan Espinosa, menyatakan visi baru perusahaan berpusat pada pengalaman pengguna, kecerdasan buatan, dan elektrifikasi.
Skyline baru, yang disebut sebagai “Heartbeat Car” atau mobil detak jantung Jepang, dipromosikan dengan performa, handling presisi, dan karakter berpusat pada pengemudi. Meski demikian, mobil ini bukanlah GT-R generasi baru, melainkan penerus lini Skyline yang memiliki sejarah panjang sejak 1957. Teaser yang dirilis menunjukkan desain agresif dengan lampu belakang bergaya GT-R dan badge “Skyline S”.
Rencana jangka panjang Nissan bertajuk “The Arc” berfokus pada integrasi teknologi AI dan elektrifikasi. Espinosa menegaskan, visi ini menentukan arah Nissan dengan prioritas tertinggi pada pengalaman pengguna. Sebagai bagian dari transformasi, Nissan akan mengkategorikan semua modelnya ke dalam empat pilar: Heartbeat Cars (seperti Skyline dan Xterra baru), Core Models (penopang pertumbuhan, contohnya Rogue), Growth Models (untuk pasar baru, seperti Juke EV di Eropa), dan Partner Models (hasil kolaborasi, diperkirakan termasuk Micra berbasis platform Renault).
Dengan penyederhanaan model, Nissan bertujuan mengalihkan sumber daya dari model berpenjualan rendah ke segmen yang berpotensi tumbuh. Perusahaan mengklaim pilihan powertrain justru akan lebih beragam, meski jumlah model berkurang. Strategi baru ini meninggalkan pendekatan perbaikan model per model, beralih ke berbagi platform, powertrain, dan software dalam grup.
Nissan menargetkan lebih dari 80% penjualan globalnya akan datang dari hanya tiga keluarga produk inti. Target lainnya adalah meningkatkan volume penjualan per model hingga 30% dan mempercepat kecepatan pengembangan. Sasaran ambisiusnya adalah mencapai penjualan tahunan lebih dari 1 juta unit di pasar AS dan China masing-masingnya pada tahun fiskal 2030.
Untuk pasar AS, rencana termasuk meluncurkan Rogue hybrid, model body-on-frame V6 dan V6 hybrid baru (termasuk kembalinya Xterra), serta menghadirkan opsi V6 di segmen midsize. Merek premium Infiniti berencana meluncurkan tiga model baru sebelum 2028 untuk mendongkrak penjualan, salah satunya kemungkinan sedan sport V6 penggerak roda belakang manual yang menjadi versi saudari Skyline.
Di pasar domestik Jepang, Nissan akan meluncurkan seri compact car baru dengan target penjualan 550.000 unit per tahun. Sementara untuk China, perusahaan akan memperbanyak model listrik baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), serta meningkatkan ekspor ke Asia dan Amerika Latin.
Dalam hal teknologi, Nissan berkomitmen meningkatkan pengalaman berkendara melalui AI. Rencananya, 90% model Nissan akan dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi berbasis AI. Model pertama yang mendapatkannya adalah MPV Elgrand yang akan dijual di Jepang musim panas ini. Pada akhir tahun fiskal 2027, sistem bantuan pengemudi ProPilot generasi baru ditargetkan telah mengadopsi teknologi mengemudi otonom “end-to-end”. Sistem infotainment Nissan juga akan diintegrasikan dengan lebih banyak fungsi AI.
Detail lebih lanjut mengenai rencana ini dijadwalkan diumumkan akhir tahun ini. Pada Mei mendatang, dalam laporan keuangan, Nissan juga akan mengungkap hasil dari rencana strategis sebelumnya, yaitu Nissan Revival (Re:Nissan).




