📑 Daftar Isi

Ilustrasi gagang pintu darurat interior yang warnanya mirip trim kabin menjadi penyebab recall massal Tesla dan EV China

Penarikan Massal 3 Juta Tesla dan EV China karena Gagang Pintu Darurat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SAMR China umumkan recall terbesar dalam sejarah otomotif yang melibatkan 9 pabrikan
  • Tesla paling terdampak dengan total hampir 3 juta unit ditarik (2.975.910 unit buatan China + 46.041 unit impor)
  • Penyebab recall: gagang pintu darurat mekanis sulit diidentifikasi karena warnanya mirip trim interior
  • Pabrikan akan menambahkan label peringatan gratis dan pembaruan OTA fungsi penurunan kaca pasca-kecelakaan
  • Recall dipicu kasus fatal Xiaomi SU7 yang menewaskan tiga mahasiswa yang tidak bisa keluar dari kendaraan terbakar
  • Standar teknis baru "Persyaratan Teknis Keselamatan Gagang Pintu Otomotif" mulai berlaku Januari 2027
  • BYD tidak termasuk dalam daftar recall SAMR

Telset.id – Sebanyak 3 juta unit Tesla dan jutaan kendaraan listrik (EV) dari berbagai pabrikan China ditarik kembali (recall) dalam skala terbesar dalam sejarah otomotif. Penarikan massal ini dipicu oleh masalah keselamatan pada gagang pintu darurat mekanis yang sulit diidentifikasi karena warnanya mirip dengan trim interior kabin.

Administrasi Regulasi Pasar China (SAMR) mengumumkan rencana recall raksasa yang melibatkan BAIC, Chery, Dongfeng, FAW Hongqi, Geely, Leapmotor, Tesla, Xiaomi, dan Xpeng. Kebijakan ini diambil sesuai dengan “Regulasi Recall Produk Otomotif Cacat” dan “Langkah Implementasi Regulasi Recall Produk Otomotif Cacat” yang berlaku di China.

Masalah utama terletak pada gagang tarik mekanis darurat di dalam kabin kendaraan. Warna gagang yang nyaris sama dengan interior membuat penumpang kesulitan menemukannya saat terjadi kegagalan sistem tegangan rendah. Kondisi ini dapat menghambat upaya membuka pintu dan menyelamatkan diri dari kendaraan dalam situasi darurat.

Latar Belakang Standar Keselamatan Gagang Pintu

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China telah merilis “Persyaratan Teknis Keselamatan Gagang Pintu Otomotif”. Standar ini akan mulai berlaku pada Januari 2027 dan mewajibkan setiap pintu memiliki gagang eksternal dengan fungsi pembuka mekanis. Gagang internal juga harus mudah diidentifikasi dan terlihat jelas, dengan posisi maksimal 300 mm dari tepi pintu.

Meski standar tersebut belum resmi diberlakukan, pemerintah China telah mulai memperketat aturan gagang pintu. Sebagian besar pabrikan yang beroperasi di sana telah mengajukan rencana recall untuk gagang pintu interior mereka. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan yang lebih besar.

Penarikan massal ini dipicu oleh beberapa kasus fatal yang terjadi di China. Kecelakaan Xiaomi menjadi sorotan terbesar setelah sedan SU7 menewaskan tiga mahasiswa. Ketiga korban dilaporkan tidak dapat menemukan mekanisme pembuka darurat yang tersembunyi di kompartemen penyimpanan setiap panel pintu. Akibatnya, mereka tidak berhasil keluar dari kendaraan yang terbakar.

BYD, Geely, Leapmotor dan pabrikan lain mengajukan recall massal di China atas gagang pintu darurat

Untuk mengatasi masalah ini, pabrikan akan menambahkan label peringatan secara gratis pada gagang tarik mekanis darurat di dalam kendaraan yang ditarik. Sebagian besar mobil juga akan menerima pembaruan Over-The-Air (OTA) khusus yang menambahkan fungsi penurunan kaca jendela pasca-kecelakaan.

Rincian Recall dari Setiap Pabrikan

Berikut adalah rincian lengkap penarikan kendaraan yang diumumkan oleh SAMR:

  • Zeekr menarik 92.658 unit sedan 007 dan crossover X
  • FAW Hongqi menarik 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08
  • BAIC BluePark menarik 46.860 unit minivan ArcFox Kaola
  • Dongfeng menarik 53.452 unit Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007, dan eπ 008
  • Leapmotor menarik 371.200 unit sedan C01 dan crossover C11
  • Chery menarik 64.488 unit crossover iCaur 03 dan Chery Fulwin X3
  • Tesla menarik 2.975.910 unit Model 3 dan Model X buatan China
  • Tesla menarik 46.041 unit Model 3, Model X, dan Model S impor
  • Xiaomi menarik 390.435 unit SU7 tahun model 2024
  • Xpeng menarik 264.842 unit G6, P7+, dan X9

Total penarikan Tesla mencapai hampir 3 juta kendaraan, menjadikannya pabrikan yang paling terdampak oleh kebijakan ini. Angka tersebut mencakup model yang diproduksi di China maupun yang diimpor.

Menariknya, BYD tidak tercantum dalam rencana recall SAMR tersebut. Pembaruan informasi pada 21 Agustus mengonfirmasi bahwa pabrikan kendaraan listrik terbesar di China itu tidak termasuk dalam daftar penarikan.

Kebijakan recall ini menunjukkan komitmen pemerintah China dalam meningkatkan standar keselamatan kendaraan listrik. Meskipun standar teknis baru akan berlaku pada 2027, langkah proaktif dari para pabrikan menunjukkan keseriusan industri dalam merespons regulasi yang akan datang.

Penarikan massal ini juga menjadi pelajaran penting bagi industri otomotif global. Desain interior yang mengutamakan estetika harus tetap memperhatikan aspek fungsional dan keselamatan pengguna. Gagang pintu darurat yang tersembunyi atau sulit dikenali dapat berakibat fatal dalam situasi darurat.

Bagi pemilik kendaraan yang terdampak, SAMR memastikan bahwa perbaikan berupa penambahan label peringatan akan dilakukan secara gratis. Sementara itu, pembaruan OTA untuk fungsi penurunan kaca pasca-kecelakaan akan dikirimkan secara bertahap ke kendaraan yang memenuhi syarat.

Keputusan China untuk memperketat regulasi gagang pintu ini dapat menjadi preseden bagi negara lain. Mengingat banyak pabrikan global yang memproduksi kendaraan di China, standar ini berpotensi memengaruhi desain kendaraan yang dipasarkan di seluruh dunia.

Dengan adanya recall terbesar dalam sejarah otomotif ini, industri kendaraan listrik dihadapkan pada tantangan baru dalam menyeimbangkan desain modern dengan keselamatan penumpang. Pemerintah China tampaknya tidak akan berkompromi dalam hal standar keselamatan kendaraan.

Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kebijakan keselamatan kendaraan listrik China dapat disimak melalui pemberitaan Tesla Hentikan Solar Roof dan layanan robotaxi di Nevada yang turut menjadi sorotan industri otomotif global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.